
Panas matahari yang menyengat di siang itu membuat orang-orang tidak sanggup lama-lama berada langsung di bawahnya.Dedaunan tumbuhan pun terlihat layu.Jalanan membakar ban kendaraan yang lalu-lalang di atasnya.
Di sebuah kursi besi yang panjang yang berada di bawah pohon rindang tampak Chelyn dan Vincent yang sedang duduk berdua.Bercanda gurau sambil menikmati es krim yang sudah semakin mencair.Keduanya terlihat bahagia mengobrol dengan diselingi canda tawa.
"Makannya belepotan bangat sih."Kata Vincent yang sedari tadi sudah memperhatikan Chelyn.Ia mengelap coklat yang belepotan di sekitar mulut Chelyn dengan jari jempolnya.Mata Chelyn terbelalak,mulutnya diam membisu tidak dapat bergerak.Dua pasang mata saling berpandangan dengan jarak yang dekat.Jantung keduanya berdetak kencang tak karuan.
"Kayak anak kecil."Lanjut Vincent menarik tangannya memecahkan keheningan diantara mereka.Chelyn berkedip lalu mengambil tisue untuk membersihkan mulutnya.
"Em...Aku mau minum.Aku beli air minum dulu yah."Kata Chelyn asal.Sebenarnya ia sama sekali tidak haus.Hanya saja ia ingin menenangkan jantungnya dulu.
"Oh yah?Kamu tunggu di sini aja,biar aku yang pergi beli."Sahut Vincent tidak tega jika membiarkan Chelyn berjalan panas-panasan ke warung yang jaraknya tidak jauh dari mereka.
"Aku aja yang beli gapapa kok."
"Sstttt...Kamu tunggu di sini yah.Jangan nakal."Vincent mengacak-acak rambut Chelyn layaknya anak kecil.Seluruh tubuh Chelyn serasa bergetar.Ia hanya menatap Vincent yang tersenyum dan berlalu dari hadapannya.
Tidak berapa lama,Vincent sudah datang membawa air minum kemasan untuk Chelyn.
"Nih minum."Katanya memberikan sebotol air minum.
"Makasih yah."Katanya malu-malu.Vincent hanya tersenyum memandangi wajah cantik Chelyn yang sedang minum.
"Mau?" Tanyanya menawari minum pada Vincent.
"Ga,buat kamu aja."
Keduanyapun terdiam tanpa bahasa.Memandangi orang-orang yang lalu-lalang di jalan.
"Em..."Kata Chelyn kehabisan pembahasan.
__ADS_1
"Em?" Sahut Vincent.
"Em...Vincent,boleh aku tau umur kamu berapa?"
"Buat apa?"
"Pengen tau aja."
"Kalau udah tau?"
"Ya gapapa,cuman pengen tau aja.Tapi yauda deh kalau ga mau ngasih tau gapapa kok."
Vincent malah tersenyum,Chelyn pun ikutan tersenyum.
"Oh iya,besok temen aku ulang tahun.Aku mau kamu ikut ke pesta ulang tahunnya buat nemenin aku."
"Ga mau ah.Ntar malah kayak waktu itu,jadi bahan perhatian orang-orang.Aku ga mau lagi."
"Hahaha...ada-ada aja kamu."
"Mau yah?"
"Kalau kamu maksa yauda deh."
"Nah gitu dong.Makasih yah,kamu emang cowo paling baik dan paling pengertian setelah papa aku."
"Iyah,sama-sama cantik."
"Apa?"Tanya Chelyn kaget dengan ucapan Vincent.
__ADS_1
"Gapapa."
"Kamu bilang apa tadi?"
"Sama-sama."
"Ngeselin!"
...****************...
Chelyn sudah sibuk memilih-milih pakaian yang akan ia gunakan ke pesta ulang tahun temannya.Juga sepatu yang cocok dengan baju yang akan ia pakai.
Beberapa lama memilih-milih,namun tidak menemukan baju yang pas.Ia ingin tampil luar biasa besok.Apalagi besok ia akan pergi bersama Vincent,keduanya harus berpenampilan serasi.
Chelyn akhirnya memutuskan untuk membeli baju dan sepatu untuk ia pakai besok dan untuk Vincent.Ia mengambil tas kecilnya dan langsung berlari keluar mengambil mobil dari garasi rumah mereka.Dan berangkat menuju tempat Vincent.
"Kok kesini? Kangen lagi?Kan baru ketemu barusan."
"Ih bukann...Aku ke sini mau ngajak kamu belanja pakaian buat besok ke pesta.Aku mau kita tampil sempurna,serasi dan romantis."
"Sederhana itu lebih baik.Sederhana pun kamu tetap cantik."
"Eumm..."Sahut Chelyn malu juga baper.
"Mau yah,yah,yah....nemanin aku belanja sekarang.Please ! "
"Ya udah deh ayok.Tapi ga boleh lama-lama yah."
"Iya bentar doang kok.Janji."Kata Chelyn tersenyum manis.
__ADS_1
"Gimana aku ga bawa-bawa perasaan coba.Orang kamunya baik bangat Vincent,kamu selalu mengalah sama aku."Bisiknya dalam hati sambil menyetir mobil.