
Selia berlari ke kamar dengan nafas tersenggal-senggal.Ia duduk menghadap ke cermin dengan wajah memerah.
"Sialan! Kenapa bisa gagal sih?Aku udah berhasil menabrak Chelyn tapi dia ga mati.Ini aneh bangat,makhluk apa yang membawa Chelyn terbang tadi?Bersayap seperti burung?Ini tidak masuk akal.bagaimana mungkin makhluk kayak gitu masih ada di zaman sekarang.Dan gara-gara makhluk aneh itu aku gagal membunuh Chelyn."Katanya kesal menggertakkan gigi menatap dirinya di cermin.
"Apa maksud kamu Selia?Kamu mau bunuh Chelyn?"Bentak pak Zay di pintu kamar yang tadi lupa dikunci oleh Selia.Selia tersentak.Pak Zay mendekati Selia dengan wajah yang penuh amarah,menatap Selia dengan tatapan tajam bak serigala siap menerkam mangsa.
"Kurang ajar kamu.Selama ini saya menuruti kata-kata kamu,bahkan saya menyakiti hati putri saya,putri Wijaya satu-satunya,membiarkan dia menderita di luar sana.Apa itu tidak cukup?Kamu masih ingin merenggut nyawanya?"
Plakkk...
Telapak tangan Zay Wijaya mendarat di pipi Selia.Kali ini Zay sudah tidak bisa menahan lagi posisinya yang berada di bawah ketiak Selia.Ia yang selama ini sudah dikendalikan oleh Selia.
"Aku menyerah Selia. aku sudah benar-benar muak dengan keadaanku yang sekarang.Aku akan segera mengurus surat perceraian kita."
"Kamu tau kan konsekuensinya kalau kamu menceraikan aku?"Kata Selia dengan senyum jahatnya.Saat menandatangani surat perjanjian itu memang ada dua surat yang ditandatangani Zay Wijaya.Surat pertama ia harus menikahi Selia atau dia akan dipenjara seumur hidup.Dan yang kedua saat Zay Wijaya menceraikannya,maka seluruh harta benda milik keluarga Wijaya akan jatuh ke tangan Selia.Itu yang membuat Zay selama ini bertahan dengan Selia bahkan menuruti kata-kata Selia.
"Aku udah ga peduli.Silakan ambil semua harta kekayaan ku.Aku hanya ingin putriku kembali bersamaku."Zay menangis.
"Ayolah,aku berikan kamu kesempatan mas.Aku sadar sekarang aku sudah jatuh cinta sama kamu,bukan pada hartamu saja.Mari kembali menjadi keluarga yang bahagia."
"Diam kamu.Aku ga sudi punya istri iblis seperti kamu.Dan aku tidak pernah bahagia selama bersama kamu.Bagaimana aku bisa bahagia disini sementara putriku berjuang untuk bertahan hidup di luar sana."Zay keluar dari kamar.
"Keterlaluan kamu mas Zay.Bisa-bisanya kamu menyebutku iblis?Enyahlah kamu.Pergi kamu dari rumah ini.pergi kamuuuuuu.....Dasar pria tidak tau diuntung."Teriak Selia di dalam kamar sambil mengobrak-abrik kamarnya.
Zay langsung pergi menuju rumah kediaman Chelyn dan bu Hana.Sepanjang jalan ia hanya menangis mengingat perlakuan kejamnya pada putri semata wayangnya.
Sampai di rumah Chelyn,Zay melihat suasana disana sepi.Seperti rumah yang tidak dihuni.Zay berjalan menuju pintu.Ia mengetuk pintu sambil memanggil-manggil nama Chelyn namun tidak ada yang menyahut.
"Dimana kamu nak?"Kata Zay menangis duduk di lantai teras yang kotor.
"Ada apa pak?Ada yang bisa saya bantu?"Tanya seorang wanita paruh baya yang menghampiri Zay yang sudah duduk selama kurang lebih dua jam disana.
"Ibu tau orang yang pernah tinggal di sini?Namanya Chelyn!"Kata Zay berdiri menghapus air matanya.
__ADS_1
"Iyah,kebetulan ini rumah kontarakan saya.Mereka sudah pindah pak sejak satu bulan yang lalu."
"Pindah?Pindah ke mana yah bu?"
"Saya kurang tahu juga pak.Tapi waktu itu mereka kedatangan tamu cewe bersama suaminya.Katanya itu sahabat Chelyn.Chelyn bilang waktu itu mereka akan tinggal di rumah sahabatnya itu."
"Apa itu Tania yah?Tania sudah menikah?"
Aku harus ke rumahnya sekarang."Guman Zay bergegas tanpa pamit kepada ibu pemilik kontrakan.
...****************...
Sampai di rumah Tania,Zay melihat suasana begitu ramai di rumah itu dengan bendera kuning tertancap di halaman rumah.
Zay berlari memasuki rumah dilihatnya disana bu Hana,Vincent dan Tania yang sedang menangis histeris.
Di hadapan mereka terlihat Chelyn yang berbaring tidak bernyawa dengan bekas luka-luka di tangan,kaki,dan kepalanya.
"Nak...Ini papa sayang.Ayo bangun Chelyn,bangun nak.Bangun putri semata wayang papa yang paling cantik.Lihaaattt..Papa di sini.Papa sekarang memilih untuk tinggal bersama putri papa.Papa sudah tinggalkan harta benda papa dan wanita iblis itu.Papa hanya ingin putri papa sekarang.Buka mata kamu nakkkk...Kita akan hidup bersama menjadi keluarga yang rukun dan bahagia."Kata Papa memegangi wajah Chelyn dengan terisak.Semua orang yang menyaksikan nasib malang keluarga itu berderai air mata.
