Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Dua Puluh Dua


__ADS_3

Dengan semangat Chelyn memasang celemeknya.Siang ini bu Hana akan mengajari Chelyn memasak.Setelah mbak Tiara selesai memasak makanan untuk makan siang,lanjut Chelyn dan bu Hana yang menguasai dapur.Sementara mbak Tiara duduk ikut memperhatikan Chelyn yang belajar masak.Mbak Tasya sendiri sibuk menyetrika pakaian.


"Kita mulai dari memasak apa yah,nak?" Tanya bu Hana bingung harus memulai mengajari dari mana.


"Terserah ibu aja deh.Chelyn ngikut aja."


"Bikin telor ceplok aja dulu bu.Dimulai dari yang simpel kan?" Saran Chelyn.


"Oh iya boleh deh nak."


"Kamu ambil bawang putih dan kupas.Lalu potong-potong sampai ukurannya kecil-kecil.Motongnya pakai telenan yah nak."


"Iyah bu."Katanya melakukan perintah bu Hana.


"Awas tangannya kena nak.Pelan-pelan aja gausah buru-buru."


Chelyn dengan sangat lambat mengupas dan memotong-motong bawang.Setelah bawang putih beres,bu Hana mengarahkannya lagi.


"Sekarang kamu ambil kualinya,taruh di atas kompor."Perintah bu Hana.Chelyn mengikutinya dengan semangat.


"Sekarang kamu nyalakan kompornya.Apinya kecil aja."


"Ke?" Sahut Chelyn bingung memutar ke sebelah kanan atau ke kiri.


"Ke kiri!"


"Oke deh bu."Kata Chelyn dan langsung melaksanakan.


"Sekarang masukkan sedikit minyak goreng."


"Kok sedikit bu?Ini kan mau menggoreng."


"Ya emang sedikit minyak kalau mau menggoreng telor."


"Oh gitu yah,hehehe."Katanya cengengesan.Mbak Tiara hanya tersenyum melihat Chelyn.


"Nah itu minyaknya udah matang,ambil telurnya dan pecahkan aja ke pinggiran wajan."


Chelyn tidak berbicara lagi.Ia hanya pokus melakukan perintah bu Hana.


Chelyn mencoba memecahkan telur ke pinggiran wajan.Namun telor itu malah hancur semua dan berserak kemana-mana.


"Duh...bu..."Katanya panik.


"Gapapa nak.Namanya belajar.Nanti kita bersihin dapurnya."Kata bu Hana mematikan kompor.Ia membersihkan kuali yang sudah berselemak telor.Setelah bersih,bu Hana kembali menaruhnya di atas kompor.


Chelyn kembali memasukkan sedikit minyak ke kuali penggorengan.


"Telornya dipukul ke kuali pelan aja nak.Kayak gini!" Bu Hana mempraktekkan.Chelyn pun mengikuti.Chelyn berhasil memecahkan sedikit bagian telur,bu Hana mengarah kan lagi agar ia memecahkan telor itu menjadi dua bagian dan membiarkan cairan telor masuk ke dalam minyak panas.Tangan Chelyn yang terlalu kuat memecahkan telor manjadi dua bagian membuat telor itu pecah di tangannya.Cairan telor serta cangkang-cangkang kecil ikut masuk ke kuali.


"Aduh...Gimana ini bu?"Katanya panik lagi.


"Gapapa nak.Kita coba lagi yah! Namanya juga belajar."Kata bu Hana lembut dan sabar.Namun sudah lima kali Chelyn mencoba,cangkang telor selalu saja ikut tergoreng di minyak panas.


"Aaaaaa...Ternyata susah juga bu.Aku pikir gampang buat telor ceplok doang."Katanya sedikit geram.


"Sabar nak.Namanya juga baru belajar.Kita coba lagi yah?"


"Huhhffttt...Cape aku,mana panas lagi."Katanya mengelap keringat dengan lengan bajunya.


"Hehehe...Yok coba lagi."


Chelyn mencoba menyalakan kompor lagi dan memasukkan minyak goreng.Setelah minyaknya panas Chelyn mengetokkan telor ke wajan hingga sedikit telur pecah dan menjadi celah agar jari mudah membagi cangkang telor menjadi dua bagian.Dengan sangat berhati-hati ia membagi cangkang telor menjadi dua bagian dan akhirnya berhasil.


"Huaaa???"Kata Chelyn melongo takjub dengan yang ia lakukan.


"Ini berhasil bu?"Tanya Chelyn pada bu Hana.


"Berhasil."Sahut bu Hana tersenyum.


"Yey..."Kata Chelyn kegirangan.


