
Cahaya matahari sudah hampir tenggelam di ufuk barat.Suasana di kampus sudah sepi.Terlihat seorang gadis berdiri di lantai empat gedung itu.Dengan air mata mengalir deras di pipinya.Ia melihat ke bawah dengan pandangan kosong.Perlahan ia menaikkan kaki kanannya ke pagar pembatas,dilanjut dengan kaki kirinya.
"Selamat tinggal Rayhan.Kalau emang aku gabisa bareng kamu lagi lebih baik aku mati.Aku gabisa hidup tanpa kamu.Aku ga akan sanggup liat kamu bahagia dengan wanita lain.Aku harap kamu menyesal dengan keputusan kamu tadi siang setelah aku ga ada.Kamu akan sadar kalau cinta aku ke kamu ga pernah main-main.Aku serius sayang bangat sama kamu.Semua akan aku lakuin buat kamu.Dan ini bukti terakhir cinta aku ke kamu.Aku harap kamu bisa mengerti."Kata Chelyn mencucurkan air mata.Chelyn terlahir di keluarga kaya raya dan harmonis.Chelyn sangat dimanja oleh orang tuanya,apapun yang ia minta pasti dituruti.Chelyn adalah putri tunggal di keluarga Wijaya.Ayahnya bernama Zay Wijaya dan ibunya bernama Chatryn Wijaya.
Chelyn termasuk orang yang sangat beruntung.Selain parasnya yang cantik ,keluarga kaya raya,juga kasih sayang yang besar ia dapatkan dari kedua orang tuanya.
Dalam hal mencintai seseorang,Chelyn tidak pernah main-main.Semakin hari cintanya pada pasangannya akan semakin bertambah.Namun,beberapa kali ia salah memilih pasangan.Ia tidak menemukan pria yang cukup hanya dengannya.
Siang tadi,Chelyn baru saja diputuskan oleh pacarnya.Pacar yang selama ini sangat baik padanya dibanding pacar-pacarnya sebelumnya.Pria yang tidak pernah meminta hal aneh padanya atau memanfaatkan kekayaan keluarga Chelyn,itu yang membuat chelyn lebih mencintainya daripada pria sebelumnya.Mereka berpacaran sudah hampir setahun.Dan Chelyn sudah merasa sangat nyaman dengan Rayhan dan ingin menikah dengan Rayhan setelah wisuda nanti.Tapi entah mengapa Rayhan memutuskan Chelyn tadi siang tanpa alasan.Mimpi itu hanya tinggal mimpi.Hubungan mereka sudah berakhir tadi siang,mungkin karena kehadiran orang ketiga.
Chelyn menutup matanya,tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan.Chelyn sudah pasrah dan akan melompat ke bawah.
Tiba-tiba ia merasakan ada yang menggenggam bajunya dari belakang,menahan agar Chelyn tidak melompat.
"Aku tau kamu bakalan datang kesini.Sekarang kamu taukan sebesar apa cinta aku ke kamu.Aku bahkan lebih menyayangi kamu lebih dari diriku sendiri.Kamu percayakan? Sekarang bilang ke aku kalau kamu cuman mau ngetes besarnya cinta aku ke kamu tadi siang.Atau kalau kamu khilaf minta maaf ke aku sekarang.Cepat!! Atau aku bakal beneran lompat ke bawah dan mati."
__ADS_1
"Belum waktunya!"Sahut seseorang yang menarik bajunya.
"Hah?"Kata Chelyn keheranan.Yang ia dengar ini bukan suara Rayhan.Ia tidak mengenali suara itu.Ketika Chelyn hendak menoleh ke belakang,pria itu menariknya hingga Chelyn terjatuh menimpanya di lantai.
"Aw..."ringis pria itu.
Cepat-cepat Chelyn berdiri.Wajahnya Chelyn keheranan memperhatikan wajah pria itu.Wajahnya begitu tampan tanpa noda sama sekali di kulit wajahnya.putih,bersih dan mulus.Sepertinya ia sangat rajin melakukan perawatan pada kulitnya.
Chelyn terus saja memperhatikan wajah itu,ia benar-benar tidak mengenalinya bahkan tidak pernah melihatnya.Pria itupun ikut berdiri.Keduanya berdiri dan saling berpandangan.Pria yang tingginya kira-kira 185 cm membuat Chelyn yang tingginya 160cm sedikit ngedongak untuk melihat wajah pria itu.
"Kamu siapa?" Tanya Chelyn.
"Kok kamu tau nama aku bahkan nama lengkap aku?Kamu kenal aku?Kamu siapa?"
"Ya kenal."Jawab pria itu singkat.
__ADS_1
"Kenal dari mana?Apa aku se'famous itu yah sampai-sampai orang-orang di luaran kenal sama aku?"Katanya sedikit sombong.Pria itu hanya mengangkat sebelah alisnya.Kemudian berbalik badan dan berjalan meninggalkan Chelyn.
"Hey!"Kata Chelyn mengejar pria itu.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku."Kata Chelyn menghalangi jalan pria itu.Ia berdiri tepat di depan pria itu sambil merentangkan tangannya.Pria itu bergeser ke kiri untuk mengambil jalan yang lain,Chelyn pun ikutan.Pria itu bergeser sebelah kanan,Chelyn kembali mengikutinya.
"Kamu kenapa?Kenapa kenal aku? Kenapa tiba-tiba datang dan menghalangi aku bunuh diri? Kamu pasti disuruh sama Rayhan yah?Bilang sama dia ,sebelum dia sendiri yang minta biar aku ga bunuh diri,aku bakalan tetap berusaha bunuh diri."
Pria itu menggelengkan kepala,tatapannya seolah meremehkan dan menganggap Chelyn bodoh.Melihat pria itu menatapnya seperti itu membuat Chalyn terdiam sejenak,lalu menangis.
"Kenapa sih Rayhan tega sama aku?Emang ada cewe yang sebaik aku?Dimana kamu temuin cewe sebaik aku atau lebih baik dari aku Rayhan?Ga ada.Kamu ga akan pernah nemuin yang sebaik aku.Aku cewe versi terbaik di dunia ini.Dan kamu malah nyia-nyiain aku.Bodoh kamu Rayhan.Ibarat tuh dikasih starbuck malah minta es teler."Katanya menangis tersungkur.Ia tidak dapat menahan air matanya setiap kali mengingat momen sewaktu Rayhan memutuskannya tanpa alasan.
"Boleh aku curhat?" Katanya membuka telapak tangan yang menutupi wajahnya sewaktu menangis.Dilihatnya tidak ada siapa-siapa disana.Pria itu benar-benar pergi meninggalkan dia begitu saja tanpa sepatah kata.
"Dasar pria aneh.Tega bangat biarin cewe nangis.Malah ninggalin gitu aja.Awas aja kalau ketemu lagi,aku ga bakalan mau ngomong sama kamu."
__ADS_1
Chelyn berdiri dan mengelap air matanya .Dilihatnya handphone nya.Jam sudah meninjukkan pukul tujuh malam.Ada delapan panggilan tak terjawab dari mamanya.
"Duh..mama dari tadi nelponin aku nih.Pasti khawatir dan kecarian sama aku.Aku harus cepat-cepat pulang."Chelyn bergegas pergi menuju parkiran mobilnya dan pulang dengan mengebut.