Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Empat puluh Lima


__ADS_3

Minggu pagi,jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi.Terlihat Chelyn masih tidur nyenyak dengan posisi tengkurap.Gulingnya sudah berada di lantai akibat tendangannya yang tidak sengaja tadi malam.


Ibu Hana yang sudah memasak untuk sarapan mereka dan sedang menjemur kain membiarkan saja ia tidur sampai jam segitu.Karena akhir-akhir ini aktivitas Chelyn selalu padat dari menitipkan kue ke warung-warung,kuliah,dan juga bekerja di cafe serta mengambil uang penjualan kue ke warung sepulang dari cafe.


Handphone Chelyn bergetar di bawah bantalnya.Chelyn berusaha membuka matanya yang masih ngantuk berat.


"Halo!"Katanya menjawab telpon sambil menguap tanpa membaca siapa yang menelponnya.Lalu kembali memejamkan mata.


"Chelyn,kamu dimana?"Tanya seseorang dari seberang.Chelyn membuka matanya melihat si penelpon.


"Eh Tania?"Katanya.


"Chelyn kamu dimana sekarang?Aku udah sampai di Indonesia.Tadinya mau ngasih kamu surprise.Aku ke rumah kamu ternyata kamu ga ada disana.Kata pak David kamu dan bu Hana udah lama pergi dari rumah."


"Kamu di Indonesia?Kamu dimana?Aku kesana sekarang."Tanya Chelyn kegirangan.


"Kamu aja yang Shareloc. Nanti aku ke rumah kamu."


"Oh yauda deh.Ini aku shareloc yah..."Kata Chelyn mulai mengotak-atik Handphonenya.


"Oke Chelyn.Aku otw rumah kamu sekarang."


Chelyn meletakkan hpnya di kasur dan langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


"Kamu udah bangun nak?"Kata bu Hana yang baru masuk dari pintu belakang dengan membawa ember tempat kain yang baru dijemur.


"Udah bu.


Bu,Tania sekarang udah di Indonesia."Kata Chelyn memberitahu bu Hana.Bu Hana memang sudah mengenal Tania juga karena sudah lama bersahabat dengan Chelyn.


"Tania yang dulu sering datang ke rumah nak?"


"Iya bu.Ga tau sih kapan dia nyampai di Indonesia,yang jelas tadi pagi dia udah dari rumah papa.Makanya dia kecarian karna ga ada aku disana.Padahal rencana dia mau ngasih kejutan buat aku.


"Ibu ikut senang nak kalau emang nak Tania udah balik lagi ke sini.Kasian dia kalau harus tetap tinggal sama tantenya yang galak itu."


"Kalau gitu aku mandi dulu yah bu.Bentar lagi Tania datang ke sini."


"Oh yah?Kalau gitu ibu juga harus masak nih.Biar nanti nak Tania makan disini."


"Iyah bu.Masak yang super enak bu."Kata Chelyn tersenyum memasuki kamar mandi dan langsung mengunci pintu.


Suara guyuran air terdengar di kamar mandi diikuti suara Chelyn yang bernyanyi kecil.


Belum selesai mandi,pintu depan rumah sudah ada yang mengetuk.


"Permisi!"Terdengar suara seseorang disertai ketukan pintu.


"Sebentar kata bu Hana mematikan api kompornya.Lalu bergegas membuka pintu depan dengan menarik dasternya yang sedikit kepanjangan.


"Halo ibu Hana!"Kata Tania setelah pintu dibuka. Tania menyalim bu Hana.


"Nak Tania.Silakan masuk nak."Kata bu Hana tersenyum senang dengan kedatangan Tania.


Keduanya berjalan memasuki rumah sederhana.Tania berjalan perlahan memperhatikan rumah sederhana yang menjadi tempat tinggal Chelyn dan bu Hana sekarang.Lantai keramik yang sudah sangat kusam dengan cat dinding yang hampir pudar serta asbes yang sudah berubah warna dari putih menjadi kekuning-kuningan.


"Silakan duduk nak.Yah beginilah sekarang kondisi tempat tinggal ibu dan Chelyn."Kata bu Hana memberikan kursi plastik berwarna hijau.Tania duduk dengan senyum yang terpaksa.Ia sangat kasihan dengan keadaan yang menimpa sahabatnya.


"Chelyn nya mana bu?"Tanya Tania.