"Sekarang kamu masukkan bawang putih yang sudah dipotong kecil-kecil.Taburkan aja ke permukaan telor."


Chelyn langsung cepat-cepat melaksanakan perintah bu Hana.


"Sekarang masukkan kecap asinnya Secara merata dan jangan kebanyakan."


Chelyn mengambil kecap asin dan menaburi ke permukaan telur.


"Cukup."Kata bu Hana.


"Sekarang balik telornya pakai sendok goreng."


Chelyn membalikkan telornya,dan terlihat bagian belakangnya yang sudah mulai gosong.Ia lupa mengecilkan api tadi.


"Hah???7Gosong bu."Katanya manyun.


"Gapapa,setelah ini pasti berhasil."Jawab bu Hana menyangati Chelyn.


Chelyn pun terus mencoba,mencoba dan mencoba.Sampai pada akhirnya jam menunjukkan pukul setengah 6 sore,ia sudah berhasil memasak telor dadar,kentang goreng dan tahu sambel,tumis kangkung,dan Ikan gurame goreng sambal pecak.

__ADS_1


"Haduhhh ..Gerah bangat."Kata Chelyn duduk di lantai dapur.


"Gimana nak,capek?"


"Capek bangat bu.Tapi senang bangat."Katanya tersenyum.


"Chelyn ngapain duduk di lantai,nak?"Papa tiba-tiba muncul di dapur.


"Eh papah."Chelyn langsung berdiri dan menyalim papanya.


"Eh..Kok kek gini anak papa?Kok keringetan gini? Acak-acakan gitu.Abis ngapain nak?"Kata papa memperhatikan Chelyn dari rambut sampai kaki.


"Aku abis belajar masak pah.Katanya anak cewe harus bisa masak.Kalau ga pinter masak ya minimal bisa masaklah.Trus katanya kalo cewe ga bisa masak nanti mertuanya galak dan marah-marah terus.Dan yang paling parah nanti suaminya berpindah hati ke wanita lain karena wanita lain itu lebih pinter ngambil hati dia,masakin makanan yang berbeda-beda tiap hari.Pokoknya aku ga mau kayak gitu."


"Hahaha...Anak papah dapat berita kayak gitu dari mana sih?"Kata papa mengelus rambut Chelyn.


"Dari bu Hana."


Bu Hana menunduk malu.


"Dari teman-teman cewek aku juga pah.Mereka cerita sama aku."


"Ooh gitu.


Baguslah kalo anak papa punya kemauan buat belajar masak.Ini udah selesai apa gimana?"


"Udah selesai pah."


"Mana coba papah mau cicipin masakan perdana putri papa yang cantik ini."


"Tara...."Kata Chelyn menunjukkan makanan di meja.


"Wuah...Ini beneran masakan anak papa?"


"Beneran dong pah."


"Kayaknya enak bangat nih.Bisa-bisa papah doyan dan pengen makan masakan Chelyn terus."


"Hahaha...Bisa aja papah.Ini bu Hana yang ajarin.Huhhfftt aku bikin masakan ini butuh waktu empat setengah jam loh pah.Capek bangat."


"Ululu...Anak papa.


Yaudah kamu mandi sana.Abis itu kita makan sama-sama masakan kamu."


"Oke deh pah."


"Papah juga udah ga sabar nih.Papa harus cepet-cepet mandi biar langsung makan."


...****************...


"Kalau gitu aku berangkat ke tempat Vincent yah,pah." Kata Chelyn setelah makan bersama papanya dengan memegang rantang di tangan kirinya.Sebelumnya ia memang sudah menyisihkan masakannya untuk Vincent.Ia ingin menunjukkan pada Vincent bahwa ia sudah bisa memasak dan pantas menjadi seorang istri.Walaupun sebenarnya tanpa dampingan dari bu Hana ia belum bisa.


"Iya nak.Hati-hati loh.Jangan kemalaman pulangnya."


"Iyah pah.Ga lama kok.Cuman nganter doang."


"Yauda sana nak."


"Bye papah."Katanya setelah menyalim papanya.


...****************...


"Vincent." Panggilnya ketika sudah sampai di tempat Vincent.


"Chelyn kamu ke sini?"


"Iya."Jawabnya tersenyum lebar sambil menyembunyikan rantangnya di belakangnya.


"Ada apa jam segini nemuin aku?"


"Aku mau ngasih ini buat kamu."


"Apa ini?"


"Ada nasi dan lauk-pauk masakan aku."


"Oh yah?Serius masakan kamu?"Tanya Vincent tidak percaya.Yang ia tau selama ini Chelyn wanita manja yang tidak pernah melakukan pekerjaan apa-apa di rumah.Apalagi pekerjaan di dapur.


