Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Empat Puluh Dua


__ADS_3

Chelyn memasuki kamarnya dengan langkah kaki terseret.Ia meletakkan tas nya di lantai begitu saja dan langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur.Ia menyalakan kipas angin mininya dan mengarahkan ke wajahnya.


"Gimana hari pertama kerjanya nak?"Bu Hana menghampiri Chelyn di kamar.


"Cape bangat buuu."Katanya sambil berusaha duduk.


"Kalau ga sanggup ga usah diterusin lagi yah nak.Kasian kamunya."


"Ini karena baru awal bu.Lama-lama juga ntar terbiasa."Katanya berusaha tersenyum.


"Ya ampun nak.Ibu ga tega liat kamu kerja keras kayak gini"


"Aku gapapa ibu.Ibu tenang aja.


Ini pelajaran juga buat aku biar jangan seenaknya menghambur-hamburkan uang bahkan untuk hal yang ga penting kayak dulu.Ternyata di luaran sana banyak bangat orang yang kesusahan bangat nyari uang.Dulu Chelyn bisanya minta doang sama mama dan papa."


"Ya gitulah hidup nak.Kadang dipikir-pikir ga adil juga sih untuk sebagian orang.Ada yang hidupnya enak,semua serba gampang.Ada yang cuman buat makan aja susah.Intinya gini sih kalau menurut ibu, 'Tidak semua orang yang hidupnya susah karena tidak berusaha.Meski sudah berusaha adakalanya dunia tidak mengijinkan bahagia."


Ya tapi intinya,Kita harus tetap menyerahkan hidup kepada Tuhan.Biar Tuhan atur yang terbaik buat kita."


"Iyah juga bu."Kata Chelyn tersenyum.


"Hmm...Kayaknya Chelyn mau mandi dulu deh bu.Abis itu bantu ibu masak makan malam."


"Kamu mandi aja nak.Habis mandi nanti kita makan.Ibu udah masak tadi abis belanja bahan-bahan untuk bikin kue besok."


"Oh yah?Kalau gitu Chelyn mandi dulu yah bu."


...****************...


"Sehabis mandi dan makan malam,Chelyn menemani bu Hana membuat kue.Bu Hana mulai mencampur bahan-bahan pada baskom besar.


"Biar Chelyn bantu yah bu?"


"Kamu harusnya istirahat aja nak.Kamu kan udah cape kerja hari ini."


"Engga kok bu.Aku juga suka bikin kue.Cuman belum bisa buat aja.Ibu ajarin Chelyn yah?"


"Yauda boleh deh nak.Kamu aduk-aduk aja dulu adonannya."


"Siap bu."


Baru saja mengaduk adonan,suara dari pintu depan terdengar.


"Siapa yah bu malam-malam gini bertamu?Lagian tetangga sini kan belum ada yang kenal sama kita bu."


"Iyah juga yah nak.Kita buka yuk!"


"Chelyn takut bu.Gimana kalau itu maling."


"Duhhh...Ibu juga jadi takut.Mana disini sepi bangat lagi nak.Gimana ini yah?"


"Kita bawa balok ini aja bu."Chelyn mengambil sebuah balok yang berada di sudut dapur.


"Boleh juga tuh nak.Kalau itu orang jahat,langsung pukul aja.Nanti ibu akan teriak minta tolong."

__ADS_1


Keduanya berjalan ke depan dengan langkah mengendap.


"Ibu mau di depan?"Tanya Chelyn karena takut.


"Kenapa emang nak?Ibu di belakang aja jagain kamu."Sahut bu Hana yang juga sudah sangat ketakutan.Ia memegang baju Chelyn dari belakang.


Dengan pelan Chelyn memegang gagang pintu.


'Tok..tok..tok...tok...' Kembali terdengar ketokan pintu.Bu Hana dan Chelyn tersentak.Cepat-cepat Chelyn membuka pintu dan mengayunkan baloknya.


"Sayang!"Seru Marcel menghindar dari pukulan balok Chelyn.


"Vincent?"Katanya meletakkan baloknya di lantai.


"Nak Vincent?"Lanjut bu Hana.


"Awww...Kalian kenapa?"Tanya Vincent meringis.


"Sayang,kok kamu ada disini?"


"Karena kamu disini."Katanya memegangi tangan kanannya.


"Kita pikir tadi maling atau apa.Makanya sampai bawa balok segala.Tangan kamu sakit yah kena balok tadi?"


"Iyah nih yang.Aku sih menghindar tadi tapi malah kena ujung baloknya ke lengan aku."


"Ya Tuhan.