__ADS_1


"Nak Chelyn lagi mandi nak.Maklum lah dia agak siang tadi bangunnya.Kayaknya kecapean gitu nak.Soalnya akhir-akhir ini kan nak Chelyn benar-benar sibuk setiap hari.Pagi sebelum kuliah dia menitipkan kue di warung-warung dulu,habis itu kuliah,pulang kuliah dia kerja paruh waktu di cafe,yah bagian delivery makanan,sepulang dari cafe dia harus ngambil uang penjualan kue ke warung tempat penitipan.Belum lagi malamnya harus ngerjain tugas nak."


"Ya Tuhan. Gak nyangka Chelyn setangguh itu."


"Iyah nak.Ibu sebenarnya ga tega juga,tapi ibu juga gabisa lakuin apa-apa."


"Tania ngerti kok bu.Makasih yah bu,ibu udah nemenin Chelyn,ibu selalu ada buat Chelyn."


"Ibu udah anggap dia seperti anak ibu,nak."


"Syukurlah bu.


Ngomong-ngomong ini rumahnya kayak ada aroma masakan enak gitu.Ibu masak apa nih?"


"Eh..Ibu lupa.Tadi ibu lagi masak di dapur.Pas kamunya datang ibu matiin dulu kompornya.Kalau gitu ibu lanjut dulu masak nya yah nak.Biar nanti kita makan bareng."


"Aku bantu bu?"


"Ga usah nak.Biar ibu aja.Ntar lagi Chelyn udah selesai mandi.Kamu tunggu disini aja yah,sekalian ini ibu buatkan teh buat kamu."


"Eh..Ga usah bu Beneran.Aku lagi ga pengen minum gitu."


"Yauda deh nak.Ibu tinggal sebentar yah."


...****************...


Chelyn keluar dari kamar mandi dengan handuk dililitkan di kepalanya sehabis keramas.Ia berjalan ke ruang depan.Dilihatnya Tania duduk di sana sambil memainkan Handphone nya.


"Tania!"Katanya berlari dan langsung memeluk Tania.


"Chelynnnn...."Balas Tania memeluk Chelyn sambil menangis.


"Kamu apa kabar?Kapan kamu sampai di Indonesia?"


Chelyn melepaskan pelukannya dan duduk di kursi sebelah Tania.


"Aku prihatin dengan keadaan kamu sekarang.Tapi aku juga salut bangat sama sahabat aku ini.Kamu bisa setangguh itu ternyata.Chelyn si paling manja bisa juga jalanin hidup yang keras kayak gini."


"Berkat doa kamu juga.Trus berkat bu Hana dan Vincent."


"Vincent siapa?"Tanya Tania menatap Chelyn.


"Someone!" Kata Chelyn tersenyum.


"Your boy?" Lanjut Tania bertanya.


"Hmmm...My boyfriend."


"Wahhh..Syukurlah kalau masih banyak orang yang peduli sama kamu.Eh..Tapi om Zay sejahat itu yah biarin kamu pergi dari rumah?"


"Ga cuman biarin aku pergi.Beberapa hari lalu aku ngantarin orderan makanan ke rumah mereka.Ternyata papa sengaja ngorder makanan bukan karena mau makan,tapi pengen liat aku berani ngantar makanan ke tempat mereka atau enggak.Sampai disana papa dan demonic woman itu langsung nyinyirin aku dan dengan sombongnya papa injak-injak tuh makanan di depan aku.Aku juga ga ngerti kenapa papa jadi arogan dan sombong gitu.Makanya aku udah janji sama diri aku sendiri kalau aku ga akan balik lagi kesana,kecuali aku udah ga bernyawa."


"Chelyynn...Jangan ngomong gitu."Tania memeluk Chelyn.


"By the way kamu emang udah beda bangat Chelyn.Kamu jadi makin hitam gitu,pasti karena kerja kena panas matahari yah?"


"Gitu deh Tania.Muka aku juga kusam bangat.Mau perawatan juga rasanya sayang bangat duitnya.Mending buat beli kebutuhan."


"Aku salut bangat sama kamu,sumpah.Aku pikir aku udah kuat selama tinggal sama tante,ternyata sahabat aku jauh lebih kuat dan tangguh."

__ADS_1


"Kamu juga hebat.Aku tau gimana rasanya ada di posisi kamu.


Dan aku bahagiaaaaa bangat.Kamu bakalan tinggal lagi disini.Kita akan ketemu kapanpun kita mau.Terlebih,kamu bakalan menikah.Aku harap ini awal dari kebahagiaan kamu Tania."


"Amin..Makasih yah Chelyn.Semoga secepatnya juga kamu dapatin kebahagiaan kamu."


"Amin."


