Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Sembilan


__ADS_3

Dengan memakai sleeveles shirt hitam dan rok sifon putih ditambah dengan heels bening minimalis,Chelyn terlihat sangat anggun.


Chelyn menarik kopernya dengan lirikan matanya kesana kemari mencari seseorang.


"Aku di sini."Seru Vincent melambaikan tangannya ke atas.


"Eh,,,mah,pah.. Itu Vincent." Kata Chelyn menunjukkan Vincent pada orang tuanya.


Vincent berlari menghampiri Chelyn dan orang tuanya.


"Hai om,tante!" Katanya menyapa mama dan papa Chelyn.


"Halo Vincent."Sahut mama dan papa Chelyn ramah.


"Vincent yakin nih ga mau ikut?"Tanya papa Chelyn.


"Hehehe...iyah om,gausa.makasih."Jawab Vincent cengengesan.


Jantung Vincent benar-benar berdetak kencang,perasaannya tidak enak.


"Yaudah kalau emang ga mau ikut.Nak Vincent baik-baik di sini yah.Ntar tante bawain oleh-oleh buat kamu."


"Makasih tante."Katanya dengan perasaan yang sangat terpukul dengan kata-kata mama Chelyn.


"Tante,om dan Chelyn bisa selamat dan menikmati liburan aja aku udah senang.Kata Chelyn tante dan keluarga udah lama nunggu momen ini."


"Ya ampun.Baik bangat kamu.


Iya sih,nak.Baru sekarang bisa kesampaian."


"Hm...Selamat bersenang-senanglah untuk tante dan keluarga."


"Makasih yah nak.


Chelyn,kalau mau nyari pasangan hidup yang kayak gini nih.Baik,perhatian,dan penyayang." Kata mama pada Chelyn.Chelyn tersenyum malu.Ia sangat malu pada Vincent.


Tiba-tiba suara hp papa Chelyn berbunyi.Papa menjawab dengan sedikit menjauh dari Mama,Chelyn dan Vincent.


"Mah,Chelyn!" Kata papa menghampiri Chelyn dan mama setelah menutup telpon.


"Kenapa pa?"Tanya mama.


"Aduh...Papa gabisa ikut nih.Papa dapat telpon katanya ada meeting penting hari ini.Ini juga informasinya tiba-tiba bangat lagi dan gabisa ditunda."


"Yahhhh...Trus gimana dong pah?" Chelyn cemberut.


"Kamu dan mama duluan aja yah,besok papa nyusul.Ini juga papa buru-buru ke kantor sekarang."


"Hem..Yaudah deh pah kalau emang gitu.Biar mama dan Chelyn duluan berangkat.Papah gapapa kan ditinggal sehari?"Kata mama lemah lembut.Mama memang selalu berusaha agar tidak menyusahkan pikiran papa.


"Iyah mah,gapapa."


"Beneran papa susulin kita besok yah!" Kata Chelyn manja.


"Iyah sayang,pasti.Kalau gitu papa duluan yah."Sahut papa mengelus kepala Chelyn.


"Dah pah."Kata mama dan Chelyn bersamaan sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Duh..."Ringis Vincent setelah papa pergi.


"Vincent,kamu kenapa?"Tanya Chelyn.


"Kenapa kamu nak?"Lanjut tanya mama Khawatir.Vincent memegangi perutnya sambil meringis.


"Aduh...Chelyn,tante,perut aku sakit bangat."


"Lah,kok bisa? Kamu tadi abis makan apa?"


"Aku ga makan apa-apa kok.Tapi aku emang gitu sih dari dulu.Perut aku kadang sakit bangat tiba-tiba."


"Ya ampun nak.Gimana ini yah?" Mama cemas melihat keadaan Vincent.


"Dekat sini ada kok klinik .Kita sekarang ke sana yah Vincent ." Kata Chelyn menggandeng tangan Vincent.


"Cepetan sana nak.Kasian Vincentnya kesakitan gitu."


"Ntar yah mah."


"Iyah nak,mama tunggu."


Vincent dan Chelyn buru-buru pergi ke klinik dengan naik taksi.


...****************...


"Gimana dok?" Tanya Chelyn cemas ketika melihat Vincent dan dokter keluar dari ruang periksa.


"Pacar mbak baik-baik aja.Kondisi kesehatannya sangat baik ." Vincent dan Chelyn saling berpandangan.


"Tapi dia kesakitan bangat tadi,dok."


"Em...e...Udah ga sakit."


"Lah,gimana sih Vin?" Chelyn kebingungan.


"Kayaknya pacar mbak cuman cari perhatian mbak aja deh."