"Sabar yah pak.Chelyn udah pergi."Kata Bu Hana menangis mencoba menenangkan pak Zay Wijaya.
"Engga.Chelyn akan bangun lagi.Zay Wijaya sudah berada disini.Kami akan tinggal bersama."
"Om...Chelyn udah ninggalin kita..."Kata Tania merangkul Zay.
"Kenapa?Kenapa putri saya seperti ini?"
"Chelyn kecelakaan om saat bekerja mengantar makanan."
"Nak...Ini semua salah papa.Papa terlalu sayang dan takut kehilangan harta papa.Papa terlalu takut reputasi papa hancur sebagai pengusaha sukses.Papa rela dikendalikan oleh wanita jahat itu supaya papa bisa tetap tinggal disana dan memimpin perusahaan."Papa terus saja menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.
"Udah om.Om gausah menyalahkan diri sendiri.Ini udah takdirnya Chelyn."Kata Vincent yang sudah kekeringan air mata.
__ADS_1
Setelah pemakaman Chelyn selesai,semuanya pulang.Terkecuali Vincent,ia duduk memandangi makam Chelyn.Ia merasa bersalah karena tidak bisa selalu melindungi Chelyn.Namun ini adalah tugasnya diutus ke bumi,mengiringi seseorang menuju kematian.Hari ini tugasnya untuk mengiringi Chelyn telah berakhir.Namun,ia tidak bisa kembali ke tempatnya dan melakukan tugas kembali karena harus menjalani hukuman seratus tahun tinggal di bumi,hidup layaknya manusia pada umumnya.
"Walau kini tugasmu pada manusia itu sudah berakhir,tapi kau harus tetap tinggal di bumi."Kata Pria berjubah putih dengan sayap di punggung dan mahkota di kepala tiba-tiba berdiri di samping Vincent.
Vincent menunduk dan mengangguk.
"Selama pengiringan menuju kematian manusia ini,kau tiga kali melakukan kesalahan fatal,kau juga sering bertingkah laku seperti manusia di bumi yang mendatangkan dosa.Kau menciptakan kebohongan dengan membuat keluarga palsumu demi tetap menjadi pasangan manusia ini.Kau sangat takut mengecewakannya.Apa kau sadar kau mengecewakan malaikat-malaikat dan juga Tuhanmu?"
"Hamba sadar Tuan."Katanya menangis sambil bergeser menghadap dan memegang kaki pria itu.
"Kau adalah malaikat yang sangat kubanggakan selama ini.Kau selalu menyukakan hatiku selama ini.Tapi saat kau menangani gadis yang sudah tiada ini,kau sering kali lalai dan beberapa kali melakukan dosa."
"Ampuni hamba,Tuan.Hamba sangat bersalah."
"Aku sangat mengasihi engkau,namun kesalahanmu ini sangatlah fatal.Tiga kali kau menggagalkan kematian manusia ini.Aku akan memberikan hukuman padamu."
Suasana langit berubah menjadi mendung.Vincent melihat ke langit lalu kembali menunduk menangis.Ia tidak tahu hukuman apa yang akan ia terima setelah beberapa kali berkorban pada Chelyn yang sekarang sudah tiada.
"Kau diberhentikan sebagai malaikat kematian."Kata pria itu dengan tegas.Suara gemuruh terdengar.Hujan turun membasahi tempat itu.Vincent menangis semakin menjadi-jadi mendengar hukuman itu.Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.Ia juga menyadari kesalahannya.
"Aku sangat mengasihi engkau.Engkau akan terlahir ke dunia menjadi manusia biasa.Begitupun dengan manusia yang kau kasihi ini,ia juga akan kembali terlahir.Dan kalian akan dipertemukan di usia dewasa sama seperti saat pertama kali kalian bertemu.Kalian akan menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai dan saling mengasihi sampai tua dan akan dipisahkan oleh maut.Ingat,saat kau menjadi manusia kau tidak bisa hidup kekal lagi seperti malaikat."
"Tuan?"Kata Vincent menoleh pada pria itu.Raja malaikat itu memegang kedua bahu Vincent dan memintanya berdiri.Vincent yang sudah basah kuyup berdiri dengan menggigil kedinginan.
"Ketika kau terlahir sebagai manusia,kau akan tetap mengingat bahwa kau pernah menjadi makhluk sorga.Kau akan mengingat kau pernah hidup sebagai malaikat.Semoga kau bisa menjalani hidup di masa yang akan datang dengan baik agar kita tetap bisa bertemu di sorga yang kekal." Katanya tersenyum memandang Vincent.
"Saya akan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan agar suatu saat tetap bisa tinggal di sorga walau bukan sebagai malaikat,tetapi sebagai manusia yang hidupnya benar di hadapan Tuhan."Kata Vincent tersenyum.Tiba-tiba muncul sayap di punggung Vincent dan bulu halus di telinganya.Tubuhnya memancarkan cahaya.Pria berjubah putih itu menaruh tangannya di atas kepala Vincent,keduanya memejamkan mata.Tubuh Vincent perlahan menghilang tampa jejak dan bekas.
...****************...
Tiga tahun setelah kematian Chelyn,Viola istri Rayhan melahirkan anak kedua mereka,seorang anak laki-laki.Dia adalah Vincent di masa lalu.
Sementara Tania sahabat Chelyn pernah keguguran sewaktu mengandung pertama kali.Dan dua tahun kemudian Tania melahirkan anak pertama,bayi cantik dan mungil.Dia adalah Chelyn di masa lalu.
__ADS_1