Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Dua Belas


__ADS_3

Siang itu cuaca begitu dingin,sejak tadi pagi hujan mengguyur kota itu.Orang-orang yang mengendarai motor menggunakan mantel hujan.Dan pejalan kaki menggunakan jaket dan payung.


Chelyn dengan sweater biru duduk di dekat jendela kamarnya yang berada di lantai dua menghadap ke luar.Ada keripik singkong pedas di meja sebelahnya.Ia memandang keluar melihat orang-orang yang lalu-lalang menggunakan mobil,motor,becak,bahkan berjalan kaki.Ia tampak asyik memandang sambil menikmati keripik singkong pedas dan teh hangat yang berada di meja kamarnya.


...Drrrrtttttt....Drrrrtttttt....Drrrrtttttt.......


Handphone nya bergetar di meja.Chelyn langsung mengambilnya dan menjawab Video Call dari nomor baru.


"Siapa yah?" Gumamnya.Ia pun menjawab panggilan video dari nomor tak dikenal itu dengan ragu-ragu.


"Halo Chelyn!" Sapa seseorang dari seberang ketika Chelyn menjawab teleponnya.


"Tania..."Seru Chelyn tersenyum bahagia karena mendapat telepon Tania,sahabatnya yang sekarang tinggal di Belanda bersama tantenya.


"Ya ampun udah lama ga ada kabar dari kamu.Kamu gimana kabarnya disana?" Kata Chelyn tersenyum.


"Iyah Chelyn.Ini nomor baru aku di save yah.Kabar aku baik."jawabnya dengan tersenyum.


"Chelyn,aku turut berduka cita atas meninggalnya tante Chatryn yah.Maaf baru ini aku ngucapinnya soalnya baru tau juga kabarnya.Aku disini jarang buka media sosial soalnya.Jangan kan media sosial megang hp aja aku udah jarang sekarang."


"Iyah gapapa Tania.Makasih yah."


"Kamu yang sabar yah,Chelyn.Oh iya gimana kabar kamu dan om Zay?Kalian baik-baik aja kan?"


"Iyah Tania.Aku dan papa baik-baik aja.


Kamu juga yang sabar yah Tania atas meninggalnya tante Tiara,mama kamu.Aku heran deh kok bisa yah kita senasib gini?Kita kayaknya benar-benar sahabat sejati deh,sampai nasib kita aja samaan kayak gini.Kehilangan mama kita di waktu yang berdekatan."


"Iyah Chelyn."Kata Tania menghela napas.


"Pokoknya walau pun kita berjauhan kayak sekarang kita tetap jadi sahabat yah.Gimanapun keadaannya dan apapun masalahnya harus saling cerita,ga boleh dipendam-pendam.Kita tetaplah kita yang dulu."


"Iya Chelyn,pasti."


"Kamu jangan hilang-hilang kabar lagi Tania.Kamu satu-satunya sahabat terbaik aku.Pasti kamu disana udah punya teman-teman baru yah?Kamu udah punya sahabat disana yah di tempat baru kamu?"


"Engga kok Chelyn.Aku sama sekali ga punya teman di sini,apalagi sahabat."

__ADS_1


"Kok gitu sih?Kamu ga mau berteman sama orang di sana atau gimana?"


"Aaaaaaa....Chelyn....."Tania menangis kencang.


"Tania,kamu kenapa nangis?"


"Aaaaaaaa...."Tania terus saja menangis.Sepertinya ada banyak luka yang ia pendam selama ini.


"Tania kamu kenapa?Cerita sama aku." Kata Chelyn yang ikut menangis melihat sahabatnya seperti itu.


"Chelynnn...Aku menderita di sini. Aaaaaaa...."


"Menderita gimana maksud kamu?"


"Tante aku jahat bangat sama aku.Kamu tau kenapa selama ini aku ga ada kabar? Karena aku ga ada waktu buat megang hp.Aku harus ngelakuin pekerjaan rumah sepanjang waktu." Tania menjelaskan sambil menangis sesenggukan.


"Hah?Ya ampun Tania,kasian bangat kamu.Trus kuliah kamu gimana?" Tanya Chelyn sangat prihatin.


