Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Tiga puluh Enam


__ADS_3

"Pokoknya aku mau bi Hana diusir mas."Suara Selia terdengar di telinga Chelyn dan bu Hana yang sedang berada di teras sepulang dari gereja.Chelyn dan bu Hana saling berpandangan.Keduanya lalu buru-buru masuk untuk lebih tau apa yang terjadi.


"Kenapa bu Hana diusir?"Sahut Chelyn.


"Aku ga mau bi Hana terus-terusan tinggal di rumah ini.Lagian dia udah tua,hasil kerjanya juga udah ga memuaskan.Mending cari pembantu yang baru.


Iya kan mas?"Selia menatap pak Zay.


"Gak pah.Chelyn ga mau.Bu Hana harus tetap tinggal di sini."Sahut Chelyn.


"Ga mas.Aku udah ga mau kalau bi Hana masih kerja di sini.Lagian kalau mas ga ada di rumah bi Hana ga mau dengerin aku,dia ga mau nurut sama aku,nurutnya cuman sama Chelyn.Padahal kan aku nyonya di rumah ini."


"Ga bisa gitu dong.Bu Hana udah kayak keluarga aku disini.Bahkan dia juga ikut mengurus aku sewaktu aku bayi.Pokoknya sampai kapanpun bu Hana harus tetap tinggal di rumah ini."


"Aku ga mau mas.Usir aja orang tua itu."Kata Selia manja membujuk suaminya.


"Kamu udah ambil papa aku dari aku,kamu pakai perhiasan-perhiasan mama aku,kamu udah rebut mobil aku,kamu belum juga puas?"


"Udah...udah...Ga usah berdebat lagi.Selia,bu Hana akan tetap tinggal di sini."Sahut papa tegas menengahi perdebatan Chelyn dan Selia.


"Maasss...Kamu lebih milih anak kamu dibanding aku istri kamu?"


"Bukan begitu Selia,tapi emang bu Hana udah berjasa di keluarga Wijaya.Bu Hana ga pernah mengecewakan."


"Mas...!"


"Udah,sekarang kamu siap-siap yah.Kita shooping hari ini."


"Beneran mas?"


"Beneran lah."


"Yeyy...


Dia ga ikut kan mas?"Selia melirik Chelyn dengan wajah cemberut.


"Ga sudi!"Sahut Chelyn sinis.Ia lalu menggandeng bu Hana ke kamar.


"Gimana kalau hari ini kita jalan-jalan bu?"


"Duhh..Ibu ga enak sama bapak dan nyonya nak.Ibu juga ga enak sama Tiara dan Tasya.Kan kasian kalau mereka berdua ibu tinggalkan ngelakuin kerjaan rumah."


"Emm...Gimana yah?Di rumah juga stres bangat ga sih?"


"Gimana kalau kita berempat keluar bareng aja?Kita makan di cafe nya keluarga Vincent bu.Tenang,Chelyn yang bayarin."


"Duhh..Ntar duit kamu habis nak.Apalagi semenjak bapak dekat sama nyonya uang kamu dipatok terus kan?"


"Gapapa bu,sesekali.Biar mulai besok Chelyn ga usah jajan di kampus.Biar bawa bekal dari rumah aja.Hari ini Chelyn mau senang-senang sama ibu dan mbak Tiara dan juga mbak Tasya."

__ADS_1


"Ibu ikut kata kamu aja de,nak."


Kalau gitu aku ajak mbak Tiara dan mbak Tasya dulu yah bu."Kata Chelyn keluar dari kamar.


"Mbak...Mbak Tiaraaaaa...Mbak Tasyaaaa..."Katanya berlari menuju kamar kedua asisten rumah tangganya.


"Iya non."Jawab keduanya yang baru saja mengganti pakaian sepulang beribadah.


"Kita hari ini jalan-jalan yuk."


"jalan-jalan?"Sahut Tiara dengan mata berbinar.


"Iyah.Mau yah mbak!!"Kata Chelyn dengan tangan memohon.


"Saya sih mau bangat non."Jawab Tasya tersenyum lebar.


"Kalau gitu mbak berdua siap-siap yah.Aku dan bu Hana juga mau siap-siap.Ini sekalian mau order taksi online dulu."


"Iyah non."Jawab keduanya serentak dengan bersemangat.