Kita masuk dulu yuk.Biar diurut."


"Bu Hana,hehehe."Chelyn cengengesan.


"Kirain kamu bisa."


"Ayo masuk nak."Ajak bu Hana.


...****************...


Chelyn menyajikan teh pada Vincent yang sudah duduk bersama bu Hana di kursi plastik.


"Ngomong-omong,kamu kenapa bisa tau aku dan ibu ada disini?"


"Ya taulah.Aku ada dimanapun kamu berada."Sahut Vincent tersenyum menaik-naikkan alisnya.


"Selalu aja kayak gitu,gabisa jawab serius.


Please yang...Kamu tau darimana?"


Vincent mendekatkan wajahnya pada Chelyn dan berbisik.


"Rahasia."


"Aaaaa..Sayanggg..."Chelyn memukul pelan Vincent.Vincent dan ibu tertawa.


"Kenapa pergi dari rumah sih Chelyn,bu?"Tanya Vincent.

__ADS_1


"Aku udah ga tahan tinggal di rumah itu.Setiap hari harus berantem sama iblis itu,setiap hari kena marah sama papa,setiap hari harus nangis karena hal yang sama.Itu bikin capek bangat yang.Makanya aku milih pergi dari rumah,dan bu Hana malah ngikut aku.Sekarang aku udah nyaman hidup kayak gini.Tinggal berdua sama bu Hana di rumah sederhana."


"Iyah,aku ngerti sayang. Trus gimana dengan biaya hidup kalian?Papa kamu masih nanggung kebutuhan dan keperluan kamu?"


"Enggak.Semenjak aku dan ibu Hana pergi dari rumah,papa ga pernah nyariin aku.Dia ga pernah nelpon dan nanya kabar aku.Papah memang udah ga peduli sama aku.Baik ada aku atau engga,aku masih hidup atau udah mati,,,papa udah ga peduli."


"Sstttt..Ga boleh ngomong gitu."


"Tapi nyatanya gitu kan sayang?"


"Aku ga suka kamu ngomong tentang kematian."


"Iya iya..Aku minta maaf.


Oh iya,gimana kabar tante Widya?"


"Mama baik.Mama selalu nanyain tentang kabar kamu.Mama selalu nanya kenapa kamu ga pernah lagi datang ke tempat aku."


"Eumm...Gitu yah.


Gimana yah yang.Sekarang ini aku udah sibuk kerja.Pulang kuliah aku udah harus masuk kerja.Kerjanya sampai jam 6 Sore.Habis itu beres-beres dan rapiin cafe dulu,baru bisa pulang."


"Kamu kerja di cafe?"


"Iyah,bagian delivery.Ngantarin pesanan makanan."


"Ya ampun.Pasti kamu capek bangat yah yang."


"Lumayan lah.Tapi aku lebih nyaman kayak gini daripada harus hidup mewah tapi batin aku tersiksa.Lagian beberapa hari terakhir sebelum aku dan ibu keluar dari rumah,aku malah dijadikan pembantu sama mereka.


Hah...Udalah yang.Aku udah ga mau bahas soal mereka lagi.Aku mau pokus sama hidup aku yang sekarang."


"Semangat yah sayang.Ada hal indah yang Tuhan udah siapkan buat orang-orang yang pantang menyerah,yang meminta campur tangan Tuhan dalam hidupnya.Tuhan akan berikan kebahagiaan bagi orang yang berharap padaNya."


"Iya,amin yang."


"Oh iya kamu udah makan?Atau mau aku masakin telor ceplok lagi?"


"Hehehe...Udah kok yang.Kamu ga usah repot-repot."Vincent menatap Chelyn.


"Wanita hebatku."Katanya tersenyum mencubit dagu Chelyn.Chelyn hanya tersenyum.


"Kalian lanjut aja ngobrolnya yah nak.Ibu mau lanjut bikin kuenya."Bu Hana memecahkan suasana bermesraan Chelyn dan Vincent.


"Ibu bikin kue?"Kata Vincent.


"Iya nak.Buat dititipin di warung-warung."


"Oh gitu bu.Kalau gitu kita bikin bareng-bareng aja."


"Ibu bisa kok nak.Kalian ngobrol aja disini.Udah lama juga kan kalian ga ketemu?Lepas kangen dululah sama ayangnya."


"Iiiii ibuuuu."Kata Chelyn tersipu malu.


Vincent dan ibu tertawa melihat wajah Chelyn memerah menahan malu.

__ADS_1


"Aku mau bikin kue aja ah.."Kata Chelyn salah tingkah berjalan ke dapur.


__ADS_2