
"Akhirnya kamu keluar juga mas."Kata Selia menghampiri pak Zay yang baru keluar dari kantor bersama body guard nya.
"Ngapain kamu ke sini?"Tanya papa sambil memperhatikan sekelilingnya.
"Nemuin kamulah mas.Dari siang aku udah nungguin kamu loh disini."
"Trus,ngapain nemuin saya?"
"Mas lupa sama surat perjanjian yang udah mas tandatangani dua hari yang lalu tepatnya di hari ulang tahun mas?"
"Selia,saya minta tolong sekali.Tolong jauhin saya.Saya akan kasih berapapun uang yang kamu minta."Kata papa dengan wajah memelas.
"Gak bisa gitu dong mas.Mas harus tanggung jawab.
Lagian mas juga waktu itu udah bilang mau nikahin aku,eh..malah batalin.Mana aku langsung dipecat lagi.Jahat bangat tau."Katanya manyun sok manja di depan pak Zay.
"Itu dulu.Sekarang saya udah ga mau nikah sama kamu atau sama siapapun.Saya tidak mau mengecewakan putri saya."
"Mas!"Katanya menangis.
Papa langsung masuk ke mobil dan menutup pintu rapat-rapat.
"Kita pulang!"Perintah papa pada pak Dito,sopirnya.
"Mas!"Teriak Selin sambil menangis.
"Kurang ajar kamu mas.Awas aja kamu yah.Kamu pikir kamu bisa lari dari aku?Kamu yang awalnya bilang bakal nikahin aku,tiba-tiba batalin lagi dengan alasan anak kamu ga setuju.Aku ga terima yah mas Zay,aku bukan mainanmu."Gumamnya dengan wajah kesal.
...****************...
Selin tengah menikmati makan malam bersama papa.Papa selalu berusaha menutupi kekacauan pikirannya dari Chelyn.
"Papa mau nambah?"
"Ga nak.Papah udah cukup."
"Yauda deh pah."Katanya melanjutkan makan.
Suara telepon rumah berbunyi.Bu Hana langsung menjawab.Setelah menjawab telepon dari pak David security di rumah itu,bu Hana menghampiri Chelin dan papa yang sedang makan malam.
"Pak,kata David ada tamu di luar."
"Tamu?Siapa malam-malam begini datang bertamu?Suruh dia masuk."Kata papa.
Bu Hana langsung menuju pintu depan dan membuka.Seorang wanita tinggi dengan rambut panjang terurai,berkulit putih berdiri di depan pintu.Bu Hana memperhatikan wajah itu,namun tampaknya ia belum pernah bertemu wanita itu sebelumnya semenjak ia bekerja di sana selama 20 tahun.
"Permisi bi."Katanya.
"Iyah mbak.Silakan masuk.Pak Zay dan nak Chelyn lagi makan malam."
"Oh gitu bi."
"Mbak silakan duduk dulu.Saya ambilkan minuman."Kata Bu Hana mempersilakan wanita itu duduk di ruang tamu.
"Makasih bi."
Tak berapa lama bu Hana bersama papa dan Chelyn tiba di ruang tamu.Mata papa terbelalak ketika melihat Selia duduk disana.
"Siapa pah?"Bisik Chelyn.
"Halo mas!"Sapanya.
"Mas?"Kata Chelyn keheranan.
"Hai cantik,pasti kamu Chelyn yah?"
"Kok tau tante?"
"Tau dong.Eh..Kok kalian malah berdiri.Mari duduk."Kata Selia seolah dia pemilik rumah.
Papa duduk berdampingan dengan Chelyn.
"Kayaknya Chelyn dekat bangat yah sama papanya?"
__ADS_1
"Hemm..Iya tante."Jawab Chelyn tersenyum.
"Keliatan bangat."Selia tersenyum.
"Kalau boleh tau tante ini siapa yah?Chelyn belum pernah liat sebelumnya."
"Coba kamu tanya papa kamu."Sahutnya.
"Pah,papa kenal?Dia siapa?"
"Dia Selia, mantan sekretaris papah,nak."
"Ohh..Mantan sekretaris.Pantes cantik gitu."Sahut Chelyn tersenyum memandang Selia.
