Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Dua puluh


__ADS_3

"hemm...hem..hem..hem..hemmm...hem..hemm."Suara Senandung Chelyn yang disertai suara langkahnya turun tangga.Wajahnya terlihat begitu ceria.


"Halo bu Hana!"Katanya menyapa bu Hana di dapur yang sedang memasak untuk makan malam.


"Eh nak Chelyn."Sahutnya tersenyum.sambil tangannya masih sibuk memotong-motong bawang bombai.


"Ibu lagi sibuk bangat yah?"


"Hehe..Ga sibuk bangat sih nak.Kenapa emang?Ada yang bisa ibu bantu?"


"Ga ada sih bu.Aku yang mau bantuin ibu."


"Ah,bisa aja kamu nak."


"Bisa ga bu Chelyn bantuin?"


"Eh...Jangan nak.Ntar kulit kamu lecet lagi."


"Hahaha...ibu apaan sih."


"Beneran kan?Lagian ini kan tugas ibu.Ya kali kamu malah bantuin ibu."


"Gapapa loh bu.Chelyn pengen bantuin ibu."Chelyn teros menyolot ingin membantu bu Hana.


"Kamu duduk aja nak.Ini juga bentar lagi siap kok."


"Atau gini deh bu.Ibu ajarin aku masak.Umur aku udah 21 tahun tapi belum bisa masak.Kata temen aku, cewe harus bisa masak kan bu biar mertuanya nanti ga suka marah-marah."


"Hehehe...Iya sih nak.Perempuan itu kalau ga pinter masak ya minimal bisa lah masak makanan sederhana."


"Emang bener bu kalau ga bisa masak ntar mertua kita jadi galak dan suka marah-marah sama kita?"


"Sepanjang ini yang ibu lihat sih gitu nak."


"Ihhh...Takuttttt...


Bu,beneran yah ibu mertua itu galak-galak?"


"Hehehe...Kalau itu sih ibu ga tau nak."


"Mertua ibu dulu?


Upsss..."Chelyn keceplosan.Ia menutup mulutnya karena telah menyinggung perasaan bu Hana.


"Maaf bu."Katanya menunduk tidak enakan.


"Iya gapapa kok nak.Ibu mertua ibu dulu juga galak bangat.Apalagi dia juga sebenarnya kurang setuju kalau anaknya nikah sama ibu.Jadi apapun yang ibu lakuin kayak salah terus di matanya."


"Ya ampun...Takut bangat punya mertua kayak gitu."


"Semoga kamu dapat mertua yang baik yah nak.Ibu selalu doain pokoknya yang terbaik buat kamu."

__ADS_1


"Aaaaaa...Makasih yah bu.Chelyn sayang bangat sama bu Hana."Kata Chelyn terharu memeluk bu Hana yang sudah bau keringat abis melakukan pekerjaan rumah seharian.Bu Hana memang sangat rajin.Baik ada keluarga pak Wijaya di rumah ataupun tidak.


"Ibu juga sayang bangat sama nak Chelyn.


Udah,jangan peluk lagi.Ibu bau keringet loh.Ntar kamunya juga malah ikutan bau keringet."


"Ga peduli.Aku pengen peluk ibu." Katanya semakin erat memeluk bu Hana.Bu Hana tersenyum mengelus bahu Chelyn.


"Ibunya Vincent bakalan jadi mertua yang baik ga yah?Pengen deh punya mertua yang sebaik bu Hana."Gumamnya.


"Oh yah bu,kalau gitu boleh ga ibu ajarin Chelyn masak juga? Biar nanti mertua Chelyn ga marah-marahin Chelyn."


"Kamu mau belajar masak nak?"


"Bangat bu.Ibu ajarin yah?"


"Duh gimana yah,bukannya ga mau.Bukannya lebih bagus kalau nak Chelyn ikutan khursus memasak aja.Ibu mah ga bisa masak makanan enak kayak di luaran.Cuman bisa masakan biasa aja gitu."


"Eh..Siapa bilang.Masakan bu Hana pokoknya paling juara,the best. Masakan bu Hana enak bangat tau.Trus tiap kali dulu mama,papa,atau aku request makanan,bu Hana bisa buatin.Dan hasilnya ga kalah dengan yang dimasak chef testoran."


"Ah..bisa aja kamu nak.Ibu ga sehebat itu lah."


"Ibu hebat bangaaattttt!"


"Hahaha...."


