Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Dua Puluh Satu


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.Chelyn baru tiba di rumah sepulang kuliah.Chelyn berjalan ke dapur dengan langkah mengendap-endap.Dilihatnya bu Hana sedang membersihkan peralatan-peralatan dapur yang baru ia gunakan memasak makanan untuk nanti malam.


"Ehem...Halo bu Hana!"Sapanya dengan wajah ceria.


"Eh..."Bu Hana kaget.


"Nak Chelyn.udah pulang kamu nak?"


"Udah bu.Maaf yah bu Chelyn bikin ibu kaget."


"Hadeh nak.


Eh wajah kamu hari ini ceria bangat.Lagi jatuh cinta yah?"


"Setiap hari juga jatuh cinta bu,jatuh cinta sama Vincent." Gumamnya tersenyum.


"Aku punya kejutan buat ibu."


"Oh yah?"Bu Hana menghentikan pekerjaannya.


"Ini untuk ibu."Chelyn memberikan bingkisan untuk bu Hana."


"Apa ini nak?"Tanya bu Hana menerima bingkisan itu.


"Ibu buka aja."


Bu Hana mengelap tangannya yang masih basah karena mencuci piring,lalu duduk di kursi untuk membuka bingkisan dari Chelyn.


Begitu terkejutnya bu Hana ketika melihat isi bingkisan itu.Sebuah kalung berlian yang pastinya sangat malah harganya.


"Ini punya siapa nak?" Tangan bu Hana gemetaran memegang kalung yang masih berada di kotaknya itu.


"Buat ibu lah.Makanya hari ini aku lama pulangnya.Lama bangat tadi nyariinnya."


"Ya ampun nak.Ini kan perhiasan mahal.Ngapain kamu beliin segala buat ibu.Ibu ga pantas bangat makai kalung semahal ini.Kamu simpan aja buat kamu yah nak.Pasti kamu makin cantik kalo pakai kalung ini."Bu hana memberikan kalung itu pada Chelyn.Chelyn menerimanya dan langsung memasangkannya di leher bu Hana.


"Nah kan...Cantik bangat sama ibu.Di pakai yah bu." Chelyn tersenyum puas.


"Lagian ibu juga cuman disini-sini aja kan nak.Ngapain coba pakai barang semewah ini."


"Gapapa loh ibu.


Em...Besok aku mau bawa ibu jalan-jalan keliling kota,ke mal,emmm..semuanya lah."


"Ya ampun nak.Ga usah loh..."


"Gapapa bu.Di hari tua ibu memang ibu harus banyak refreshing. Ga boleh capek-capek lagi."


"Chelyn memang anak paling baik yang pernah ibu temuin."


"Hehehe...Dan ada satu lagi kejutan buat ibu."


"Ada lagi nak?"


"Ada dong.Sekarang ibu ikut aku ke depan yok."


"Kerjaan ibu belum selesai loh,nanggung juga.Ibu selesaiin dulu kali yah."Kata bu Hana berjalan menuju wastafel.


"Ga usah bu.Ayo ikut Chelyn."Chelyn menggandeng bu Hana ke depan.Di sana ada dua orang wanita muda duduk di kursi.Umur mereka sekitar 30-an tahun.


"Taraaaa...!"Kata Chelyn.


"Mereka siapa nak?"


"Mereka orang yang bakal bantuin ibu kerja di sini.Biar ibunya ga kecapean.Ayo duduk dulu bu."

__ADS_1


Mereka berempat duduk di kursi.


"Chelyn mau bagi tugas nih buat ibu dan mbak.


Jadi untuk tugas mbak Tiara kerjanya memasak tiga kali sehari.Untuk sarapan pagi, makan siang dan makan malam.Sekaligus membersihkan dapur dan peralatan dapur.Tambahannya nyuci kain pakai mesin cuci.


Untuk mbak Tasya,tugasnya tuh bersihin rumah depan,ruang tamu,teras dan menyiram tanaman.Tambahannya nyetrika pakaian.


Dan untuk bu Hana tugasnya merapikan kamar papah.Kalau kamar aku,aku bisa bersihin dan rapiin sendiri.Tambahannya merapikan baju aku dan baju papa yang udah disetrika sama mbak Tasya ke lemari.


Oke...Jadi itu tugas masing-masing bu Hana,mbak Tiara dan mbak Tasya."


Tasya dan Tiara mengangguk dengan senang hati.


"Kok kerjaan ibu dikit bangat nak? Simpel gitu lagi."Lanjut bu Hana.


"Iyah gapapa bu.Itu udah pas kok."


"Ibu ga enak jadinya kalo kayak gini.Manding semuanya dikerjakan sama-sama aja."


"Gapapa ibu.Ntar kalau kerjaan ibu udah beres,ibu istirahat aja.Atau kalau mau jalan-jalan ke mana juga bisa kok bu."


Bu Hana hanya terdiam merasa tidak enak pada kedua asisten rumah tangga yang baru.


"Ibu...Gapapa loh.Selama ini ibu udah bekerja dengan sangat baik dan memuaskan.Sekarang saatnya ibu santai gitu nikmatin masa tua ibu."