"Hahaha...Chelyn juga cantik bangat."
"Ah..Tante bisa aja."
"Ngomong-omong malam-malam ke sini ada apa yah tante?Apa tante mau minta kerja sama papah lagi?"
"Ehm...Pertanyaannya tepat sekali sayang."Jawab Chelya.Wajah papa sudah pucat memikirkan apa yang akan terjadi 5 menit kemudian.
"Kasih tau mas."Selia melirik papa.
"Kok manggil mas sih?Iya tau ini di luar kantor tapi agak aneh ga sih."Kata Chelyn risih dengan panggilan wanita itu pada papanya.
"Ah...Mas lama.Biar aku aja deh yang ngomong.
Jadi kedatangan tante ke sini adalah untuk minta pertanggung jawaban papa kamu,mas Zay Wijaya."
Bu Hana dan Chelyn keheranan mendengarnya.
"Maksudnya apa yah tante?"
"Jadi,papa kamu..."
"Cukup Selia!"Bentak papa.Semua orang di rumah itu kaget.
"Pah?"Kata Chelyn ketakutan.
"Papah kenapa?" Tanya Chelyn ragu.
"Maafin papa nak.Papa juga ga pernah menyangka akan berada di situasi ini.Dan papa benar-benar ga ngerti kenapa ini bisa terjadi."
"Maksud papa apa?"Chelyn ikutan menangis.Papa melepaskan pelukannya.
"Papa kamu harus bertanggung jawab sama tante.Tante sekarang mengandung anaknya dia."
"Hah?Apah?Gak...Gak mungkin..Ga mungkin...Ga mungkin..."Chelyn menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.
"Itu nyatanya!"
"Ga mungkiiiiiinnnnnnn...."Teriak Chelyn menutup telinganya.
"Papa juga ga ngerti nak.Ini cuman jebakan wanita ini."
"Pah...Kenapa papa bisa serendah itu?"
"Papah cuman dijebak nak.Ini cuman jebakan buat keluarga kita."
"Bohong,Zay Wijaya melakukan itu bersama saya sewaktu meeting di luar kota dua bulan lalu.Kami tidur sekamar dan saat itu dia mabuk dan melakukan itu pada saya."Wanita itu menangis.
Plaakk!!!!
Tangan Chelyn mendarat di pipi wanita itu.
"Wanita kurang ajar.Wanita rendahan,ga punya harga diri.Segitunya kamu berekting untuk bisa menjadi bagian dari keluarga kami."Kata Chelyn marah.Tatapan matanya pada wanita itu seperti tatapan singa siap menerkam mangsa.
"Nak!"Kata papa merangkul Chelyn.Bu Hana sampai menutup mulutnya yang melongo melihat Chelyn bisa sekasar itu.Selama ini yang ia tau Chelyn adalah wanita lembut dan tutur katanya sangatlah sopan.
"Sampai kapanpun kamu ga akan pernah bisa menjadi bagian dari keluarga Wijaya.Dasar murahan!"Chelyn menunjuk-nunjuk wanita itu.Wanita itu menggertakkan gigi.
"Pak David,pak Andre! Bawa wanita rendahan ini keluar."Seru Chelyn pada security dan body guard papanya.
__ADS_1
"Anak kurang ajar.Awas aja kamu yah bajingan.Kamu pikir kamu bisa menang?"Kata Selia ketika sudah ditahan oleh pak David dan pak Andre.Ia melemparkan sebuah surat yang dipegangnya sedari tadi.
"Baca itu anak bodoh!"Katanya.Lalu pak Andre dan pak David membawanya keluar.
Chelyn mengambil surat yang terjatuh di lantai dan membacanya dari atas sampai ke bawah.
"Ini surat perjanjian papa akan menikahi wanita brengsek itu?"Kata Chelyn menatap papa.Papa menunduk tidak berani menatap putrinya.
"Apa papa baca ini sebelum tanda tangan? Kapan papa tanda tangani surat ini?"
"Nak,saat itu papa benar-benar bingung harus bagaimana.Dia datang mengaku-ngaku hamil anak papa saat pesta ulang tahun papa dua hari yang lalu.Papa sendiri tidak tahu dia hamil benaran atau tidak.Dan Kalaupun dia hamil,pasti bukan karena papa.Papa tidak pernah melakukan hal serendah itu pada wanita itu.
