Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Dua Puluh Tujuh


__ADS_3

Baru satu hari Zay Wijaya menikah dengan Selia,rasanya rumah itu sudah seperti neraka.Ia mengatur semua orang di sana bak nyonya besar.


"Bi Hana! Kenapa masih ada baju-baju orang meninggal di lemari kamar saya?"Teriaknya.


"Iyah bu.Ini mau saya pindahkan."


"Cepetan dong.Lama bangat beresinnya.Dari pagi sampai siang ga beres-beres kerjaan kek gini doang.Trus satu lagi,jangan panggil aku ibu.Emang aku ini ibu kamu apa.Panggil aku nyonya."


"Kenapa berisik bangat sih?"Kata Chelyn yang baru pulang kuliah.


"Eh,,baju mama mau dibawa ke mana bu?"Lanjut Chelyn ketika melihat bu Hana membawa baju-baju mamanya keluar dari kamar.


"Kata Nyonya Selia baju ibu harus dipindahin ke gudang nak."Jawab bu Hana tidak enakan.


"Apa?Ga...Ga ..Gabisa gitu.Ini kamar papa dan mama aku.Masukin balik bu!"


"Hei...Kenapa?Ini sekarang jadi kamar saya dan suami saya.Kenapa jadi kamu yang ngatur?"Selia keluar dari kamar.


"Ini kamar mama dan papa aku.Kamu cuman iblis yang berhasil masuk ke rumah ini.Jadi gausah sok jadi ratu dan penguasa."


"Yang sopan kamu kalo ngomong yah.Saya ini mama kamu sekarang.Dan saya sedang mengandung adik kamu.Jaga omongan kamu."


"Ga sudi punya mama iblis kek kamu.Sampai kapanpun aku ga akan pernah anggap kamu sebagai mama aku.


Masukin baju mama bu."


Bu Hana menurut pada Chelyn.


"Lain kali kalo bukan aku dan papa yang minta ibu ngerjain sesuatu ga usah dilakuin yah bu."


"Iyah nak."Kata bu Hana mengangguk.


"Dasar anak kurang ajar,keluar kalian."Kata Selia menarik Chelyn dan bu Hana keluar dari kamarnya.


"Siapa juga yang mau lama-lama di ruangan ini sama iblis."Sahut Chelyn.


"Ayo bu."Katanya merangkul bu Hana.


"Tasyaaaa...Tiaraaaaa...."Seru Selia lagi dari kamar.


"Iyah nyonya!"Kata Tiara dan Tasya berlari menuju kamar.

__ADS_1


"Saya mau mandi.Siapin air mandi saya dan baju saya sehabis mandi."


"Baik nyonya!"Kata keduanya dengan ketakutan.


...****************...


"Kamu lagi apa di luar nak?Ini udah sore kok masih duduk di sini?"Kata papa menghampiri Chelyn yang sedang duduk di kursi taman rumah mereka.


"Males pah di rumah.Baru sehari tinggal sama iblis itu,rumah kita udah kaya neraka aja."


"Hmmmpphhh.."Papa mendengus.


"Kamu yang sabar yah nak."


"Pah,kenapa sih keluarga kita jadi kayak gini?Chelyn ngerasa semenjak mama pergi kehidupan kita perlahan-lahan hancur."


"Ssttt...Ga boleh ngomong gitu nak.Ini cobaan.Kita harus selalu sabar dan kuat yah!"


"Hmm...iyah pah."


"Janji sama papa,seberat apapun masalah kita,Chelyn jangan pernah berniat buat nyakitin diri sendiri yah."


"Iyah nak.


Kita masuk yok nak.Ini udah maghrib loh.Mending kita nonton di rumah."


"Pah,minggu depan papa ada waktu ga?Chelyn pengen jalan-jalan sama papa,refreshing bareng papa."


"Hari sabtu papa bisa nak."


"Wah...Kita jalan-jalan yah pah."Kata Chelyn dengan suara manjanya.


"Iyah nak.Sekalian tuh aja Vincent."


"Boleh pah?"Mata Chelyn berbinar-binar.


"Boleh dong.Masa calon mantu ga dibolehin ikut bareng keuarga calon mertua."


"Aaaa papah...."Kata Chelyn malu.


Keduanya masuk kerumah dan langsung menuju ruang tamu.

__ADS_1


"Asyik bangat anak dan suami aku nonton.Humm..Sayangnya mama ga diajak."Kata Selia merusak mood Chelyn dan papa.


"Geser sana."Katanya mendorong Chelyn.Selia lalu duduk di samping pak Zay sambil bersandar di bahunya.


"Aku ke kamar yah pah.Kalo iblis udah gabung suasanya berubah jadi mengesalkan,hawanya jadi gerah bangat."Chelyn beranjak dari tempat duduknya.


"Tuh kan mas liat deh anak kamu.Jahat bangat omongannya kayak gitu sama aku."Katanya manja.


Papa tidak menanggapi,ia tetap pokus menonton televisi.


...****************...


"Makan malamnya udah siap pak!" Kata Tiara menghampiri Zay Wijaya dan Selia di ruang tamu.


"Lama bangat sih.Sengaja apa bikin nyonya kamu kelaperan."Sahut Selia.


"Maaf nyonya."


"Udah sana."


Tiara menuju meja makan diikuti oleh papa dan Selia.Chelyn juga sudah duduk disana.


"Gausah sok sibuk ngambilin makanan suami saya.Biar saya aja yang buatin ke piringnya.Awalnya ngambil makanan buat suami saya,lama-lama ntar suami saya yang diambil."Celocos wanita itu.


"Jaga mulut kamu Selia!"Sahut papa merasa tidak nyaman dengan kata-katanya.Ia juga tau bagaimana tidak enaknya perasaan Tiara.


"Tau nih iblis.Emang kamu pikir mbak Tiara serendah kamu?Dia ga wanita murahan kaya kamu."Lanjut Chelyn.


"Diam kamu anak bodoh!"


"Chelyn udah nak."Kata papa melirik Chelyn.


"Chelyn ke kamar aja ah.Malas bangat di sini makan sama iblis."


"Nak,kamu makan dulu sini."


"Ga ah pah.Ga selera!"Sahut Chelyn dengan tatapan sinisnya pada Selia.


"Kalau gitu ibu bawa makanan ke kamar kamu yah, nak."Kata Bu Hana lemah lembut dan perhatian pada Chelyn.


"Nah,,ibu Hana emang selalu ngertiin Chelyn.Boleh bu."Katanya berlari ke kamar.

__ADS_1


__ADS_2