Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Tiga


__ADS_3

"Hem..." Suara seseorang membuyarkan konsentrasi Chelyn yang sedang asyik membaca buku di perpustaan.Chelyn menoleh dengan wajah datar.Tiba-tiba Chelyn melongo.


"Kamu lagi?Apa aku harus mengulang pertanyaan aku yang udah seribu kali aku pertanyakan tapi ga dijawab-jawab.Oke,kamu siapa sebenarnya?" Kata Chelyn tidak bersemangat karena ia sendiri juga sudah bosan dengan pertanyaan itu.


Pria itu tidak menjawab.


"Oke aku ganti pertanyaannya.Ngapain kamu disini?"


Apa kamu kuliah disini juga?"


Pria itu menggeleng.


"Aku disini karena kamu."Jawabnya.


"Maksudnya?Jangan bikin aku bingung terus dong."


"Udah baikan yah?"Tanyanya pada Chelyn.


"Emang aku sakit?"


"Otak kamu." Kata pria itu tersenyum sinis.


"Berani-beraninya bilang otak aku sakit.Hey...Aku kasih tau papa aku yah.Kamu ga tau siapa aku?"


"Taulah.Makanya aku disini."


"Ga jelas bangat."Kata Chelyn kesal dan kembali membaca bukunya.Pria itu berjalan menuju pintu perpustakaan.


"Mau kemana kamu?"


"Urusn aku bukan kamu aja."


"Siapa juga yang minta diurusin sama kamu."


"Hem.."


Pria itu melangkah pergi.Belum sampai di pintu perpustakaan,Chelyn sudah berdiri di hadapannya menghalangi jalannya.


"Ga boleh pergi!"Chelyn merentangkan tangannya dengan kepala ngedongak melihat wajah pria tinggi itu.


"Kenapa sih nih orang."

__ADS_1


"Kamu yang kenapa?Kenapa kamu selalu muncul dimanapun aku berada.Apa sih yang sebenarnya kamu rencanain? Kamu mau nyulik aku yah?" Celocos Chelyn.Pria itu menutup mulut dengan telapak tangannya menahan ketawa.


"Nyulik kamu buat apa?hah?"


"Ya banyak.Sekarang ini banyak modus buat dapatin uang.Mungkin sengaja nyulik aku biar bisa minta tebusan sama mama dan papa aku.Atau kamu mau nyulik aku buat kamu jadikan istri?"


"Iya sih.Dunia ini sudah semakin menjadi-jadi kejahatannya."


"Nah itu.Kamu mau berapa? Nanti aku kasih uangnya.Ga usah pakai acara nyulik aku,ribet bangat berdosa lagi."


"Dih...Jadi orang negative thinking bangat.Udahlah aku masih ada urusan."


"Tunggu,please! Jawab aku serius kali ini aja.Kamu itu sebenarnya siapa? Udah.Jawab yang itu aja."


Pria itu mendekatkan wajahnya pada wajah Chelyn.Bulu kuduk Chelyn sampai naik.Ia merasakan getaran di tubuhnya.Chelyn memejamkan matanya menunggu tindakan pria itu selanjutnya.


"Secret!" Bisik pria itu padanya.Chelyn membuka matanya dengan rasa kecewa bercampur malu.Dilihatnya tidak ada lagi pria itu disana.


"Iiihhhh...Pria ga jelas itu.Malu bangat aku.Kirain tadi dia mau nyium aku.Ganteng sih tapi ngeselin bangat."


...****************...


"Chelyn!"Mama mengetuk pintu kamar Chelyn yang sedang tidur siang.Chelyn yang masih mengantuk berjalan dengan sempoyongan untuk membuka pintu kamarnya.


"Temanin mama nak ke apotek bentar.Kepala mama sakit dan pusing.Kayaknya tensi mama tinggi."


"Oh iya bentar yah,ma.Aku pakai baju dulu."Kata Chelyn yang memang kalau di rumah terbiasa hanya menggunakan tanktop dan celana pendek setengah paha.


"Mama tunggu di depan.Jangan lama-lama nak.pusing bangat kepala mama."


"Iyah ma."


Cepat-cepat Chelyn memakai bajunya.Kaos hitam dengan tetap memakai celana yang ia pakai tidur tadi.Ia keluar dari kamar.Mama sudah menunggu di depan.Chelyn langsung menuju garasi mengambil mobilnya.


...****************...


Setelah mengantar mamanya ke dalam apotek untuk diperiksa,Chelyn keluar dan duduk di kursi tunggu.


"Kamu lagi?" Katanya ketika melihat pria itu muncul lagi di hadapannya.


"Dimana-mana selalu ada kamu.Kamu emang ga ada kerjaan lain selain membuntuti aku kemana-mana.Kamu ini siapa sih?Setan yah makanya selalu muncul dimana-mana."

__ADS_1


"Lawannya setan!" jawabnya tersenyum manis.


"Beneran heran bangat kenapa dimana pun aku,kamu selalu muncul.Sekali dua kali sih bisa aja kebetulan.Tapi kalau berkali-kali mah kamu emang sengaja ngikutin aku."


"Iya juga sih."


"Malah jawab iya juga sih.


Kamu ngapain disini,lagi sakit?"


"Karena kamu juga ada di sini."Jawab pria itu untuk yang kesekian kalinya.


"Astaga...Ayolah jawabya yang serius.Jangan bikin aku bingung dan penasaran terus."


"Siapa suruh kepo!"


"Kalau kamu ga muncul terus di hadapan aku yah aku juga ga bakalan kepo."


Pria itu menghela napas lalu berdiri.


"Eitss...Mau kemana?"


"Mau pergilah.Urusan aku bukan cuman kamu aja."


"Selalu aja kayak gini."


Pria itu berjalan meninggalkan Chelyn.


"Setidaknya kasih tau nama kamu aja."Seru chelyn.Pria itu menghentikan langkahnya dan menoleh.


"Vincent." Sahutnya singkat.


"Bad attitude bangat sih.Salaman kek."


"Udah tau nama aku kan?Namaku Vincent.Jangan panggil orang aneh lagi."


"Dasar Vincent aneh."Chelyn malah nyolot.Pria itu berbalik badan dan menatapnya.


"Aku Chelyn!"Katanya memperkenalkan diri.


"Udah tau."Kata Vincent sambil berlalu dari hadapan Chelyn.

__ADS_1


"Kebiasaan bangat deh pergi gitu aja ga pamit.Dari dulu ngeselinnya ga ilang-ilang.


Em...Jadi namanya Vincent.Keren juga sih namanya,cocok juga untuk orangnya yang ganteng."Katanya tersenyum membayangkan wajah tampan Vincent.


__ADS_2