Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Tiga Puluh Tiga


__ADS_3

Chelyn kembali ke rumah dengan wajah berseri.Hari sudah malam,ia baru tiba di rumah sehabis perkenalan dengan keluarga Vincent sekaligus ke salon bersama.Ia sangat senang ternyata mamanya Vincent tak segalak yang ia bayangkan.Tante Widya begitu baik dan lemah lembut.Ia juga merasa lega karena ternyata latar belakang keluarga Vincent tidak buruk.Walaupun keluarga Vincent termasuk di bawah keluarga Wijaya dilihat dari strata sosialnya.Bahkan bisa dikatakan lumayan jauh.


"Selamat malam bu Hana."Sapanya dengan senyum lebar.


"juga nak."Sahut bu Hana senang melihat Chelyn bisa seceria itu hari ini.


"Kenapa baru pulang nak?"


"Tadi aku habis jalan sama Vincent bu."


"Oh,kalau gitu kamu langsung mandi dan makan yah nak."


"Siap bu."Katanya semangat.


Ketika berjalan menuju kamarnya,dilihatnya papa dan Selia duduk di kursi tamu.


"Dari mana aja kamu jam segini baru pulang? Kata mama kamu dari siang kamu ga pulang ke rumah,dan sama sekali ga ngabarin."


"Dia bukan mama aku.Aku habis jalan pah.Suntuk di rumah."


"Kalau suntuk di rumah sekalian aja ga usah balik lagi ke sini."Sahut Selia yang duduk di sebelah papa.


"Diam lu iblis."


"Mulut kamu Chelyn!" Bentak papa.


"Pah,bisa ga sih kita hidup damai aja di rumah ini sama kayak dulu-dulu.Aku capek tiap hari harus berdebat sama papa.Aku cape tiap hari harus nangis karena hal yang sama."


"Makanya kamu mengalah dan jadi anak yang nurut sama papa dan mama kamu."


"Dia bukan mama aku."Nada bicara Chelyn semakin tinggi.Ia sangat tidak suka papa menyebut Selia sebagai mamanya.


"Anak kurang ajar.Siapa yang ngajarin kamu ngomong gitu sama orang tua?Lama-lama mulut kamu itu harus ditampar dulu kayaknya biar tau sopan santun."


"Aku kayak gini karna papa.Kalau aja papa ga berubah jadi kayak yang sekarang,yah aku juga bakalan selalu sama kayak yang dulu.Papa yang bikin semuanya jadi sekacau ini."Chelyn menangis.


"Dari mana kamu hari ini?"


"Itu urusan Chelyn.Chelyn udah dewasa kan?Jadi papa ga perlu ngurusin Chelyn lagi.Itu kan yang papa bilang?"


"Kamu dari mana Chelyn?"Papa berdiri.Wajahnya terlihat sangat emosi.


"Jangan-jangan dia berubah jadi wanita ga bener mas.Ya ampun Chelyn kamu kenapa jadi gini?"Kata Selia.


"Kamu tuh perempuan ga bener.Dasar iblis,wanita ga tau diri,ga punya harga diri,dasar murahan."Kata Chelyn menatap Selia dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Mas...Kamu denger kan dia ngomong apa sama aku?Hati aku sakit bangat dia bilang kayak gitu."


"Chelyn!"Papa mengangkat tangannya dan hampir menampar Chelyn.


"Jangan pak!"Kata bu Hana menangis sambil memeluk Chelyn.


"Kasian nak Chelyn!"Lanjutnya lagi.


"Papa jahat.Papa jahat!"Kata Chelyn berlari meninggalkan ruang tamu.


"Hari ini kamu jalan sama Vincent kan?"


"Bukan urusan papa!"Teriak Chelyn melanjutkan langkahnya.


Tiba di kamar,Chelyn langsung mendorong pintu kuat-kuat dan menjatuhkan dirinya di tempat tidur.Rasanya sangat lelah menghadapi hari-hari seperti ini setiap hari.Ia juga sadar caranya berbicara pada papanya sangat keterlaluan.Tapi dia juga tidak sanggup menahan emosinya setiap kali melihat Selia,mama tirinya.


"Nak."Kata bu Hana menghampiri Chelyn.


"Ibuuuuu."Chelyn menangis memeluk bu Hana.


