Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Empat Puluh Sembilan


__ADS_3

Chelyn sudah berusaha melupakan dan menghapus perasaannya pada Vincent,tapi tetap saja wajah Vincent dan kenangan bersama Vincent masih saja terngiang di kepalanya.


Malam itu,setelah membantu bu Hana membuat kue,Chelyn duduk di kursi depan rumahnya.Ia menatap ke langit dengan wajah manyun.


"Udah satu bulan kita ga ketemu.Kita ga saling tahu kabar,kita ga jalan bareng.Ngelewatin sebulan tanpa kamu itu rasanya lamaaaa bangat.Kayak ngelewatin satu tahun.Bener kan ketakutan aku dulu kalau kamu pasti bakalan ninggalin aku.Vincent,aku kangen bangat sama kamu.Setiap hari,setiap waktu,setiap saat aku selalu kepikiran sama kamu.Kamu pernah ga kepikiran sama aku?Atau semenjak kita jauhan gini pernah ga kamu ingat aku sekaliiii aja?Halahh...Palingan juga kamu udah sama cewe lain.Padahalkan kita belum ada kata putus.Aku kangen bangat,kangen bangat,kangen bangaaaaaat sama kamuuuuuu."Katanya mengetuk-ketukkan jari telunjuknya pada poto Vincent di layar handphonenya.


"Aku juga kangeeeenn bangat sama kamu.Tiap hari,tiap waktu,tiap saat aku kepikiran sama kamu.Aku pikir cuman aku doang yang ngerasain kangen ini."Suara Vincent terdengar di telinga Chelyn.


"Ya ampun.Saking kangennya,aku sampai berhalusinasi Vincent ngomong gitu ke aku."Katanya menutup telinganya dengan kedua tangannya.


"Bukan halu,ini nyata."Vincent duduk di samping Chelyn.


"Aaaa..."Teriak Chelyn kaget ketika menoleh ke samping.Vincent langsung menutup mulut Chelyn.


"Kamu ngapain disini?"Kata Chelyn padanya dengan napas terengah-engah akibat terkejut tadi.


"Sayang,aku kangen bangat sama kamu.Aku senang bangat pas tau kalau ternyata kamu juga kangen sama aku."


"Siapa bilang aku kangen?"Kata Chelyn jutek.


"Kamu tadi yang bilang,kamu ngomong sama poto aku di hp kamu."

__ADS_1


"Kamu udah lama disini?"Tanya Chelyn dengan wajah memerah dan mematikan layar handphone nya lalu memasukkannya ke kantung celananya.


"Lumayan lah.Aku dengar semua yang kamu bilang tadi."


"Kenapa ga langsung ngomong aja tadi?Ga sopan bangat datang ke rumah orang diam-diam."


"Aku sengaja pengen dengerin kata-kata rindu kamu yang.Kata-kata kamu tadi bikin aku bahagia."


"Ngeselin bangat."


"Tapi ngangenin kan?"Kata Vincent dengan suara lembut.


"Tapi sayangnya pembohong."


"Ya lagian kamu kayak gitu.Kamu bohongin aku sampai separah itu."


"Iya aku minta maaf.Sayang bangat aku sama kamu.Selama kamu ga maafin aku perasaan aku ga pernah tenang.Mau ngelakuin ini itu juga ga bisa tenang.Kepikiran kamu mulu."


"Aku masih kesal bangat sama kamu."Kata Chelyn tidak bisa menahan manjanya ketika bersama Vincent.


"Iyah,Vincent salah,maafin yah.Akan ada saatnya kok sayang kamu tau semuanya tentang aku."Vincent memeluk Chelyn sambil membelainya.Chelyn membiarkan saja Vincent memeluknya karena sebenarnya hati selalu tenang ketika berada di dekat Vincent terlebih ketika dipeluk oleh Vincent.

__ADS_1


"Kamu ngomong sama siapa ,nak?"Kata bu Hana dari dalam rumah.Chelyn langsung melepaskan diri dari pelukan Vincent.


"Bukan siapa-siapa bu."Katanya berdiri dan masuk ke rumah meninggalkan Vincent sendirian di luar.


"Beneran?Tapi ibu dengar suara kamu ngomong loh."


"Oh itu bu.Aku habis video call sama Tania dan Kak Aldo.Senang bangat rasanya keluarga mereka bisa rukun dan harmonis gitu."Kata Chelyn berbohong.


"Iyah nak.Ibu juga senang kalau memang suami nak Tania baik dan sayang sama dia."


"Behhh...Tania dimanjain bangat bu sama suaminya.


Kapan yah aku dapat cowok kayak gitu?Yang bisa saling sayang dan menerima apa adanya.Pasti bahagia bangat kan bu?"


"Ibu yakin nak,kalau nak Vincent itu emang baik kok.Pasti ada alasan yang bikin dia segitunya tertutup soal keluarganya.Mungkin dia dari keluarga broken home, atau mungkin dia ada masalah dengan orang tuanya sama kayak Chelyn,tapi nak Vincent belum siap aja buat cerita terus terang.


Kamu maafin aja dia nak.Kasian loh...Toh selama ini dia baik kan sama kamu?Dia yang selalu semangatin kamu,dia selalu dukung kamu,dia selalu ada buat kamu.


Coba bayangin misalkan dia dari keluarga broken home,dan cuman sama kamu dia merasa tenang,merasa nyaman,merasa dihargai...Eh,kamunya juga malah cuekin dia.Pasti perasaannya sangat hancur.Kamu bisa bayangin sesedih apa dia?"Bu Hana mencoba memberi pencerahan pada Chelyn.


"Ya ampun bu.Kok Chelyn ga pernah kepikiran ke situ yah.Chelyn egois bangat.Bahkan dia sampai bohongin Chelyn juga mungkin karena takut Chelyn kecewa karena selalu ngebet buat ketemu keluarganya."Kata Chelyn meneteskan air mata.Hatinya sangat terpukul mendengar perkataan bu Hana.

__ADS_1


"Sayangg..."Katanya berlari keluar menemui Vincent.Namun tidak dilihatnya Vincent disana.Vincent sudah pergi.Bahkan sekarang ia tidak tahu harus menemui Vincent ke mana sekarang.Chelyn hanya bisa menangis menyesali sikapnya pada Vincent akhir-akhir ini.


__ADS_2