"Iya dong.Ini masakan pertama aku.Aku diajarin sama bu Hana."


"Oh gitu.Pasti enak bangat nih kalo Chelyn yang masak."


"Kata papa sih gitu tadi waktu makan.Papa bilang makananya enak dalam setiap suapannya."Chelyn menceritakannya dengan sangat bangga.


"Wahhh...Kalau gitu aku juga langsung coba ah.Ga sabar."Vincent langsung membuka rantang.


"Wawww.."Katanya melihat makanan buatan Chelyn.


"Hehehe..Dihabisin yah!


Kamu tau berapa lama aku bikin makanan ini?"

__ADS_1


"Berapa lama emang?"


"Empat setengah jam."


"Oh yah?Lama juga."


"Ya gitu deh.Bikin telor ceploknya aja sampai berapa kali gagal itu yah?


Huhhfftt..Aku pikir aku ga bakal bisa masak hasilnya kayak gini."


"Gigih juga kamu.Pantang menyerah."


"Hihihi...Hampir nyerah sih tadi.Tapi bu Hana semangatin aku terus."


"Kalau gitu aku coba yah?"


"Silakan!"


Vincent mencicipi masakan Chelyn.Sampai beberapa suap dia tidak berbicara.Ia terus saja memasukkan makanan ke mulutnya.


"Vincent?" Panggil Chelyn ragu-ragu.


"Ehmm...Kenapa Chelyn?"


"Kamu ga nanggepin apa-apa tentang masakan aku."Chelyn menunduk.


"Ya ampun aku sampai lupa.Soalnya enak bangat.Jadi pengen abisin dulu makanannya,abis itu kasih nilai sama kokinya."


"Hehehe...Kamu bisa aja."


"Serius ini enak bangat tau."


"Enakan masakan aku apa masakan mama kamu?"Tanya Chelyn ragu.


Vincent terdiam.Mulutnya berhenti mengunyah.


"Yauda kalau ga mau jawab."Chelyn tersenyum.


"Kayaknya kalian bakal jadi saingan hebat deh dalam hal memasak.Masakan kamu dan masakan mama aku sama-sama enak,sama-sama juara.Hadehhh...Jadi bingung harus pilih yang mana.Bisa ga sih pilih dua-duanya aja?"


"Hahaha...Terserah kamu."


"Oh iya,kok kamu tiba-tiba belajar masak gini? Hayo terobsesi sama siapa?Asisten rumah tangga kamu yang masih muda yah?"


"Emm...Bukan."


"Terus?"


"Gimana yah,aku denger temen-temen cewe aku cerita katanya anak cewe harus pinter masak.Biar mertuanya ga marah-marah terus.Trus biar suaminya betah sama istrinya,ga malah berpaling ke wanita lain karena wanita lain itu bisa masakin ini itu buat dia.Pas aku tanya sama bu Hana,dia kan udah orang tua,jadi udah lebih tau dan berpengalaman.Kata bu Hana itu benar."


"Oh yah?Aku sih kurang tau."


"Kamu gimana?"


"Apanya?"


"Kamu bakalan berpaling kalau istri kamu ga pinter masak?"


"Gimana yah?Berpaling sih engga.Cuman aku bakal minta istri aku buat belajar masak.Bila perlu kita belajar masak bareng."


"Wah..Pasti seru bangat.Kamu emang pria baik."


"Hehehe..Gitu deh kalo aku secara pribadi.Ga mau nanti nyakitin perasaan istri aku,apalagi sampai berpaling dari dia dan bikin dia nangis.Kasihan bangat ga sih?"


"Iya juga.Cowok yang kayak kamu banyak ga sih?"


"Ga banyak.Kayaknya cuman aku di dunia ini."


"Heleh..."


Vincent lanjut lagi makan.


"Mama kamu bakal jadi mertua yang baik ga?"


"Uhuk..uhukk.."Vincent tersendak.


"Eh...Minum dulu."Chelyn memberikan Vincent minum.


"Makannya pelan-pelan.Aku tau makanannya enak.Tapi pelan-pelan aja makannya.Ga akan ada yang rebut kok.Kalau kamu suka,nanti aku buatin lagi khusus buat kamu."


"uhmm...Baik bangat."


"Hehehe..Dihabisin yah tapi pelan-pelan makannya."


"Pasti habis.Makasih yah kalau sampai repot-repot masak buat aku."


"Kalau kamu suka aku sih gapapa tiap hari masak buat kamu."


"Hehe..Aku makan lagi yah.Nanti abis makan kita ngobrol."


"Iya silakan makan."

__ADS_1


__ADS_2