Lelakiku Introvert

Lelakiku Introvert
4. aku sangat malu


__ADS_3

kak vito rupanya mencariku. dia menelponku.


"kamu diamana, shooting akan segera dimulai lagi" kata kak vito.


aku bergegas turun dan ya, yogi sudah menungguku untuk merapikan rambutnya.


latarnya sekarang adalah kolam renang.


aku mulai merasa tidak enak, sepertinya hari ini akan ada kesialan yang menimpaku.


auranya begitu terasa pekat.


"tata, rapikan rambut JA". perintah kak vito.


bolak balik aku merapikan rambut pangeran tampan itu.


wajahnya begitu sempurna, badanya yang kekar semakin bertambah pesonanya saat baju putih itu basah terkena air di kolam.


"wooww.... pemandangan apa ini?" batinku memnjerit jerit.


"apa itu TUHAN? aku sungguh suka". jiwa penggodaku bangkit dari tidur panjangnya, hayalanku mulai berkelana namun semua ini hanya ada dalam lamunan saja.


saat dimana JA keluar dari kolam dengan seluruh badan yang basah, wahhhh aku sungguh terpaku melihatnya.


semua rasa bercampur jadi satu, sampai saat lamunanku lenyap karena teriakan sesorang dari belakangku.


"make up artis segera rapikan lagi riasan dan rambut mereka" teriak produser.


"iya pak". jawabku dengan bergegas menuju mereka.


Dan, kakiku terjerat kabel kabel kamera.


Dan, "BYURRRRRR"


aku terjatuh kekolam dan menabrak JA yang berdiri di pinggir kolam.


"whuaaa........ , byurrr.


hei nona apa yang kau lakukan?" teriak JA saat aku menabraknya dan kami terjatuh bersama kedalam kolam, dengan badanku yang merangkul dia erat.


aku sangat malu semalu - malunya. tapi apa daya nasi sudah menjadi bubur.


"apa yang harus aku lakukan sekarang?


apa aku harus pura pura mati,


Ahh itu terlalu ekstrim." mencari alasan untuk membuang malu.


dan tiba tiba. cling ada ide briliant di kepalaku.


"aku harus bisa beracting sempurna, aku harus bisa pura pura tenggelam" ide cemerlang ini berkeliling memenuhi otakku.


dan benar saja, aku benar benar melakukanya.


seolah olah aku tidak bisa berenang sama sekali. padahal, di kampus dan selama SMA aku selalu menang lomba renang.


"yakin aku bisa. tata kamu bisa"batinku berceloteh.

__ADS_1


aku merasakan JA membopongku, menolongku memegang megang pipiku mencoba menyadarkanku.


aku melihat dia dalam kepanikan. sampai saat dia akan memberikanku nafas buatan.


aku sontak terbangun dan kepalaku berbenturan dengan kepalanya. aku berpura pura terbatuk batuk, sementara semua orang mengerubungi kami.


wajahku memerah, dadaku sesak.


produser memarahiku habis habisan. aku hanya bisa menunduk malu dan menahan dingin.


badanku mulai menggigil tertiup angin yang semakin kencang karena di tambah efek dari kipas angin untuk meniup dedaunan dalam pengambilan gambar.


aku mengenakan handuk yang kak vito berikan untukku. sekarang aku tau, betapa kerja kerasnya JA. Dalam cuaca yang dingin karena kencangnya angin, sedari siang tadi dia berendam di dalam kolam.


"JA kau sungguh sungguh totalitas dalam bekerja" aku memujinya dalam hati tiada henti.


"CUT, oke finish". seru tim dan kru.


semua sudah selesai berkemas, hanya aku yang belum dengan badan yang menggigil.


"gelang pemberian nenek kemana, tadi aku masih memakainya" sambil mengingat ingat urutan kejadian sebelum aku tercebur ke kolam.


"mungkin ada di dasar kolam". ucapku ragu.


kutengok kanan kiri dan sekitar kru dan tim sudah berada di parkiran mobil. Dan aku segera menceburkan diri ke dasar kolam, untuk mencari gelang keberuntungan yang nenek buatkan untukku.