"Aku udah ga kuliah.Tante aku ga ngijinin aku buat kuliah disini.Bahkan keluar rumah aja aku dilarang,kecuali buat belanja bahan-bahan dapur."


"Ya ampun...Kok bisa sih tante kamu sejahat itu? Geram bangat aku jadinya.Kamu bunuh aja tuh sekalian!"Kata Chelyn kesal.


"Tania,kamu ga boleh lakuin itu yah.Jalan hidup kamu masih panjang.Kamu ga boleh putus asa."Chelyn menangis.


"Iyah,hidup aku masih panjang.Tapi kalau kehidupan kayak gini mending ga usah.Aku ga mau hidup kalau hanya untuk menderita.Di sini aku jadi babu Chelyn.Aku benar-benar dijadikan babu sama tante aku,aaaaaaa."


"Sssstttt...Ya ampun...pengen bangat rasanya aku ke sana nemuin kamu.Pengen bangat meluk kamu."


Keduanya terus saja menangis keras.


"Kamu masih enak kan tinggal sama om Zay.Kamu disayang bangat sama papa kamu."


"Iya sih Tania.Aku bisa ngerti posisi kamu sekarang.


Kasih tau aku apa yang bisa aku lakuin buat bantu kamu?"


Tania menggeleng.Ia terdiam,wajahnya benar-benar menunjukkan orang yang sudah putus asa.Pakaiannya terlihat kumal dan wajahnya juga dekil.Rambutnya di ikat begitu saja tanpa disisir.Chelyn memperhatikan Tania di layar hp nya.

__ADS_1


"Trus tante kamu dimana sekarang?"


"Dia tadi lagi pergi sama pacarnya.Makanya aku bisa megang hp dan telpon kamu.Kalau ada tante di rumah,aku ga dibolehin main hp.Pokoknya aku harus selalu Stand by buat layanin dia."


"Aku ga tau harus bilang apa sama kamu.Kalau aku bilang yang kuat yah,yah sejauh ini emang kamu udah kuat.Intinya jangan pernah menyerah yah.Dan jangan pernah berusaha mengakhiri hidup kamu.Aku yakin akan ada masa-masa indah yang menanti di depan kamu."


"Iyah,amin Chelyn.Aku juga berharap seperti itu."


"Jangan pernah lupa berdoa yah,minta pertolongan Tuhan."


"Iyah Chelyn.Makasih yah."


"Hem...Semoga kita cepat dipertemukan yah."


"Semogaaaa ....."Sahut Tania menangis kencang lagi.


"Udah,jangan nangis.Kita harus saling ngedoain terus pokoknya."Katanya tersenyum.


"Iyah Chelyn.


Eh...Udah dulu yah Chelyn.Di depan ada suara mobil.Kayaknya tante aku udah pulang."Kata Tania berbisik dengan wajah ketakutan.


"Iya Tania.Sehat-sehat yah disana.Aku sayang bangat sama kamu."


"Kamu juga Chelyn.Simpan nomor aku yah,bye bye! " katanya langsung menutup teleponnya.


Chelyn menghela napas.Dalam hati ia sangat bersyukur karena masih memiliki papa yang sangat menyayanginya.Nasibnya jauh lebih baik dari nasib sahabatnya.


"Terimakasih untuk semua yang terjadi di hidupku Tuhan."Katanya melipat tangan sambil memandang ke langit.


"Nak makan siang dulu yuk!" Ajak bu Hana yang sudah berdiri di belakang Chelyn.Ternyata Chelyn tidak menutup pintu kamarnya tadi.


"Oh iya bu."


"Ayo nak.Makanannya udah siap di meja makan.Ntar keburu dingin ga enak.Kalau hujan-hujan gini enaknya makan yang panas-panas kayak orang-orang Korea itu yah."


"Hahaha...Ibu bisa aja".Kata Chelyn sambil berdiri.Keduanya lalu melangkah keluar kamar.

__ADS_1


"Terimakasih buat kebaikanMu ini Tuhan.Selama ini aku kurang mensyukuri nikmat yang kau beri.Tapi mulai sekarang aku akan hidup lebih bersyukur lagi dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan."Katanya dalam hati sambil melangkah turun tangga.


__ADS_2