
Chelyn menuju cafe keluarga Vincent dengan air mata berlinang.Sampai di depan cafe Chelyn langsung berlari mencari Vincent.Belum memasuki pintu,terlihat Vincent keluar dari dalam cafe.
"Vincent.!"Kata Chelyn berlari menghampiri Vincent.
"Sayang?Kamu ke sini?Kamu kenapa nangis?"
"Aaaaaa...."Kata Chelyn semakin kencang menangis sambil memeluk Vincent.
"Sssstttt...Kamu kenapa?Kita masuk yah?Kamu cerita sama aku.Kamu jangan nangis disini nanti orang salah paham."
Vincent memapah Chelyn masuk ke cafe dan menaiki tangga menuju ruang tamu.
"Kamu duduk dulu disini,dan kamu cerita sama aku."Kata Vincent duduk di sebelah Chelyn.Ia memandangi Chelyn.
"Kenapa sayang?"Katanya pada Chelyn yang masih saja menangis.
"Papaaaaa....."Katanya menangis.
"Kenapa dengan papa?"Sahut Vincent memeluk Chelyn.
"Aku benci sama papa.Aku benci sama papaaaaaa."Chelyn mencengkeram baju Vincent.
"Heiii...Papa emang ngapain lagi?"
"Tadi aku ngantar makanan ke rumahnya.Seperti biasa mereka langsung cari gara-gara lagi sama aku.Bahkan Iblis itu nampar aku."
"Mama tiri kamu nampar kamu?"
"Iyah,tapi aku bales juga.Abis itu papa usir aku.Aku pikir saat aku datang ke rumah itu papa bakalan nyambut aku dengan senang dan langsung memeluk aku.Papa jahaaatttt."
"Ya ampun sayang."
"Kenapa akhir-akhir ini hidup aku berantakan bangat?Aku punya salah apa sampai hidup aku sehancur ini sekarang.Aku ga pernah sedikitpun membayangkan akan berada di situasi ini.Kenapa Tuhan jahat bangat sama aku?"
"Husshhhh...Sayang.Kamu jangan ngomong gitu.Tuhan itu sangat baik pada umatnya.Jangan pernah ngomong gitu lagi yah?Tuhan sayang sama kamu."
"Aku benci hidup aku yang sekarang."
"Ini salah aku."Kata Vincent.
"Kenapa?Kamu ga ada hubungannya dengan masalah aku ini."
__ADS_1
"Andai aku ga menggagalkan kematian kamu,kamu ga akan sampai pada situasi menyedihkan ini.Aku yang membuat kita bernasib buruk seperti sekarang."Kata Vincent dalam hati sambil meneteskan air mata.
"Sayang."Kata Chelyn memandangi Vincent yang sedang menangis.
"Iyah sayang?"
"Pengen deh rasanya aku mati,trus mayat aku sampai di depan mata papa aku.Aku pengeeeennn bangat liat gimana reaksi papa aku.Aku pengen liat dia menyesal karena udah jahat sama aku."
"Sayang!"Bentak Vincent menatap Chelyn.Itu membuat Chelyn tersentak tersentak.
"Kenapa kamu ngomong kayak gitu?Aku udah bilang aku ga suka kamu bicara tentang kematian."Vincent menangis sambil memeluk Chelyn erat-erat.
"Soalnya aku udah bosen hidup kayak gini yang."
"Kamu jangan ngomong gituuu.Jangan biarin perjuangan aku sia-sia yanggg."Vincent menciumi kening Chelyn.
"Maksud kamu?"
"Suatu saat kamu bakalan ngerti maksud aku.Sekarang belum waktunya kamu tau."
"Kenapa kamu selalu aja ga bisa terus terang sama aku?Kenapa aku selalu disuruh nunggu,nunggu,dan nunggu?"
"Iya aku minta maaf.Tapi aku rasa ini bukan waktu yang tepat."
"Vincent udah cerita tentang kamu ke tante.Tante ikutan sedih tau keadaan kamu yang sekarang nak."Tante Widya memeluk Chelyn dengan rasa iba.
"Iya tante."
"Tante kangen bangat sama kamu.Syukurlah kamu datang ke sini nak."
"Chelyn juga kangen bangat sama tante,tapi akhir-akhir ini Chelyn sibuk kuliah dan kerja.Jadi Chelyn ga ada waktu buat datang ke sini."
"Iya nak.Tante ngerti.
Chelyn udah makan?"
"Belum sih tan.Ini aja harusnya aku masih harus balik ke tempat kerja,tapi karena tadi ada masalah,aku mau curhat dulu sama Vincent."
"Masalah apa kalau boleh tau nak?"
"Biasalah ma.Papa dan mama tirinya Chelyn selalu aja bikin dia nangis."Celocos Vincent kesal pada orang tua Chelyn.
__ADS_1
"Ya ampun.Tante juga ga bisa lakuin apa-apa buat kamu nak.Kalau kamu mau,mending kamu tinggal sama tante aja."
"Wahh..Boleh juga tuh mah."Kata Vincent tersenyum lebar.
"Ga deh tante.Makasih sebelumnya.Tapi Chelyn ga mau ngerepotin keluarga tante."
"Ga ngerepotin kok nak.Atau kalau kamu ngerasa ga enak biar nanti pulang kuliah kamu bantu-bantu disini aja.Daripada kamu kerja di tempat lain kan?"
"Makasih yah tante.Tante baik bangat.Tapi Chelyn mau mandiri.Lagian ada bu Hana juga kan Tan?"
"Hmm...Kalau emang itu yang Chelyn mau,yaudah deh nak."
"Kalau gitu Chelyn pulang dulu yah tante.Ntar bu Hana kecarian sama Chelyn."
"Padahal tante masih mau ngobrol sama Chelyn."
"Lain kali aja deh tante Chelyn datang ke sini.Jadi kita bisa ngobrol lebih lama lagi."
"Beneran yah kalau ada waktu datang ke sini?"
"Pasti tan.
Kalau gitu aku pulang dulu yah,tan."
"Iya nak.Hati-hati yah?
Eh...Vincent,kamu antar aja deh Chelyn nya."
"Ga usah tante,Chelyn pulang sendiri aja."
"Ehh..Ini udah malam loh.Masa anak gadis pulang sendiri malam-malam.Apalagi kata Vincent rumah kamu melewati gang kecil gitu.Tante khawatir nak."
"Aku antar yah sayang?"
"Boleh deh.Makasih ya tante.Chelyn pamit pulang."Kata Chelyn setelah dibujuk menyalim tangan tante Widya.
...****************...
Setelah mengantarkan Chelyn sampai rumah dan mengobrol sebentar dengan bu Hana,Vincent pamit pulang.Vincent berjalan menelusuri gang sempit itu karena mobilnya tidak bisa masuk melewati gang sempit menuju rumah Chelyn.
Tiba-tiba sekumpulan cahaya muncul di hadapannya.Cahaya itu berubah menjadi seorang pria berjubah putih lalu berdiri di hadapan Vincent.
__ADS_1
"Sepertinya kau sangat menikmati hukumanmu.Kau benar-benar bertingkah seperti manusia-manusia itu.Kau sekarang hidup dalam kebohongan.Kuingatkan engkau,kau harus tau siapa kau sebenarnya.Walaupun kau sudah terkena hukuman,kau tetap harus menjalankan tugas yang sudah diembankan padamu,Jangan ceroboh!"Kata pria itu menatap Vincent dengan wajah datar,lalu kembali berubah menjadi segumpalan cahaya dan terbang ke langit.Vincent terus memandangi cahaya yang perlahan terbang lalu menghilang tanpa jejak.