"Chelyn cape bu.Chelyn cape dengan kehidupan kayak gini setiap hari.Chelyn harus gimana?"


"Ibu ngerti nak.Ibu yakin Chelyn anak yang kuat.Chelyn pasti kuat laluin ini semua."


"Bu,aku juga sebenarnya kasian sama ibu.Aku ga terima sama perlakuan manusia iblis itu ke ibu.Dia tau ibu sangat baik sama Chelyn,makanya dia juga berusaha buat bikin hidup ibu susah.Dia selalu nyuruh ibu ngerjain ini itu,dia bentak-bentak ibu.Aku ga bisa tinggal diam bu."


"Bu...Jangan tinggalin Chelyn yah.Janji ibu bakal temanin Chelyn terus."


"Iyah nak.Ibu akan terus nemenin Chelyn."


"Sekarang kamu mandi yah nak.Ibu ambilin makan buat kamu biar kamu makan di kamar aja."


"Iyah bu."Kata Chelyn menurut.


...****************...


Setelah makan,Chelyn menonton bersama bu Hana di Hp Chelyn.


"Bu,kira-kira sampai kapan yah hidup Chelyn kayak gini?"


"Humm...Ibu yakin,semua akan baik-baik aja.Semua akan membaik seiring berjalannya waktu.Kamu harus tekun berdoa yah nak.Minta sama Tuhan kekuatan,kesabaran dan penghiburan."


"Iyah bu.Walaupun aslinya aku udah capek bangat,aku ga mau nyerah."


"Kalau gitu kamu tidur yah nak.Ibu mau balik ke kamar ibu.Ibu juga udah ngantuk."

__ADS_1


"Ibu pasti kecapean hari ini yah? Ya ampun bu.Ibu ga perlu ngelakuin semua hal yang diperintahin iblis itu."


"Gapapa kok nak.Lagian kan itu udah tugas ibu.Masa ibu ga nurut sama majikan!"


"Ya ga gitu juga bu."


"Udah nak,ibu gapapa.Selagi ibu liat Chelyn senyum,ya ibu baik-baik aja.Bahagianya Chelyn bahagianya ibu juga.Jadi Chelyn harus tunjukin senyumnya tiap hari biar ibu juga semangat."


"Ibuuu...Ibu udah kayak mama Chelyn deh.Sayang bangat sama bu Hana."Chelyn memeluk bu Hana terharu.


"Ibu jangan pergi yah,temenin Chelyn tidur di sini."


"Iya nak,ibu temenin.Tapi kamu langsung tidur yah.Besok kamu harus masuk kuliah."


"Iyah bu.


Bu,ibu udah ngantuk bangat?"Tanya Chelyn lagi.


"Kenapa emang nak?"


"Chelyn mau cerita tentang hari ini."


"Yauda cerita,ibu jadi penasaran."


"Vincent bawa aku ke rumahnya."Wajah Chelyn berubah ceria lagi.


"Oh yah?"


"Iyah bu.Ternyata tante Widya, mamanya Vincent baiiikkkk bangat.Dia lemah lembut sama kayak ibu Hana.Trus,Mereka itu ternyata lumayan juga perekonomiannya bu.Ibu ingat ga dulu waktu sekolah SMA Chelyn suka nongkrong di cafe?"


"Iya ingat nak."


"Ternyata keluarga Vincent pemilik cafe itu bu."


"Wahh...Keren juga."Sahut bu Hana tersenyum.


"Iya bu.Sekarang aku legaaa bangat.Latar belakang keluarga Vincent ga seburuk yang aku kira.Yah bukan berarti aku ga bisa nerima dia apa adanya,cuman seneng aja gitu kalau ternyata hidupnya ga susah."


"Ibu seneng dengarnya nak.Berarti kalau mau ketemu nak Vincent ga harus nunggu di gereja lagi kan?"Kata bu Hana bercanda.


"Hahahah...iya bu.Engga lagi."


"Udah,sekian dulu ceritanya.Sekarang kita tidur yah bu.


Selamat malam bu Hana."Chelyn memeluk bu Hana.

__ADS_1


"Selamat malam juga nak Chelyn.Tidur yang nyenyak dan mimpi yang indah yah,nak."Kata bu Hana mengelus kepala Chelyn.


__ADS_2