"Trus kapan nih kamu kenalin aku sama siapa tadi namanya?"


"Vincent?"


"Nah,Vincent..."Tania menyenggol lengan Tania menggodanya.


"Hihihi...Kapan yah?Hari ini kayaknya bisa deh.Kan minggu,aku ga masuk kerja.


Oh iya, kamu tau ga?Pertemuan aku dan dia itu lucu bangaaaaattttt....Kayak di drakor-drakor gitu deh.Dapat lucunya,dapat romantisnya.aaaaa...Mana dia tampan bangat lagi."


"Serius?"Kata Tania dengan wajah berseri dan mata berbinar dan senyum manisnya,sehingga terlihat gingsul yang ada pada taringnya.


"Iya.Trus rajin bangat beribadah.Pokonya pria idaman bangat deh.Perfect boy kalau kata aku.Ga nyangka bisa pacaran sama dia.Dan kamu tau?Ternyata dia anak dari pemilik cafe tempat kita sering nongkrong waktu SMA dulu."


"Wow...Ini menarik bangat sih.Ceritain dong gimana awal mula ketemu kamu sama dia.Penasaran bangat tau."Tania menggenggam tangan Chelyn tidak sabar mendengarkan cerita pertemuan Chelyn dan Vincent.


"Itu berawal saat aku diputusin Rayhan."


"Rayhan??Oh iya dulu kamu pacaran sama Rayhan kan?"


"Iya,tapi malah ditinggal nikah."


"Buset,parah tuh orang."Sahut Tania.


"Trus..trus?"Tania kepo dengan kelanjutan cerita Chelyn.


"Trus begonya,bodohnya,gobloknya aku....Aku sempat mau bunuh diri gara-gara diputusin Rayhan.Hahahhaha..."Chelyn tertawa mengakak menceritakan tingkah bodohnya waktu itu.


"Parah bangat kamu Chelyn hampir bunuh diri cuman gara-gara diputusin cowo ga ada akhlak kayak gitu."


"Aku udah tau sih alasan kenapa dia mutusin aku."


"Ya karna dia udah ada cewe baru kan?Yang lebih cantik,lebih wahh.."Celocos Tania geram.


"Bukan.Tapi demi kesembuhan ibunya.Ia berhutang budi sama keluarga Viola yang udah bantu biaya untuk operasi dan pengobatan mamaanya.Makanya aku udah maafin dia sekarang karna udah tau kebenarannya.Yang aku sayangkan kenapa coba dia ga bilang ke aku kalau dia lagi butuh duit banyak.Aku dan keluarga kan harusnya bisa bantu.Tapi,yaudalah...mungkin ini yang terbaik yang ditakdirkan Tuhan."


"Hmm..Iya sih.Trus pas kamu mau bunuh diri?"


"Aku dramatis bangat dong..berpamitan pada dunia ini sambil nangis tersedu-sedu membayangkan nanti mayat aku sampai di depan Rayhan dan dia bakalan ngerti sebesar apa cinta aku ke dia,trus dia bakalan nangis misteris menyesal udah mutusin aku."


"Hahaha...Ini sih beneran kayak sinetron."Tania tertawa.


"Pas aku udah mau lompat,tiba-tiba seseorang narik baju aku dan bilang 'belum waktunya.Semua orang juga bakalan mati tinggal nunggu waktunya aja'.semula aku kira itu Rayhan dong yang tiba-tiba muncul kayak pangeran nyelamatin aku.Trus seseorang itu narik aku sampai jatuh menimpa dia.Pas kau liat...Wihh...ganteng bangat.Tapi aku ga peduli sih.Aku tetap kepikiran sama Rayhan..Rayhan..Dan Rayhan...truss .."


"Nak,Kita makan dulu yok"Kata bu Hana yang tiba-tiba muncul memotong cerita Chelyn.Keduanya menatap ibu.


"Abis makan baru lanjut ngobrol lagi "kata bu Hana tersenyum.


"Baik bu."Kata Chelyn dan Tania serentak.Lalu berdiri dan berjalan mengikuti bu Hana menuju dapur.


"Pasti ibu masak enak bangat ini."Kata Tania langsung mengambil kursi dan duduk menunggu bu Hana menyajikan makanan untuknya.

__ADS_1


"Iya dong.Masakan bu Hana kan paling juara sedunia."Kata Chelyn memuji masakan bu Hana.


"Hehehe...Bis aja kalian nak."Bu Hana tersenyum sambil menyajikan makanan untuk Chelyn dan Tania.


__ADS_2