Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Tiga Puluh Sembilan


__ADS_3

"Bi Hana!"Teriak Selia dari belakang rumah.


"Iya nyonya."Bu Hana yang baru saja selesi memasak untuk makan malam berlari menghampiri Selia.


"Bibi bisa kerja ga sih?Liat nih baju aku yang kamu cuci kemarin.Kamu ngambil kain kemarin tapi ga liat baju aku jatuh.Hujan dari sore sampai malam, kamu liat nih baju aku kayak gimana sekarang."


"Saya minta maaf nyonya."Kata bu Hana menunduk.


"Maaf doang emang cukup?


Ini baju mahal,bukan baju rombeng kayak yang bibi pakai.Gini nih kalau mempekerjakan orang tua.Kerjaannya pasti ga beres Minta diganti pembantu baru nih kayaknya."


"Kemarin Chelyn yang angkat jemuran,bukan bu Hana."Chelyn tiba-tiba muncul di belakang bu Hana.


"Nak?"Kata bu Hana menatap Chelyn yang sudah berdiri di sampingnya beradu tatapan dengan Selia.


"Ohh..Jadi anak kurang ajar ini yang bertingkah.Emang dalam hal apapun kamu tuh gabisa diharepin yah.Bisanya jadi beban doang.Heran deh jadi anak nyusahiiiin aja kerjanya.Kenapa sih suami aku ga usir kamu aja sekalian?Toh juga aku bisa ngasih anak lagi buat dia."


"Terserah,tapi aku jatuhinnya ga sengaja.Tapi aku minta maaf,aku salah."


"Ganti pakai uang jajan kamu,aku ga mau tau.Uang jajan kamu dipotong sampai satu tahun ke depan."


"Emmm..Terserah kamu mau bilang apa."


"Chelyn."Bentak Selia.


"Ada apa ini?Rumah ini ga bisa damai sebentar aja yah?Saya udah pusing di kantor,di rumah juga harus pusing gara-gara kalian."Kata papa yang baru saja tiba di rumah dari kantor.


"Chelyn tuh mas ngerusakin baju aku."Kata Selia menunjukkan bajunya pada Zay dengan wajah sok manjanya.


"Bukan Chelyn pak,nyonya.Tapi saya yang teledor."Sahut bu Hana.


"Bibi gausah sok-sok belain Chelyn deh.Orang kalau udah salah ya salahin aja.Gimana sih?"Bentak Selia.


"Chelyn,kenapa sih kamu selalu bertingkah?Mau kamu apa sebenarnya?Kalau susah diatur mending pergi dari rumah ini,cape harus liat kalian berantem mulu."


"Pah?Papah ngusir aku?"

__ADS_1


"Ga ngusir kamu,tapi kalau kamu merasa diri kamu susah diatur,ya bisa jadi."


"Aku juga cape pah harus selalu salah dalam segala hal.Aku udah cape bangat.Keluarga kita emang udah hancur,dan kayaknya udah gabisa diperbaiki lagi.Hari ini aku menyerah.Kalian pemenangnya." Chelyn masuk ke rumah dan langsung menuju kamarnya.


"Permisi pak,nyonya."Kata bu Hana berlari mengejar Chelyn.


...****************...


"Nak,kamu kok bilang gitu tadi?Kan ini emang salah ibu.Ibu yang ga sengaja jatuhin bajunya."


"Chelyn ga mau ibu kena marah."Kata Chelyn menatap bu Hana dengan perasaan sedih dan kasihan pada wanita tua itu.Matanya berkaca-kaca.


"Gapapa ibu dimarahin,kan ibu emang salah."


"Bu,Chelyn udah cape bangat kayak gini terus.Chelyn udah mikir matang-matang,Chelyn mau pergi aja dari rumah."


"Jangan nak.Kehidupan di luar sana sangat susah.Kalau kamu pergi dari rumah bapak juga akan berhenti biayain hidup kamu nak.Mungkin nyonya akan melarang bapak ngasih kamu uang dengan alasan biar kamu jera pergi dari rumah.gimana dengan uang makan kamu nanti?Gimana dengan biaya kuliah kamu?Gimana sama kebutuhan kamu yang lainnnya?


Lagian nyonya akan merasa menang dan puas kalau kamu pergi dari sini."


