Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Delapan


__ADS_3

Ketika berjalan menuju mobilnya yang sedang parkir di parkiran kampus,Chelyn melihat Vincent sedang berdiri di sebelah mobilnya.Vincent tersenyum padanya.


"Vincent,kamu kesini?" Katanya tersenyum lebar sedikit berlari menghampiri Vincent.


"Ceria bangat mukanya, lagi senang bangat yah?"


"He'em." Chelyn mengangguk tersenyum sambil menaik-naikkan alisnya.


"Cerita dong apa yang bikin kamu sesenang ini."


"Okeh,karena kamu teman baik aku ,aku mau traktir kamu makan di restoran mahal nanti malam.Yah anggap aja ini traktiran aku yang terakhir kalinya,sekaligus perpisahan kita."


Vincent merasakan pilu mendengar kata-kata Chelyn itu.


"Tanpa kamu sadari,itu adalah ucapan orang yang akan meninggal Chelyn."Katanya dalam hati.


"Loh..Kok gitu?"Sahutnya pura-pura tegar.Vincent sebenarnya sudah tau rencana Chelyn dan keluarganya yang akan liburan ke luar negeri.


"Maksudnya traktir terakhir karna aku bakalan pergi besok.Kita bakalan pisahkan? Oh iya aku bahagia bangat bisa ketemu sama kamu."


Rasanya Vincent tidak ingin Chelyn mengatakan hal seperti itu.Hatinya sangat terpukul.Ia berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh.


"Kata-kata kamu ini Chelyn." Kata Vincent dalam hati.


Sering kali memang ketika akan mengalami kematian,Ada tanda-tanda yang seseorang berikan.Seseorang itu suka berbicara aneh atau bertingkah aneh.Tidak sengaja mengucapkan kata-kata perpisahan.Namun saat itu orang di sekitarnya tidak sadar dengan tanda-tanda itu.Setelah seseorang itu meninggal,barulah orang-orang mengerti akan ucapannya di hari-hari terakhir sebelum seseorang itu meninggal.


"Jangan sedih.Kita hanya berpisah beberapa waktu.Aku bakalan balik lagi dan traktir kamu lagi kan? Aku cuman liburan seminggu bareng mama dan papa ke luar negeri.Setelah itu kita bakalan sama-sama lagi."

__ADS_1


"Harusnya kalimat itu bisa nenangin manusia pada umumnya,tapi tidak dengan aku."Vincent berbicara dalam hati.


"Hum...Mikir lama.Nanti malam aku jemput kamu buat makan malam yah.Kamu tau,udah lama mama rencanain momen ini dan baru bisa terlaksana besok."


Vincent pura-pura tersenyum.


"Oh iya,abis ini kamu mau kemana? Mau pulang bareng aku?Ayok!Kita bisa sekalian ngobrol di mobil.Kita kan ga akan ngobrol lagi hari berikutnya."


"Aku masih ada urusan.Kamu duluan aja."


"Yauda deh,aku duluan yah.Ingat,nanti malam aku jemput kamu,kita akan bersenang-senang.Bye! "


...****************...


Sampai di restoran,keduanya duduk saling berhadapan layaknya pasangan kekasih.


"Aku juga kalau udah gede mau pacaran kayak mereka.Makan di restoran dan pacaran sama cowok ganteng."Kata anak itu pada papa dan mamanya sehingga membuat orang tuanya tertawa.Chelyn dan Vincent pun ikut tertawa bercampur malu.Chelyn dan Vincent lama-lama jadi salah tingkah juga.


"Chelyn,bisa ga kamu batalin aja keberangkatan kamu besok?"


"Loh...Kok dibatalin sih.Aku dan mama malah pengen cepet-cepet,udah ga sabar.Udah lama kita nunggu momen ini dan baru kali ini aku,mama,dan papa ada waktu buat liburan.Ga mungkinlah aku sia-siain kesempatan ini.


Kenapa?Kamu ga bisa jauh dari aku?" Kata Chelyn.


"Bukan itu "


"Kalau kamu mau ikut,nanti aku bilangin sama papa.Papa ga akan keberatan kok.Mereka kan tau kamu teman baik aku "

__ADS_1


"Ga ah.Aku cuman mau batalin kepergian kamu."


"Kamu kenapa sih Vincent?"


"Perasaan aku ga enak aja.Aku takut kamu kenapa-napa."


"Hahaha...Tenang aja ga akan kenapa-napa kok."Chelyn berusaha menenangkan Vincent.


"Makasih udah khawatirin aku.Makasih kamu udah sepeduli itu sama aku."


"Kayak dulu perasaan aku ga enak,kamu malah kecelakaan mobil kan?"


"Vincent,itu dulu cuman kebetulan .Kamu ga punya kekuatan supranatural kan?Kamu ga bisa liat masa depan orang kan? Udah deh jangan kayak gini."


Vincent terdiam.


"Maaf kalau aku ngomongnya agak kasar." Kata Chelyn tidak enakan.


"Kalau gitu bisa ga besok aku ikut ke bandara dan berangkatin kamu dan keluarga kamu?"


"Boleh dong Vincent.Besok kita berangkat bareng yah!"


"Ga usah,biar aku berangkat sendiri aja.Kita ketemu disana."


"Kalau ga ketemu gimana? Mana kamu ga ngasih nomor handphone kamu lagi,jadi ga bisa saling ngabarin."


"Aku ada di manapun kamu berada."

__ADS_1


"Hahaha...Kamu itu yah,selalu aja bikin aku baper."Chelyn tertawa


__ADS_2