Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Tiga Puluh Lima


__ADS_3

Setelah makan malam,seperti biasanya Chelyn langsung masuk ke kamarnya.Malam ini ia harus mengerjakan tugas.Ketika sedang mengotak-atik laptopnya ia dikejutkan oleh papa dan mama tirinya yang sudah berdiri di pintu kamarnya.Ia memang tadi tidak menutup pintu kamarnya.


"Papa?"Katanya kaget.


"Bilang aja sekarang mas."Kata Selia,mama tirinya menggandeng tangan papa.


"Ngapain iblis itu ikut ke kamar aku."Katanya dengan tatapan tidak senang.


"Chelyn."


"Iya pah."


"Mana kunci mobil kamu?"Kata papa dengan wajah datar.


"Aku simpen.Kenapa emang?"Chelyn menutup laptopnya.


"Sini kasih sama papa."


"Lah,emang mobil papa mana sampe minjem mobil aku?"


"Itu bukan mobil kamu,itu mobil papa."


"Papa...


Itu mobil aku."Kata Chelya dengan mata berkaca-kaca.


"Mobil itu dibeli pakai uang papa.Jadi itu mobil papa."


"Tapi papa udah hadiahin mobil itu sama Chelyn waktu Chelyn ulang tahun.Masa papa mau ambil lagi sih."


"Ya terserah papa lah.Kata mama Selia kamu selalu keluyuran tiap hari naik mobil itu.Papa ga suka kamu jadi anak berandalan sama kayak Vincent."


"Pah,Vincent bukan berandalan,dia orang baik-baik."

__ADS_1


"Tau dari mana kamu?Hanya karena di depan kamu pria ga jelas itu selalu terlihat polos?Sampai sekarang aja keberadaan keluarganya dan juga alamat rumahnya masih jadi misteri."


"Aku udah tau semua tentang dia.Aku udah tau siapa keluarganya,aku udah tau dimana rumahnya.Jadi berhenti bilang Vincent pria ga jelas.Dia dari keluarga baik-baik.Jadi tolong jangan ganggu dia lagi.Papa ga usah nyuruh-nyuruh anak buah papa buat nyakitin dia.Kenapa sih papa jadi orang yang ga berperasaan,kejam?Aku tau,papa nyuruh pak Andre buat hajar Vincent,dan gara-gara papa Vincent babak belur bahkan tangan kanannya gabisa ngapa-ngapain."


"Baguslah.Kalau udah gitu berarti dia bakalan jera.Tapi ini semua tergantung kamu sih.Kalau kamu mau liat dia kesakitan terus,kamu temuin aja dia terus.


Oh iya akhir-akhir ini papa udah ga pernah liat dia di tempatnya biasa,dia udah jera atau kamu nyuruh dia sembunyi?"


"Udah mas.Langsung ambil aja kuncinya.Biar dia ga bisa lagi keluyuran sama Vincent.Jelek bangat diliat orang anak gadis keluyuran ga jelas,kadang sampai malam.Apa yang orang-orang katakan tentang kita?Kita akan dituduh ga bisa mendidik anak."Selia kembali lagi menghasut Zay Wijaya.


"Benar juga kata kamu Selia.


Chelyn serahin kuncinya."


"Trus kalau aku mau kemana-mana gimana?"


"Ada taksi kan?"


"Nunggu taksi kelamaan pah."


"Terserah papa.Papa ikutin aja semua kata-kata iblis itu.Suatu saat papa bakalan nyesal dengan sikap papa sama Chelyn.Chelyn cape kayak gini terus.Apapun yang mau kalian lakukan,lakukan aja.Mau kalian sakitin Chelyn sakitin aja.Sekarang Chelyn udah ga peduli."Chelyn mengambil kunci mobil dari dalam tas dan memberikannya pada tangan papa.


Selia langsung berlari menghampiri papa dan mengambil kunci dari tangannya.


"Sekarang mobilnya jadi milik aku yah mas."Katanya memeluk papa.Papa menggangguk tersenyum.


...****************...


"Nak."Bu Hana menghampiri Chelyn di kamar.


"Iyah bu."Jawabnya tersenyum.


"Eh,kamu ga nangis?"

__ADS_1


"Ga lagi deh bu.Udah cape bangat Chelyn nangis setiap hari.Sekarang apa pun yang terjadi hadapin aja.Terserah mereka mau gimana.Yang penting aku tetap sama ibu di sini."


"Kamu benar-benar hebat nak.Semoga secepatnya kamu mendapatkan kebahagiaan kamu yah nak."


"Aminnn...Makasih bu."


...****************...


Pagi-pagi Chelyn sudah bersiap berangkat kuliah.Ia mondar-mandir ke sana kemari sepertinya mencari sesuatu.Ia mengangkat bantalnya,membuka laci meja,mencari ke kolong tempat tidur,namun tidak menemukan apa-apa di sana.


"Bu!"Chelyn menghampiri bu Hana yang sedang menjemur pakaian.


"Iya nak."


"Tadi waktu Chelyn mandi,ibu beresin kamar Chelyn kan?"


"Iyah nak.Kenapa emang?"


"Ibu ada liat kunci mobil aku ga?Atau ibu nemu gitu siapa tau jatuh?"


"Lohhh...Kan udah sama bapak nak."


"Ya ampun,aku lupa."Katanya menepuk jidatnya.


"Haduhh...Gini nih kalo banyak pikiran jadi pelupa."


Ibu Hana hanya tersenyum.


"Kalau gitu aku berangkat yah bu.Harus naik taksi nih mulai sekarang."


"Iyah nak.Hati-hati kamu yah."


"Iyah bu.

__ADS_1


Eh..Tas aku?Ya ampun.Tas aku masih di kamar."Katanya berlari menaiki tangga.


"Nak...nak."Kata bu Hana menggeleng-geleng kepala.


__ADS_2