Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Lima


__ADS_3

"Hai Chelyn!"Sapa Vincent yang sedang berdiri di depan rumah Chelyn.


"Eh..Vincent.Kamu beneran datang?Tapi maaf bangat nih aku lagi ada janji sama temen aku."


"Oh pantesan udah dandan cantik."


"Tiap hari juga cantik kan?"Kata Chelyn sambil memegangi rambutnya.


"Iya sih.Tapi ini agak beda."


"Maaf yah Vincent,aku harus pergi sekarang.Kalau kamu mau,kamu datang aja nanti sore.Sore aku udah di rumah kok."


"Kamu ga ke gereja dulu?"


"Engga.Soalnya janjiannya tuh kumpul jam sembilan pagi."


"Padahal aku kesini mau ngajak kamu gereja bareng."


Chelyn terdiam.Ia merasa tidak enak pada Vincent.Ia juga sebenarnya pengen beribadah bersama Vincent,namun di sisi lain ia tidak dapat membatalkan janji pada teman-teman SMA nya untuk mengadakan reunian pagi ini.


"Maaf yah Vincent.Minggu depan aja deh kayaknya kita ibadah bareng.Sekali lagi aku minta maaf.Vincent menunduk.Chelyn naik ke mobil dan menutup pintu.


"Chelyn."Vincent mengetuk jendela kaca mobil Chelyn.


"Kalau boleh aku minta kamu gausah pergi deh."


"Aku udah janji loh Vincent.Ini udah direncanain dari tiga bulan lalu.Bahkan sebelum aku ketemu dan kenal sama kamu.Please! Aku kan udah bilang minggu depan kita gereja bareng.Masih ada banyak waktu buat itu.Tapi untuk kesempatan reunian ini jarang-jarang loh.Ngertilah."


"Aku ga mau aja kamu kenapa-napa."

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Nanti kamu kecelakaan.Aku ga mau kamu kecelakaan."


"Vincent,Kamu apa-apaan sih.Ngomongnya ngaur bangat.Jahat bangat omongan kamu kayak gitu.


Udah yah.Ntar aku malah telat lagi.Teman-teman aku udah pada nunggu."


"Jangan pergi Chelyn."


"Bye!" Chelyn meninggalkan Vincent yang masih berdiri melihat kepergian Chelyn.


...****************...


Chelyn duduk sambil membaca majalah di kursi teras rumahnya.Di meja ada es teh dan beberapa jenis cemilan.


"Kamu datang,Vin?"


"Ini buat kamu."Vincent memberikan parsel pada Chelyn.


"Dimakan yah biar sehat."


"Kamu tau aku sakit?"


"Iya aku tau.Gimana keadaan kamu sekarang?"


"Aku udah baikan kok.Syukur aja saat itu cuman kebentur dikit kaki aku pas kecelakaan.Jadi cukup pakai tongkat aja."


"Tuhan masih sayang sama kamu."

__ADS_1


"Iyah Vincent.Maaf yah aku ga mau dengarin kata-kata kamu waktu itu."


"Yaudalah.Mau gimana lagi coba.Yang penting kamu udah baikan sekarang."


"Aku merasa bersalah bangat sama mama.Mama gabisa berenti nangis waktu tau aku kecelakaan.Aku gabisa bayangin kalau hal yang lebih buruk terjadi sama aku."


"Makanya lain kali kalau dikasih tau itu dengarin,jangan bebal."


"Iya iya.Ga akan gitu lagi.by the way kok kamu bisa tau kalau aku bakal kecelakaan?Kamu punya kekuatan supranatural yah?Bisa baca kehidupan seseorang ke depannya."


"Ya enggaklah."


"Aku rasa iya.itu hebat bangat tau.kamu jujur aja deh sekarang,aku bakal rahasiain kok dari semua orang.Pokoknya hanya aku yang tau."


"Enggak loh Chelyn.Aku ga punya kekuatan supranatural."


"Biar pun kata kamu enggak,aku tetap bakal bilang iya."


"Hadeh...Ada-ada aja kamu.Keras kepala bangat jadi orang."


"Hihihi


Oh iya nanti kalau kaki aku udah sembuh kita gereja bareng yah?"


"Kenapa tunggu sembuh dulu.Dalam keadaan kayak gini juga tetap bisa beribadah kok."


"Oh iya juga sih.Yaudah kalau gitu hari minggu depan kita gereja bareng."


"Boleh."Sahut Vincent tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2