"Byurrrrrr......"


aku melompat, menyelam dan mencari cari gelang itu.


aku berenang menjajahi seluruh ruang di kolam itu, tapi tak nampak sama sekali.


"astaga kau pandai sekali berenang, bahkan menyelam" ucap JA.


"maaf" jawabku lirih


"ayo naik, apa yang kamu cari?" tanya JA.


"aku mencari gelang" jawabku gugup dan malu.


"ini?" tanya JA sambil menunjukkan gelang ku yang ada di tangannya.


"terimakasih" jawabku


"ihh belum dikasihon kok udah makasih aja?" tanya JA.


"yaudah mana sini?" pintaku


"ayo naik dulu" seru JA sambil mengulurkan tanganya.


"kamu ga takut sendirian di sini?" tanya JA sambil memberikan handuk padaku.


"udah biasa sendiri" jawabku singkat


"ini gelangmu, kak vito tolong ambilkan bajuku untuk gantinya". ucap JA yang mengagetkanku.


aku masih di dalam posisi yang sama, berdiri mematung dan tertunduk serta menahan dingin di sekujur tubuh.

__ADS_1


"ini Jhon". kata kak vito sambil memberikan baju dan celana pada Jhon.


"kasian dia sangat kedinginan" ucap Jhon sambil menengok ke arah kak vito.


dan kak vito pergi begitu saja meninggalkan kami berdua.


"disana kamar mandinya, gantilah disana". tunjuk JA pada satu ruangan kecil.


aku berjalan sambil menunduk menuju kamar mandi. Dan rasa maluku semakin bertambah saat aku berjalan menunduk dan kepalaku menabrak pot bunga gantung di tepian kolam.


sungguh malu aku sangat malu, super malu. saat di dalam kamar mandi, kegilaanku keluar semua. aku teringat saat aku menabraknya, memeluknya erat saat kamu tercebur bersama. Dan tadi barusan kita berbincang bersama dan hanya berdua. Dan sekarang dia meminjamkan baju dan celananya padaku.


aku mencium cium baju i


Jhon, sungguh aroma ini. aroma yang sangat ku nantikan di sepanjang sisa akhir hidupku..


aku melonjak lonjak kegirangan. tertawa tawa tanpa suara dan aku yakin mungkin aku sudah setengah gila.


"Jhon Athha, sayangku.... i love you". teriakku dalam hati kuat kuat.


aku keluar kamar mandi masih dengan actingku yang sama. menunduk dan malu,


kali ini lebih berhati hati menyusuri tepian kolam.


"tadi ngapain pura pura tenggelam?"


"biar ga malu sama banyak orang lah". jawabku masih dengan malu yang sama.


sedari tadi aku menutup area dadaku. ada rasa risih sebab aku tidak memakai apa apa di dalam sana. hanya berbalut selembar baju dan celana JA.


"mana gelangku, aku akan pulang". pintaku


"ini". memberikanya ke tanganku perlahan.


"kamu ga papa? beneran?" tanya JA.


"kok pulang, minum dulu. biar badanmu hangat". kata kak vito sambil membawa sebotol soju.


"maaf aku tidak bisa meminum alkohol. bolehkah aku minta air putih saja?" pintaku


"jangan berikan dia minuman beralkohol, dia belum cukup umur" kata JA.


"aku sudah 20 tahun ya, memang wjahku saja yang selalu begini. selalu terlihat awet muda". aku tertawa geli dengan ucapanku sendiri.


"kukira kau masih SMP". jawab JA


"apa ada anak SMP sedari tadi berkeliaran di sini?". jawabku.


"iya ya". jawab JA dengan menggaruk garuk tengkuknya


" kau tidak pulang?" tanyaku


"pulang kemana, ini rumahku". jawab JA


"o". jawabku singkat.


jauh di dalam batinku.

__ADS_1


apa semua ini milikmu? aku rasa akan segera gila. banyak sekali keberuntungan yang menimpaku hari ini.


entah sudah berapa kali aku menyentuhnya. tapi aku sangat bahagia, aku sangat berterimakasih atas ini ya TUHAN.


__ADS_2