Saat itu dia mengancam papa,kalau tidak mau tanda tangani surat ini,dia akan berbicara langsung di depan teman-teman papa,karyawan papa,dan teman-teman kamu.Papa ga mau keluarga kita dipermalukan di saat-saat bahagia seperti itu nak."
"Astaga pah.Dengan papa menandatangani surat ini,artinya papa setuju untuk menikahi Wanita rendahan itu dalam bulan ini."
"Tenang nak.Papa tidak akan melakukan itu."Papa memeluk Chelyn.Chelyn melepaskan diri dari pelukan itu.
"Aku juga tidak bisa percaya sepenuhnya pada papa.Jangan-jangan dia wanita yang sempat ingin papa nikahi waktu itu.Iyakan pa?"
Papa terdiam.
"Jawab Chelyn pah!"
Papa mengangguk.
"Apa bahkan sebelum mama meninggal pun papa sudah ada hubungan dengan wanita murahan itu?"
"Ga nak.Papa sama sekali tidak pernah mengkhianati mama kamu,papa bisa bersumpah."
"Aku kecewa sama papa."
"Kamu tenang yah nak.Dia ga akan mendapat posisi apa-apa di keluarga kita.Papa tidak akan pernah menikahi iblis itu."
"Hah??Pah,papa tau konsekuensinya kalau papa ga menikahi dia?Papa akan dipenjara seumur hidup.Ini adalah isi perjanjian yang papa tanda tangani.
Jadi aku minta,papa nikahin dia secepatnya.Sebelum berita menjijikkan ini menyebar dan pada akhirnya papa akan tetap menikahi dia.Jangan mempersulit keadaan lagi."Kata Chelyn berjalan meninggalkan papanya.
"Nak,maafin papa yah."Kata papa.Chelyn menghentikan langkahnya.
"Kenapa minta maaf?Kita hanya terjebak oleh wanita murahan itu kan?"
Chelyn kembali melanjutkan langkahnya.Ia mengambil mobil dari garasi dan langsung melaju kencang meninggalkan rumah itu.
...****************...
"Vincent."Katanya memanggil Vincent.Ia berdiri menangis di sebelah mobilnya.
"Chelyn kamu kenapa?"Vincent menghampiri Chelyn.
"Aaaaaaaaa."Teriak Chelyn.
"Kenapa?Kamu kenapa?Cerita dulu!"Vincent memeluk Chelyn.
"Papah akan menikah!"
"Apa?Kata om waktu itu dia akan menikah lagi."
"Papa juga maunya gitu.Tapi papa dijebak oleh wanita iblis itu."
"Wanita iblis?"Sahut Vincent keheranan siapa yang Chelyn sebut wanita iblis.
"Iyah,dia mengaku-ngaku kalau dia lagi hamil anak papa.Itu terjadi saat mereka ada meeting di luar kota dua bulan lalu.Dan di acara ulang tahun papa dua hari lalu,dia nemuin papa dan mengancam kalau dia akan secara terang-terangan bicara di depan umum tentang kehamilannya.Mau ga mau papa langsung asal tanda tangani surat perjanjian yang ia bawa.Dan ternyata isinya ialah papa harus menikahi dia dalam bulan ini.Kalau engga papa akan dipenjara seumur hidup."Chelyn menjelaskan pada Vincent sambil berderai air mata.
"Ya Tuhan.Ini masalah besar buat kuarga kamu.Kamu yang sabar yah!"
"Ternyata wanita iblis itu adalah wanita yang sempat ingin papa nikahi.Di kantor pasti dia suka godain papa aku.Dulu dia adalah sekretarisnya papa.Jadi hubungannya dengan papa memang sangat dekat."
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Ga ada Vin.Kita hanya harus menerima kenyataan buruk ini."
Vincent langsung memeluk Chelyn lagi.
__ADS_1
"Kamu tenang yah,kita akan lewati semuanya sama-sama."
"Makasih yah Vin.Kamu selalu bisa nenangin aku."