"Boleh yah bu,ibu ajarin Chelyn masak?"


"Okay bu."Katanya senang.


...****************...


Menunggu selama setengah jam sambil menonton televisi,akhirnya bu Hana selesai masak juga.Bu Hana menghampiri Chelyn ke ruang tamu.


"Nak,ibu udah siap masak.Ayo ibu ajarin masak sekarang."


"Yeyyyy."Kata Chelyn beranjak dari tempat duduknya.


Sampai di dapur Chelyn langsung mengambil dan memasang celemeknya.Ia sepertinya sudah sangat siap untuk belajar.


"Kita mulai dari mana bu?"Kata Chelyn menoleh bu Hana.Dilihatnya bu Hana sedang duduk di kursi sedang memijati kedua kakinya.


"Ibu kenapa?"Chelyn mendekati bu Hana dan memperhatikan kakinya.


"Gapapa nak."Bu Hana menghentikan pijatan tangannya.


"Kaki ibu sakit?"


"Enggak nak.Ibu gapapa kok."Jawabnya tersenyum.


"Pasti ibu kecapean hari ini ngerjain semua kerjaan rumah."

__ADS_1


"Engga kok nak.Masa itu aja capek.


Yaudah yuk.Katanya mau belajar masak."Bu Hana berdiri.


"Ga bu.Lain waktu aja.Ibu mandi aja sekarang yah,abis itu makan dan langsung istirahat di kamar."


"Ibu gapapa nak.Kamu kan pengen bangat belajar masak."


"Aku ga mau ibu kenapa-napa.Ibu sekarang istirahat aja yah.Gausah ngerjain apa-apa lagi.Nanti aku panggilin tukang kusuk buat ibu yah.Ibu kayaknya kecapean."


"Ya ampun nak."Mata bu Hana berkaca-kaca.Ia menangis terharu mendapat majikan sebaik dan seperhatian Chelyn dan keluarganya.


"Jangan nangis bu."Chelyn memeluk bu Hana,tak dirasakannya air matanya menetes di pipinya.


"Pokoknya besok aku dan papah bakal nyariin asisten yang baru buat bantuin ibu.Jadi ibu ga kecapean lagi."


"Ga usah nak.Ibu masih bisa ngerjain semua kok."


"Aku bakal tetap nyari bu,kalau bisa dua orang sekaligus.Jadi kerjanya biar ga terlalu capek.Papah pasti juga bakalan setuju."


"Ibu jadi ga enak."Kata bu Hana menunduk.


"Hehehe..Santai aja kali bu.Kita kan keluarga.


Sekarang ibu istirahat yah,belajar masaknya besok-besok aja."Chelyn melepaskan celemeknya tanpa merasa kecewa sama sekali.


"Maafin ibu yah nak.Kamunya jadi batal belajar masak."


"Gapapa ibu.Chelyn kayaknya mau lari sore aja deh.Udah dua minggu ga olahraga.Aku olahraga dulu yah bu.Ibu istirahat loh jangan ngerjain apa-apa lagi.Nanti kalau ibu masih kerja Chelyn kecewa.Pulang dari berolahraga Chelyn buka CCTV buat mastiin kalau ibu beneran langsung istirahat."


"Heheh..Iya nak.Ibu mau mandi dulu abis itu langsung istirahat."


"Kalau gitu Chelyn olahraga dulu yah bu." Katanya berlari menuju kamar untuk mengganti pakaiannya menjadi pakaian olahraga.


...****************...


"Chelyn mau ke mana?" Tanya papa yang baru turun dari mobil pulang dari kantor.


"Mau olahraga pah bentar.Lari sore dekat-dekat sini kok"


"Sendiri?"Tanya papa.


"He'em." Katanya mengangguk tersenyum.


"Kalau gitu papah ikut jugalah.Lumayan bakar sedikit lemak."


"Oh yah papa mau ikut? Dengan senang hati.Let's go!"Jawab Chelyn.


"Kamu tunggu papah di sini yah,papa masuk ganti baju dulu.Ga mungkin kan papah pakai jas dan sepatu kayak gini lari sorenya."


"Hahaha...iya lah pah."Chelyn malah ketawa terbahak-bahak membayangkan papanya lari sore dengan pakaian kantornya.

__ADS_1


"Udah ah.Papa ganti dulu.Malah ngetawain papanya."Sahut papa ikut tertawa sambil berjalan masuk ke rumah.


__ADS_2