
Dengan tulle dress berwarna pastel,gaya rambut waterfall franch braid serta sepatu ankle strap heels yang juga berwarna pastel,Chelyn turun dari mobil didampingi oleh Vincent.Vincent yang memakai kemeja putih dilapisi rompi dan jas yang berwarna sama dengan Chelyn membuat keduanya tampil sangat serasi.Hari ini mereka menghadiri acara pernikahan Rayhan dan Viola.Kedatangan mereka berdua mencuri perhatian orang-orang disana.Layaknya sepasang kekasih keduanya berjalan dengan Chelyn menggandeng tangan Vincent.
"Huhhfft...Malah diliatin gini.Aku mau pulang aja ah."Bisik Vincent yang risih dengan pandangan orang-orang yang terpokus pada mereka berdua.
"Hahah...Kok malah mau pulang.Biasa aja kali diliatin kayak gitu.Mereka semua palingan cuma pangling sama ketampanan kamu."Jawab Chelyn juga berbisik dengan santainya.Chelyn memang sudah sering berada di situasi seperti ini,menjadi bahan perhatian orang-orang ketika di kondangan atau di pesta ulang tahun,begitupun saat acara-acara di kampusnya.Chelyn hanya tersenyum ramah pada orang-orang yang memandangnya dan menyapa balik orang yang menyapanya.
"Aku ga nyaman dilihatin orang-orang."Vincent menghentikan langkahnya.Chelyn pun ikut berhenti.
"Kenapa?Kamu ga percaya diri?Nih aku kasih tau yah kamu ini tampan bangat dan keren bangat malam ini.Aku aja sampai bangga gitu bisa gandeng tangan kamu."
"Ah kamu..."Kata Vincent tersipu malu mendapat pujian dari Chelyn.
"Yaudah yok!" Chelyn menarik tangan Vincent.
"Ehh...Mantan ternyata datang juga."Seru Cia teman sekampus Chelyn dan Rayhan yang sedang ngumpul dengan teman-teman kampus yang lain.Chelyn hanya tersenyum menanggapi mereka.
"Chelyn nya kapan nih?Calon nya boleh juga tuh.Udah cocok bangat tuh Chelyn."Lanjut Kevin.
"Hehehe...Bisa aja kamu."Jawabnya malu dengan wajah memerah.Keduanya kemudian lanjut berjalan menuju pelaminan Rayhan dan Viola.
...****************...
__ADS_1
"Hadeh...Capek bangat!" Chelyn merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya yang empuk.Sepatunya belum dilepas,tasnya dicampakkan begitu saja di atas tempat tidurnya.
Matanya berbinar mengingat selama di pesta pernikahan Rayhan orang-orang menyangka Vincent adalah pacarnya dan mengatakan keduanya sangat cocok.Itu membuat Chelyn sangat bahagia.Chelyn berharap yang ada di pikiran orang-orang tadi tentang hubungannya dan Vincent menjadi kenyataan,yaitu mereka benar-benar berpacaran.
Chelyn terus saja membayangkan wajah tampan itu.Pikirannya hanya dipenuhi Vincent,Vincent,dan Vincent.Sama sekali tidak bisa lepas dari pikirannya.Chelyn sudah benar-benar jatuh cinta pada Vincent.
"Chelyn!"Terdengar suara papa memanggil dari lantai bawah.
"Iya pah!"Sahutnya dari dalam kamarnya.Ia beranjak dari tempat tidur dan menemui papa yang memanggilnya.
"Kamu udah pulang,nak?"Kata papa setelah Chelyn tiba di kursi tamu dan duduk di samping papanya.
"Iyah pah,barusan aja".
"Jadi pah."
"Ohh...Baguslah.Jadi kamu ada pasangan ke pernikahan mantan kamu itu.Biar dia juga tau kalau anak papa yang cantik ini bisa dapatin pria yang jauh lebih baik dari dia."
"Hehehe...Bisa aja papa."Chelyn memegangi hidungnya karena salah tingkah.
"Pah,tadi banyak bangat yang ngirain aku dan Vincent pacaran.Trus pada bilang cocoklah,serasi lah,nanya kapan nyusul Rayhan lah."
__ADS_1
"Oh yah?Trus gimana?Putri papah Zay Wijaya ini senang dikira pacaran sama Vincent?"
"Hihihi..."Chelyn tidak menjawab.Ia hanya cengengesan mendapat pertanyaan seperti itu dari ayahnya.
"Papa sih setuju bangat kalau suatu saat nanti Vincent jadi pendamping hidup kamu.Papa liat dia itu pria yang baik,penyayang,mengerti agama lagi.Pasti dia bakal jadi suami yang baik dan jadi ayah yang bertanggung jawab untuk istri dan anaknya nanti."
Chelyn semakin salah tingkah mendengar papanya memuji Vincent seperti itu.Tiba-tiba pikirannya melayang.Membayangkan menikah dengan Vincent, Vincent mencium keningnya di pelaminan,mengurus dia sewaktu hamil,dan memanjakan dia dan juga anak-anak mereka.Chelyn senyam senyum sendiri terbawa suasana.Sementara papah asyik menonton televisi.
"Pak,Nak Chelyn.Makan malamnya udah siap." Kata bu Hana membuyarkan khayalan Chelyn.
"Oh iya bu Hana,terimakasih."Jawab papa tersenyum.Bu Hana mengangguk tersenyum dan dan langsung kembali ke dapur.
"Yauda,kita makan dulu yuk nak."Kata papa pada Chelyn.
"Eum...Aku belum laper pah.Aku makan banyak tadi di pesta."
"Hahaha....Anak papa makan banyak di pesta?"Papa tertawa ngakak.
"Hehehe...iyah pah.Belum lagi tadi banyak jajan selama di jalan mau pulang ke rumah."
"Chely..Chelyn...kalau gitu papa makan duluan yah.Kamu juga makan nanti."
__ADS_1
"Siap pah!"Katanya menghormat papanya.
Setelah papa pergi makan malam,Chelyn berbaring di sofa melanjutkan khayalannya menjadi istri Vincent yang tadi tertunda karena bu Hana yang tiba-tiba datang.