Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Tiga Puluh Satu


__ADS_3

"Chelyn?Kamu di sini?"Kata Vincent yang baru tiba di gereja.


"Seperti yang kamu lihat."


"Udah lama?"


"Dari kemarin siang.Aku nungguin kamu ga datang-datang sampai malam.Akhirnya aku ketiduran disini semalam dan kamu baru datang sekarang."Kata Chelyn menjelaskan sambil melihat jam.Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


"Duhh..Gitu yah.Maafin aku yah sayang."


"Aa?"Sahut Chelyn melebarkan matanya.


"Maafin aku sayang.Aku ga ada saat kamu butuh kemarin"


Chelyn tersipu.


"Kenapa? Hidungnya kempas kempis gitu."


"Aaa...Mana ada."Sahut Chelyn manja.


"Ada tuh."


"Gaaaa!"Chelyn mendorong Vincent yang duduk di sampingnya.


"Coba kamu panggil aku."Kata Vincent.


"Ngapain aku panggil kamu,kamu udah ada di samping aku kok."


"Yauda,panggil.Anggap aku ga ada di samping kamu."


"Apaan sih gajelas bangat."


"Coba ih."

__ADS_1


"Yauda iya nih aku panggil.


Vincenttt...Kamu dimana?"


"Kayak gitu?"


"Iya.Kenapa emang?"


"Gapapa sih.Tapi kalo boleh aku jujur aku pengen bangat di panggil sayang sama kamu."


"Aku juga sebenernya dari kemarin-kemarin pengen bangat manggil sayang sama kamu Vincent.Tapi aku maluuuuu."Kata Chelyn dalam hati.


"Hemmm."Chelyn tersenyum.


"Ihh..Kamu ga mau?Aku kan pacar kamu."


"Hihihi...Iya sayang."Jawab Chelyn malu-malu.


"Nah gitu.Duhh...Adem bangat dengernya."


"Oh iya sayang disini dari kemarin?Kenapa sayang?"


"Aku suntuk bangat di rumah.Tiap hari harus berantem sama papa dan istri barunya.Di Kampus juga aku suntuk semua orang ikut campur tentang masalah aku dan keluarga aku."


"Ya ampunn..Kamu yang kuat yah sayang.Aku bakalan selalu nemenin kamu,aku selalu ada buat kamu."


"Helehh..Kemarin aku datang kamu ga ada."


"Heheh..Itu beda yang.Emang ada urusan yang harus aku urus."


"Iyah deh.


Oh iya.Papa aku udah larang aku ketemu dan dekat sama kamu."

__ADS_1


"Apa?Kok gitu?"


"Yah gitu.Katanya kamu bikin aku jadi anak yang keras kepala.Gara-gara ngikutin kamu makanya reputasi keluarga aku lagi buruk sekarang."


"Ya ampun.Aku minta maaf yah sayang."Vincent menunduk.Wajah cerianya berubah jadi muram.


"Kamu ga salah sayang.Dari awal ini adalah salah papa.Semenjak dia menikah dengan wanita iblis itu keluarga aku jadi berantakan.Padahal nyatanya kamu udah ubah aku jadi lebih baik.Wanita itu yang udah membutakan dia sekarang."


"Trus gimana dong kalau kamu udah dilarang deket sama aku?"


"Yah aku bakalan selalu dekat sama kamu.Aku sayang bangat sama kamu.Kamu udah banyak ubah hidup aku jadi lebih baik."


"Makasih yah sayang.Aku juga sayang bangat sama kamu.Ribet bangat yah jadi manusia."


"Ya gitu deh.


Sayang,boleh ga sekarang aku tau tentang kamu?Rumah kamu dan juga keluarga kamu."


"Ehm...Keluarga aku?"


"Iya,Kamu kan pacar aku.Kita pacaran tujuannya untuk menikah kan?Kalau bukan untuk menikah ngapain pacaran.Dan saat kita menikah aku juga tetap harus tau tentang kamu dan keluarga kamu kan?"


"Iyah sih."


"Sayang,aku janji gimana pun latar belakang kamu,gimana pun keadaan keluarga kamu,aku bakalan tetap sayang sama kamu.Itu sama sekali ga akan mengubah perasaan aku ke kamu.Jadi kamu tenang aja.Aku terima kamu apa adanya.Malah aku seneng kalau aku bisa nemenin kamu dari nol."


"Makasih yah sayang.Kamu emang baik dan pengertian bangat.


"Jadi kapan kamu bawa aku ke rumah kamu?Kapan kamu kenalin keluarga kamu ke aku?Aku juga pengen deket sama keluarga kamu.Hmm...Aku pikir aku harus punya keluarga baru sekarang.Papa ku udah ga sayang sama aku.Dia udah ga peduli sama aku."


"Iya sayang,secepatnya aku akan kenalin kamu ke orang tua aku."


"Beneran yah sayang."

__ADS_1


"Iyah beneran."Jawab Vincent berusaha tersenyum.


__ADS_2