"Gapapa bu.Iyah,dia menang.Dia berhasil membuat aku keluar dari rumah.Chelyn udah ga peduli lagi tentang itu.Semoga suatu saat papa bisa sadar.


"Jangan nak,ibu harap kamu ga ngelakuin ini."


"Keputusan Chelyn udah bulat bu.Ibu jaga diri baik-baik di sini yah.Aku janji kalau nanti aku udah gajian,aku bakal jemput ibu.Kita tinggal bareng-bareng.Untuk sementara ini menunggu Chelyn dapat kerjaan,Chelyn irit-irit uang tabungan Chelyn dulu buat biaya hidup."


"Nak,ibu harap kamu pikirkan sekali lagi.Saat ini kamu lagi emosi.Jangan membuat keputusan saat emosi."


"Ga kok bu.Dari lama Chelyn udah mikirin ini.Kayaknya inilah waktu yang tepat."


"Kalau gitu ibu ikut kamu yah,nak?"


"Bukannya Chelyn ga mau bu.Cuman takutnya Chelyn nyusahin ibu ntar."


"Enggak kok nak.Kamu udah ibu anggap kayak anak ibu sendiri.Selain itu beberapa hari sebelum ibu Chatryn mama kamu meninggal beliau berpesan sama ibu untuk selalu jagain Chelyn apapun yang terjadi.Ibu juga sebenarnya ga tega nak Chelyn disini diperlakukan kayak ART gitu.Tapi ibu juga ga bisa ngelakuin apa-apa."Kata bu Hana menunduk.


"Mama pesan itu ke ibu?"Chelyn menangis.

__ADS_1


"Iyah nak."Ibu ikut menangis.


"Coba aja mama masih ada,pasti keadannya ga kayak yang sekarang.Semua akan baik-baik aja ketika ada mama.Mama...Chelyn kangen bangat sama mama..."Chelyn menangis.


"Udah nak.Jangan nangis yah.Apapun yang terjadi,baik susaha ataupun senang kita akan selalu sama-sama."Bu Hana memeluk Chelyn.


"Iya bu.Kalau gitu Chelyn lanjut beres-beres yah bu."


"Ibu juga mau beresin barang ibu di kamar nak."


...****************...


Setelah membereskan barang-barang yang akan Chelyn bawa,ia turun menemui bu Hana di kamarnya,tepatnya di kamar belakang.


"Ibu udah siap?"Tanya Chelyn.


"Udah nak.Kita berangkat sekarang."Kata bu Hana membawa tasnya berwarna hitam.


Keduanya berjalan menuju pintu depan,mereka melihat di ruang tamu ada pak Zay dan Selia sedang menikmati buah jeruk.


"Mau kemana kalian?"Tanya papa sambil mengelupas buah jeruknya.


"Chelyn dan bu Hana mau pergi aja pah.Chelyn udah ga tahan lama-lama tinggal di rumah ini.Chelyn juga selalu salah di mata kalian.Mulai sekarang Chelyn mau hidup mandiri."


"Kenapa ga dari dulu sih? Aku juga pusing bangat tau tiap hari harus berantem sama kamu.Ini juga si bibi,bukannya dari kemarin aja minggat dari sini."Celocos Selia.Sementara bu Hana hanya terdiam menunduk berdiri di belakang Chelyn.


"Hahaha."Papa tertawa.


"Besok juga kalau uang kamu udah habis bakalan balik lagi.Udah,kalau mau pergi ga usah bawa barang banyak-banyak.Biar ga ribet kalau nanti mau pulang lagi.


Chelyn,Kalau emang kamu mau pergi,silakan.Papa ga akan larang.Lagian semakin kesini juga kamu makin gabisa diatur.Membangkang aja kerjaannya."


"Udah?


Yauda sana.Apa perlu aku antar sampai pintu depan?"Kata Selia tersenyum puas.


"Ga butuh."Kata Chelyn menarik dua kopernya dengan satu tas berisi dompet dan Handphone.

__ADS_1


"Papa harap kamu ga akan malu-maluin diri kamu sendiri."Kata papa setelah Chelyn dan bu Hana melangkah.Chelyn menghentikan langkahnya.


"Suatu saat papa bakalan sadar."Katanya lalu kembali melanjutkan langkahnya.


__ADS_2