
Sejak terbangun dari mimpi buruk tadi,Chelyn tidak dapat lagi memejamkan matanya.Matanya terus saja memandangi langit-langit kamarnya.Suasana saat itu sudah sangat hening.Jam masih menunjukkan pukul dua subuh.Mimpi buruknya tadi masih saja menghantui pikirannya.
Ia mencoba menghilangkan bayangan itu dengan menonton drama Korea romantis di laptopnya.Namun tetap saja bayangan itu muncul di pikirannya.
Chelyn beranjak dari tempat tidurnya.Berjalan menuju rak buku yang berada di pojok kanan kamarnya.Ia membuka jendela kaca kamarnya yang berada di lantai dua.Ia menghirup udara segar sejenak disana.Kemudian kembali ke tempat tidurnya.Jendela tetap ia biarkan terbuka.
Chelyn duduk bersandar di tempat tidurnya sambil membaca Alkitab .Membaca selama kurang lebih tiga puluh menit cukup menenangkan pikirannya.Chelyn kembali membaringkan tubuhnya dan tertidur.
...****************...
Sepulang dari kampus,Chelyn langsung menuju gereja yang dimaksud Vincent beberapa hari yang lalu.Sampai di depan gereja,ia turun dari mobil dan melihat Vincent tengah duduk di teras.
"Vincent!" Serunya sambil berlari menghampiri Vincent.Chelyn langsung memeluk erat Vincent sambil menangis.
"Syukurlah kamu disini."
"Iya,aku tau kamu bakal nemuin aku ke sini."Sahut Vincent.Chelyn langsung melepaskan pelukannya lalu duduk di sebelah Vincent.
"Aku mau cerita."
"Cerita apa Chelyn?"
__ADS_1
Chelyn sedikit menggeser posisi duduknya,agak menghadap Vincent.Ia menatap Vincent dengan mata berkaca-kaca.
"Tadi malam aku mimpi buruk."
"Oh yah?Mimpi apa?"
"Aku mimpiin aku lagi di sebuah tempat yang gelap bangat dan gak ada siapa-siapa disana.Hanya aku sendiri.Tempatnya seperti goa tapi aku sama sekali ga tau jalan keluarnya.Di mimpiku aku sedang tidur,pas aku terbangun aku udah ada di tempat gelap itu.Aku teriak minta tolong tapi kayaknya ga ada yang denger.Tiba-tiba ada makhluk jumlahnya banyak dan aku ga tau makhluk apa itu.Mereka mendekati aku dan aku cuman bisa nangis.Disitu aku langsung terbangun." Chelyn menceritakan sedetailnya tentang mimpi buruknya pada Vincent.
Vincent terdiam,sepertinya ia tau sesuatu tentang mimpi itu.Itu seperti pertanda buruk untuk Chelyn.
"Kamu tau arti mimpi itu?"Tanya Chelyn menatap Vincent.Ia menunggu jawaban yang melegakan keluar dari mulut Vincen.
"Ini beda.Mimpi yang semacam ini pasti ada artinya,dan artinya pasti buruk."
"Apa aku akan meninggal?"Tanya Chelyn sambil menangis histeris.
"Sssttt...Jangan nangis.Tenangin diri kamu.Percaya sama aku semua akan baik-baik aja."Vincent memeluk Chelyn dan berusaha menenangkannya.
"Setelah aku pikir-pikir itu kayak cocok bangat jadi arti dari mimpi buruk itu."
"Engga Chelyn."
__ADS_1
"Kamu dekat kan sama Tuhan?"
"Iya.Kita memang harus selalu mendekatkan diri padaNya."
"Kalau gitu aku minta tolong bilang ke Tuhan jangan panggil aku dulu.Aku mohonn...."Pintanya sambil menangis sesenggukan.Vincent tak kuasa melihat Chelyn setakut itu dan menangis seperti itu.Air matanya ikut menetes.
"Mari sama-sama minta sama Tuhan."
Chelyn masih saja menangis.
"Hey! Jangan nangis lagi.Tidak akan terjadi hal buruk.Adakalanya ketika bermimpi buruk,arti dari mimpi itu adalah baik.Dan sebaliknya adakalanya ketika bermimpi indah,arti dari mimpi itu adalah buruk."
"Semoga semuanya baik-baik aja."Kata Chelyn sedikit lega mendengar ucapan Vincent itu.Ia menghapus air matanya.
"Mau nyanyi rohani sama aku?Itu bisa menenangkan pikiran kita yang lagi kacau."
Chelyn hanya mengangguk.
"Yaudah,kita masuk yok.Aku bermain musik,kamu jadi penyanyinya."Ajak Vincent tersenyum riang.
"Boleh!" Sahut Chelyn ikut tersenyum.
__ADS_1