"Makasih yah nak.Kamu baik bangat sama ibu."Katanya menangis memegang tangan Chelyn .


"Iyah bu.Chelyn sayang bangat sama ibu."Chelyn memeluk bu Hana.


...****************...


Pagi-pagi terdengar suara mbak Tiara yang sudah memasak,mbak Chelyn menyapu rumah,sementara bu Hana hanya diam di kamar Chelyn.Tadi malam Chelyn meminta bu Hana tidur bersamanya.Sepertinya ia sengaja agar bu Hana tidak pergi membantu pekerjaan mbak Tiara dan mbak Tasya.


"Iya nak."


"Kalau gitu Chelyn mandi dulu yah bu."Kata Chelyn menuju kamar mandi di kamarnya.Bu hana mengangguk tersenyum.


Chelyn sudah mandi.Ketika ia keluar dari kamar mandi,dilihatnya kamarnya sudah rapi.


"Ya ampun,ibu rapiin kamar aku?"


"Iyah gapapa nak.Lagian kan ibu ga ngapa-ngapain tadi.Masa duduk-duduk aja."


"Iyah gapapa.Ibu duduk-duduk aja.


Yaudah deh bu.Kayaknya papa udah bangun.Ibu udah bisa rapiin kamar papa."


"Ibu turun dulu yah nak."Kata Ibu Hana keluar dari kamar Chelyn.


Chelyn pun memakai baju kampusnya dan dilanjut dengan mengoleskan make up dan bedak di wajahnya.Tidak lupa memakai jam tangannya.


Setelah berpenampilan rapi dan cantik,Chelyn turun.Dilihatnya makanan sudah beres di meja makan.


"Sarapannya udah beres non."Kata Tiara dengan sopan.


"Makasih mbak Tiara."Katanya tersenyum lalu duduk untuk sarapan.Tak berapa lama papa juga keluar dari kamar dengan pakaian kantornya.


"Selamat pagi papah."Sapa Chelyn.


"Pagi juga putri papa yang paling cantik sedunia."Sahut papa duduk di kursi makan menghadap ke Chelyn.


"Wah...kayaknya enak bangat nih masakan mbak Tiara."Kata Papa.Mbak Tiara tersipu malu sambil menyajikan piring untuk Chelyn dan pak Zay Wijaya.


"Emm...Delicious! "Kata Chelyn pada suapan pertama.

__ADS_1


"Enak mbak."Katanya melirik mbak Tiara.Mbak Tiara tersenyum.


"Mari makan!" Kata papah ramah.


"Silakan pak."Sahutnya menunduk.


Papa dan Chelyn sangat menikmati sarapan pagi itu.Itu tidak kalah enaknya dengan masakan bu Hana.


Setelah makan Chelyn meminta izin pada papa sepulang kuliah nanti bawa bu Hana keluar jalan-jalan.Papa pun tidak keberatan.Ia mengijinkan Chelyn membawa bu Hana jalan-jalan.


"Makasih papah."Katanya memeluk papa.


"Iya sayang.Tapi jangan sampai malam yah."Kata papa menepuk-nepuk bahu Chelyn.


"Siap bos!" Kata Chelyn menghormat papanya.


"Hahah...Anak papa ini." papa tertawa melihat tingkah lucu putri tunggalnya.


"Kalau gitu papa berangkat ke kantor yah nak."


"Iya pah.Hati-hati yah pah."Katanya menyalim tangan papanya.


"Iyah nak.Kamu juga yah.Nanti hati-hati nyetir mobilnya.Jangan mengebut-ngebut."


"Iyah pah."


...****************...


Sepulang kuliah,Chelyn berjalan memasuki rumah dengan berlari kecil.


"Bu Hana!" Serunya berlari menuju kamar bu Hana.Namun ia tidak menemui bu Hana di kamarnya.


"Bu..."Panggilnya menuju dapur,juga tidak ada bu Hana.Di sana ada mbak Tiara yang tengah mencuci peralatan masak.


"Mbak Tiara ada liat bu Hana ga?" Tanya Chelyn.


"Oh...Bu Hana katanya tadi mau bersihin taman di samping rumah non."


"Hah?Ya ampun bu Hana emang ga bisa diam aja.Selalu pengen kerja kerja dan kerja."Celoteh Chelyn berjalan menuju taman samping rumah.


Dilihatnya bu Hana sedang memotong dedaunan bunga yang sudah masak.


"Ibu disini."Kata Chelyn manyun.


"Eh nak Chelyn."Sahut bu Hana tersenyum.


"Ibu kok kerja disini sih?Chelyn kan udah bilang ibu kalo udah beresin kamar papa istirahat aja."


"Gapapa kok nak.Ini kan cuman kerjaan ringan."


"Huhhhfttt...


Yauda,sekarang ibu mandi yah!"


"Mandi? "


"Iyah,kita kan mau jalan-jalan siang ini."


"Ke mana nak?"


"Ke mana aja.Pokoknya kita akan happy-happy hari ini." Kata Chelyn bersemangat.


"Yaudah deh nak.Ibu mandi dulu yah."


"Iyah bu.Chelyn juga mau ganti baju dulu."

__ADS_1


__ADS_2