
Udara pantai sore itu sangat menyejukkan setiap insan yang berpijak disana.Terlihat dedaunan kelapa yang tiada henti menari kesana kemari karena hembusan angin pantai.Langit orens menambah keindahan pantai.Orang-orang tampak sibuk menikmati momen itu dengan mengambil gambar.
Tampak di sudut lain,Vincent berjalan menyusuri pantai dengan tersenyum sambil sesekali memejamkan matanya.Vincent menghela napas.
Vincent melihat ke sekelilingnya orang-orang yang tampak bahagia bersama keluarga,teman,dan juga kekasih.Hanya ia sendiri disana tanpa didampingi siapa-siapa.
Vincent berdiri menghadap ke laut dengan memejamkan matanya.
"Sungguh indah karyaMu Tuhan."Katanya memuji Tuhan.
Ketika ia kembali membuka mata,ia dikejutkan oleh seseorang yang berdiri tepat di depannya.
"Aaa.."Teriaknya kanget.Vincent lalu menutup mulutnya dengan tangannya.
"Terlalu nyaman di bumi?"Kata pria berpakaian putih di hadapannya.Vincent langsung menunduk.
"Tuan ada di sini?"Sahutnya keheranan.
"Jangan lupa dengan tugasmu dan jangan lalai karena duniawi."
"Baik Tuan."Katanya menunduk.Ketika ia kembali mengangkat kepalanya pria itu sudah tidak ada lagi disana.Vincent menatap ke langit sambil tersenyum.
...****************...
"Selamat pagi!"Vincent menyapa Chelyn yang baru turun dari mobil di parkiran kampus.
"Pagi juga Vincent.Oh iya kamu kuliah disini juga ternyata."
Vincent menggeleng.
"Sesekali jawab serius bisa ga sih?"
"Engga!"
"Ngeselin."Sahut Chelyn kesal.
"Engga disini maksudnya!"
"Trus kenapa kamu sering kali datang ke sini?Oh..Kamu kerja di sini?"
"Engga juga."Katanya tersenyum.
"Ih..Gimana sih?"
"Beberapa kali aku udah bilang aku disini karena kamu ada disini.Yahh..Aku ditugaskan."
"Maksudnya? Apa kamu disuruh papa aku diam-diam buat jagain aku?Jadi bodyguard aku gitu?"
"Bapa kita."
"Ih..Apaan sih.Kita kan belum ada apa-apa,belum menikah.Udah ikutan manggil papa aja."Kata Chelyn salah tingkah.Pipinya memerah.Vincent tersenyum melihat tingkah lucu Chelyn.
"Pipinya kenapa merah?Perasaan pagi ini masih sejuk deh."Vincent malah menggoda Chelyn.Ia tahu kalau Chelyn sudah kebawa perasaan.
__ADS_1
"Eum..Gapapa kok.Ini Blush on aku ketebelan kayaknya."Jawab Chelyn mengada-ada.
"Oh gitu."Vincent tersenyum meledek.
"Ih beneran."Sahut Chalyn cemberut.
"Kamu udah sarapan belum?"Chalyn berusaha melarikan topik obrolan.
"Belum sih."
"Gimana kalau kita sarapan di kantin?Tenang.Aku yang bayarin."Ajak Chelyn dengan mata berbinar.
"Ga ah.Aku jadi ga enak nanti."
Ih...Gapapa.Kita kan sekarang temen deket .Mau yah Pleaseeee!!!" Chelyn memohon.
"Aku sedih bangat nih kalau niat baik aku ditolak."
"Yauda deh kalau emang karena niat baik."
"Let,s go!" Chelyn tersenyum riang.
...****************...
"Jadi kapan aku bisa tau alamat rumah kamu? Kapan kamu ajak aku main ke sana?Kapan kamu kenalin keluarga kamu ke aku? Aku pengen juga deket sama keluarga kamu kayak dulu aku deket sama keluarga Tania."
"Sabar yah,belum waktunya."Sahut Vincent sambil mengunyah makanan.
"Hum...Iya deh kalau kamunya emang belum siap.Aku kan ga bisa maksa.Tapi aku kasih tau yah, gimana pun keadaan keluarga kamu,gimana pun latar belakang kamu,aku ga masalah kok.Aku sama sekali ga mandang.Aku tetap senang dan mau temenan sama kamu."
"Sayangnya apa?"
"Eeee...Apa yah?"Vincent memikirkan hal yang cocok ia katakan pada Chelyn untuk mengalihkan perhatiannya.
"Apa?Aku penasaran."
"Apa yah?Em...Ga ada.Kamu ga ada kurangnya.Setelah dipikir-pikir kamu emang ga ada kurangnya.Kamu juga cantik."
Chelyn tersipu malu dengan pujian Vincent.
"Kamu bisa aja."Katanya sambil mendorong Vincent hingga hampir terjatuh.
"Eh..maaf..maaf..."
Vincent hanya tersenyum.
"Tapi kamu juga baik kok.Ganteng lagi."
"Oh yah?"
"Iya,sayangnya..."
"Sayangnya kenapa?"
__ADS_1
"Ihhh...kita belum apa-apa udah manggil-manggil sayang aja."
"Ya ampunn...Kamu apaan sih Chelyn.Hahaha".Vincent dan Chelyn tertawa.
"Serius sih."
"sayangnya kamu belum mau terbuka sama aku.Padahal aku pengen bangat kenal kamu lebih jauh."
"Iya deh iya.Lanjut makannya dulu.Nanti aja ngobrolnya."
Keduanya melanjutkan menikmati sarapan.
"Aku pamit pulang yah!"Kata Vincent setelah menghabiskan makanannya.
"Ih...kok cepet bangat?"
"Aku ada kerjaan abis ini.Kamu kan juga harus masuk kelas."
"Hmmm...Yaudah deh.
Kamu hati-hati yah."Kata Chelyn perhatian.
"Pasti.Kamu juga jaga diri baik-baik biar ga ngelakuin dosa."
Chelyn mengangguk tersenyum.
"Pendosa bangat gua yah?"Bisiknya dalam hati.
"Vincent,Kalau aku mau ketemu kamu gimana? Aku kan ga tau alamat rumah kamu,tempat kerja kamu juga.Setidaknya tinggalin aku nomor handphone kamu.Biar aku bisa ajak kamu ketemuan."
"Sebenarnya aku selalu ada di manapun kamu berada."
"Jangan bilang karena kamu ada di hatiku.Udah sering aku dengerin gombalan gitu."Celocos Chelyn.
"Wlee...Kepedean."Ledek Vincent.Chelyn jadi malu sendiri.
"Kalau kamu tiba-tiba pengen ketemu aku,kamu datang aja ke gereja tempat aku biasa beribadah."
"Emang kamu tinggal disana?"
"Engga sih.Tapi aku banyak ngabisin waktu disana."
"Oh yah?Ngapain aja?"
"Bernyanyi untuk Tuhan,Latihan musik,baca Alkitab."
"Ehm..Gitu yah.Pengen juga kayak kamu.Tapi aku banyak sibuk untuk urusan duniawi."
"Kalau gitu aku pamit yah."
"Iyah Vincent.See you next time."Kata Chelyn melambaikan tangannya.
"See you!"
__ADS_1
Vincent pun pergi meninggalkan Chelyn yang masih duduk di kursi.
"Benar-benar pria idaman.Ini ciri-ciri pria yang dari Tuhan.Ya ampun...Udah ganteng,baik,rajin beribadah lagi."Bisiknya dalam hati sambil tersenyum.