
Ini hari pertama setelah mama Chelyn dikebumikan.Pagi-pagi setelah bangun tidur Chelyn pergi berziarah bersama ayah,keluarga dan semua pekerja rumahnya.
Chelyn masih saja menangis memandangi dan mencium salib mamanya.
"Ayo nak,kita pulang!" Kata papa dengan suara serak dan mata yang sembab.
"Ga pah.Papah duluan aja.Aku masih mau disini."
"Dari kemarin kamu belum makan loh nak.Kita pulang dulu yuk,kamu harus makan."Lanjut bu Hana yang sudah seperti bagian dari keluarga mereka.
"Aku ga lapar bu."
"Tapi harus tetap makan.Nanti kamunya sakit loh,nak." Kata bu Hana lemah lembut
"Ga bu.Aku ga selera.
Pah,papa duluan aja,ntar lagi aku nyusul."
"Yaudah deh,jangan lama-lama yah nak.Papa tunggu di rumah.
Chelyn mengangguk.
"Bu Hana temanin Chelyn di sini yah."
"Baik pak."
Papa bersama bodyguard dan sopirnya pun menuju mobil dan pulang ke rumah.
"Bu Hana tunggu di mobil aja sama pak Dito."Pinta Chelyn.
"Ibu temanin kamu disini aja deh,nak."
__ADS_1
"Ga bu.Chelyn pengen sendiri dulu di sini."
Bu Hana dan pak Dito pun menurut.Keduanya menunggu Chelyn di mobil.
"Mah,mama kok cepet bangat sih ninggalin aku? Kenapa mama tega bangat ninggalin aku dan papa.Aku ga sanggup tanpa mama,aku gabisa mah.
Mah aku masih mengira ini semua hanya mimpi buruk aku.Aku berharap ini beneran cuman mimpi.Aku janji saat terbangun nanti aku bakalan jadi anak baik.Aku akan membanggakan mama dan papa dengan prestasi aku.Bangunin aku mah,aku janji bakal jadi anak baik dan penurut."Katanya menangis sesenggukan.Ia belum bisa terima kenyataan pahit itu.
"Udah,yang lalu biarlah berlalu.Jangan ditangisi terus menerus.Mama kamu udah tenang di sana.Dia juga bangga punya anak sebaik kamu."
Chelyn menoleh ke belakang,Vincent berdiri di belakangnya.
"Kamu yang sabar yah."Katanya duduk di samping Chelyn sambil mengelus bahu Chelyn.Chelyn semakin keras saja menangis.
Chelyn bersandar di bahu Vincent.
"Sstttt...."Vincent menenangkan.
"Harusnya aku batalin aja keberangkatan mama.Dasar Chelyn bodoh! Ngapain malah iyain pas mama bilang berangkat sendiri.Aku bodoh bangat.pantes aja mama kayak aneh ngomongnya waktu itu bilang titip salam sama papa,nyuruh aku jaga diri baik-baik,dan mama segitunya nyampein kalo mama sayang bangat sama aku.Itu sebenarnya pertanda,tapi aku ga sadar.Dasar bodoh!" Chelyn memukuli kepalanya.
"Chelyn.jangan!"Vincent menahan tangan Chelyn.
"Jangan nyalahin diri kamu,kamu ga salah.Ini jalan yang terbaik buat mama dan kamu." Vincent ikut menangis.
"Aku ga akan sanggup tanpa mama."
"Aku ngerti.Tapi aku tau kamu wanita hebat,dan kamu pasti kuat jalanin ini semua.
Udah ya,sekarang kamu pulang.Kasian papa kamu nunggu."
"Kamu ikut pulang ke rumah aku kan?"
__ADS_1
"Maaf,aku gabisa Chelyn."
"Kenapa?Kamu bilang kamu akan selalu ada buat aku."
"iya nanti aku datang,tapi ga bisa pagi atau siang ini.Paling nanti sore aku ada waktu."
"Yah...Aku tunggu.Aku mau dengarin kata-kata penghiburan dari kamu."
"Iya Chelyn.Aku pasti datang.Tapi kamu janji sampai di rumah kamu harus langsung makan.Okay?"
Chelyn mengangguk.
"Yauda sana naik mobil.Bu Hana dan pak Dito udah nunggu tuh."
Chelyn menurut dan langsung berjalan dan masuk ke mobil.
...****************...
"Apa yang kau perbuat?"Seseorang muncul di hadapan Vincent setelah kepergian Chelyn.
"Tuan."Katanya menunduk pada pria yang menemui Vincent di pantai waktu itu.
"Kenapa tindakanmu mengecewakan?"
"Maafkan saya tuan." Katanya tersungkur.
"Ini fatal.Engkau membatalkan kematian manusia.Kau tahu jelas ini melawan takdir."
"Maafkan saya tuan.Saya sangat bersalah."
"Karena tindakan cerobohmu ini,engkau tau apa yang menjadi hukumanmu." Kata pria itu.Lalu ia berubah menjadi sekumpulan cahaya dan terbang ke langit.
__ADS_1
Vincent menangis tersungkur meminta ampun.Ia menyadari kesalahan yang ia sengaja perbuat.