"Makasih yah,dok."Vincent menarik tangan Chelyn keluar dari klinik.


"Vincent,kamu tuh aneh bangat deh.Beneran ga sakit?" Kata Chelyn setelah sampai di halaman.


"Aku udah gapapa,beneran.Kayaknya cuman kelaparan deh."


"Ya ampun,Kamu tuh yah.Kalau kelaparan kenapa ga bilang dari tadi? Ga lucu tau becandanya."


Drrrrtttttt.....drrrtttttt.....drrrrtttttttt.....


Handphone Chelyn bergetar di dalam tasnya.Dilihatnya ada panggilan suara dari mama.


"Halo ma."


"Halo Chelyn.Gimana keadaan Vincent?"


"Hadeh...Tau deh mah.Vincent baik-baik aja.Cuman kelaparan aja ternyata."


"Oh yah?Trus kalian udah dimana?Pesawat udah mau berangkat loh.Mama udah naik."Chelyn melihat jam tangannya.

__ADS_1


"Ya ampun.Ini beneran ga kekejar lagi mah.Gimana dong?"


"Aduhhh...Gimana yah nak.Kalau gitu mama duluan aja kali yah.Besok kamu nyusul sama papah."


"Yaudah deh mah."


"Chelyn,kamu jaga diri baik-baik yah nak.Mama sayang bangat sama Chelyn."


"Mama juga jaga diri baik-baik disana.Chelyn sayang bangat sama mama."


"Titip salam buat papa."


"Lah...Kok titip salam sih?"


"Gapapa nak.Mama sayang bangat sama kalian.Kalau gitu mama tutup telponnya yah."


"Iya mah.Dah mama."


Mama langsung menutup telponnya.


Chelyn melihat Vincent dengan tatapan kesal.


"Gara-gara kamu tuh.Mama jadi sendirian berangkatnya.Hangus deh tiket aku sama tiket papa."


"Maafin aku yah,Chelyn."


"Tau ah. Yauda ayo nyari makan ,katanya kelaparan."


"Gausah,biar aku nyari sendiri aja.Makasih."Kata Vincent tidak enakan melihat wajah kesal Chelyn.


"Makasih apaan sih?"


"Makasih karena udah peduli sama aku.Kamu dan keluarga kamu baik bangat."Vincent meneteskan air mata.


"Kamu nangis? Maafin aku yah.Aku ga marah kok.Gapapa kamu gausah merasa bersalah gitu.Besok aku dan papa juga bakalan susulin mama kan!"


"Maafin aku Chelyn."Katanya lagi lalu pergi meninggalkan Chelyn.


...****************...


"Apa?" Kata Chelyn kaget setelah melihat berita di televisi.Tubuhnya lemas tak berdaya.Pesawat yang ditumpangi mamanya mengalami kecelakaan dan diduga tidak ada penumpang yang selamat.Ini seperti mimpi buruk buat Chelyn.Air matanya mengalir deras di pipinya.Sudah tidak dapat berkata apa-apa lagi.Ia hanya menangis sambil melihat televisi


"Sabar,nak." Tangis bu Hana.Bu Hana adalah asisten rumah tangga keluarga Wijaya sudah selama 20 tahun,sejak Chelyn masih bayi.


Chelyn terdiam.Bu Hana memeluk Chelyn seperti anak kandungnya sendiri.Ia tahu Chelyn sangat terpukul dengan keadaan ini.


Selama acara pemakaman,Chelyn tidak mau berbicara.Hanya air mata yang terus mengalir deras di pipinya,begitupun dengan papanya.


Ini adalah hal terburuk yang tidak pernah dibayangkan oleh Chelyn dan papa.Perpisahan yang begitu cepat dan kepergian mama yang tragis.Mereka belum bisa percaya bahwa mereka sudah kehilangan wanita yang sangat berarti dalam hidup mereka.


"Kita pulang yok,nak!" Ajak bu Hana merangkul Chelyn. Chelyn menggeleng.


"Kamu harus kuat nak,yang sabar yah."Katanya mengelus kepala Chelyn.Chelyn tidak menjawab.


"Mama udah tenang kok di alam sana.Tuhan sayang sama mama."


"Haaaaaa..."Chelyn menangis histeris memeluk makam mamanya.

__ADS_1


"Udah nak". Kata bu Hana lagi menahan Chelyn.Sementara papa hanya terdiam melihat Chelyn seperti itu.Air matanya pun sudah kering.


Setelah bu Hana membujuk Chelyn cukup lama dibantu oleh tetangga dan keluarga jauh,Barulah akhirnya Chelyn mau pulang.


__ADS_2