...****************...


"Wahhh....Bagus!!!


Jam segini pembantu baru pulang abis jalan-jalan.Kalian niat kerja ga sih?"Selia menghalangi Chelyn,bu Hana,Tiara dan Tasya di pintu.Jam menunjukkan pukul 6 sore,mereka baru saja tiba di rumah.Sebelumnya Chelyn pikir papa dan selia akan pulang malam.Jadi asisten rumah tangganya bisa lebih sore mengerjakan pekerjaan rumah.Dan ternyata mereka sudah keduluan papa dan Selia tiba di rumah.


"Masuk bu,mbak."Katanya.Ketiganya bergegas masuk dan langsung melakukan pekerjaan masing-masing.


"Anak kurang ajar.Kamu pikir kamu bisa menang dari aku?Aku bakal ambil semua kebahagiaanmu.Hidup kamu akan semakin menderita di sini."Gumam Selia.


...****************...


Setelah makan malam,bu Hana,mbak Tiara dan mbak Tasya disidang oleh papa.Ketiganya berdiri di depan papa dan Selia.Sementara Chelyn duduk di sofa sebelah papanya.


"Kalian itu gimana sih?Kalian saya gaji di sini kenapa malah jadi kayak gini?Kalian pikir ini rumah siapa?Rumah kalian makanya kalian bebas keluar dan dan pulang?"Kata papa angkuh.


"Maafkan kami pak.Kami sangat bersalah."Sahut bu Hana menunduk.Tiara dan Tasya hanya diam membatu.


"Kalian masih niat kerja ga sih?"Lanjut papa lagi.


"Niat pak,saya niat kerja."Jawab bu Hana,Tiara dan Tasya.


"Pecat aja deh mas,ntar aku cari pembantu yang lebih baik.Banyak orang di luar sana yang mau kerja."


"Jangan pak,nyonya.Saya minta maaf."Kata Tiara.


"Pah,Chelyn yang salah.Jangan pecat mereka pah.Chelyn mohon."Chelyn menggenggam tangan papanya.


"Maafkan saya pak,nyonya."Lanjut Tasya.

__ADS_1


"Baiklah.Kali ini kalian saya maafkan.Tapi jangan diulangin lagi yah."


"Iyah pak.Makasih pak."Kata ketiganya.


"Makasih pah.Chelyn janji ga akan ceroboh lagi."


"Iya..iya."Jawab papa.


"Mas,tadi katanya mau pecat mereka!"Kata Selia protes.


"Jangan dulu.Kita harus kasih kesempatan sama mereka."


"Aku kecewa sama kamu mas."Selia mengambek membelakangi pak Zay.


"Selia."Kata papa lembut.


"Aku ga mau ngomong sama mas."


"Apaan sih,alay bangat."Kata Chelyn geli melihat tingkah sok imut wanita iblis itu.


"Chelyn..Ssttt.." Kata papa melirik Chelyn.


"Oke,aku maafin kamu mas dan nerima mereka kerja lagi.Tapi dengan satu syarat."


"Apa itu?"


"Chelyn juga harus ikut bantu-bantu mereka kerja.Kalau dipikir-pikir kan emang ini salah Chelyn.Dia yang ngajak tiga pembantu ini jalan-jalan."


Chelyn tidak menjawab dan memilih untuk tetap diam.Baginya bu Hana tetap tinggal di sana udah lebih dari cukup.


"Yauda,kalau itu mau kamu."Kata Chelyn mengalah.


"Nah,,gitu dong anak pinter."


"Selia,bagaimana pun Chelyn putri aku.Masa dia ikut ngerjain pekerjaan rumah."


"Ya gapapa dong mas. Anggap aja ini buat nebus kesalahannya dia.Gara-gara dia kita jadi telat makan malam ini."


"Aku ga setuju sama pernintaan kamu ini."


"Gapapa kok,pah.


Biar Chelyn ikut bantu-bantu ngerjain kerjaan rumah."Kata Chelyn tersenyum.


"Tapi nak..."


"Gapapa.Kayaknya udah nasibnya Chelyn emang kayak gini.Chelyn udah malas debat...debat...debat terus pah.Mulai sekarang Chelyn bakal berusaha mengalah."


Chelyn langsung beranjak ke kamar.

__ADS_1


__ADS_2