Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Tiga Puluh Dua


__ADS_3

"Di sini Chelyn."Kata Vincent meminta Chelyn menghentikan mobilnya.Chelyn menghentikan mobil dengan pandangan ke sana kemari.Ia seperti tidak asing dengan tempat itu.


"Di sini?"Tanyanya untuk memperjelas alamat tujuan Vincent.


"Iyah disini."


"Rumah kamu yang mana?"


"Itu!' Vincent menunjuk sebuah cafe.


"Cafe itu?"


Vincent mengangguk tersenyum.


"Wait..wait...Ini tuh cafe tempat aku biasa nongkrong sama temen-temen aku waktu SMA."Kata Chelyn.


"Oh yah?"


"Iyah serius.Jadi pemilik cafe ini orang tua kamu?"


"Ya gitu deh."


"Ya ampunn...Sedekat itu ternyata kita.Jangan-jangan kita dulu sering berpapasan yah,cuman ga saling kenal aja."


"Kayaknya gitu yang.Trus yang mengelola cafe ini kan udah sepenuhnya diserahin sama pekerja di sini.Jadi aku dan keluarga jarang-jarang juga ke bawah."Kata Vincent menjelaskan.Ia dan keluarganya tinggal di lantai dua gedung itu.


"Oh gitu.Keren juga keluarga kamu yang.Ini Cafe nya dari dulu rame terus loh.Trus udah punya cabang juga kan?"


"Iyah yang,syukur.


Trus gimana?Mau ketemu keluarga aku ga?"


"Aduhh..Aku jadi deg-degan gini yang.Keluarga kamu hebat juga ternyata.Kenapa kamu dari kemarin-kemarin rahasiain dari aku coba."


"Heheh...Gapapa.Biar kamunya makin penasaran aja sama aku."


"Hadeh yang."


"Yaudah yuk turun."


"Ntar deh yang.Jantung aku malah makin berdetak kencang gitu."Kata Chelyn memegang dadanya.


"Hahah...Ya ampun sayang.Ayo,mama aku udah nunggu kita di dalam."


"Mama kamu baik kan?"


"Baik bangat ih."


"Beneran?"


"Ya beneran lah.Baiknya mama turun ke aku juga."


"Heleh."Chelyn mencubit lengan Vincent.


"Awww...Sakit loh yang."


"Maaf maaf sayang. Aku ga sengaja."


"Jadi gimana yang?Jadi apa engga aku kenalin ke mama?"

__ADS_1


"Huuhhhffttt...Ayo."Kata Chelyn setelah menghela napas.


Keduanya keluar dari mobil.Para pelanggan di cafe memang ramai.Para pelayan sibuk melayani para pelanggan sehingga tidak terlalu memperdulikan kehadiran Vincent dan Chelyn.


Keduanya berjalan menaiki tangga menuju ruang tamu Vincent.Sampai di ruang tamu,mereka melihat seorang wanita paruh baya sedang duduk membaca majalah.


"Halo mah."Kata Vincent dan langsung menyalim mamanya.


"Eh,nak."Kata wanita itu tersenyum lebar.


"Halo tante!"Lanjut Chelyn menyalim wanita itu.


"Iyah nak,pasti kamu Chelyn."Katanya tersenyum


"Ayo kalian duduk dulu."Kata mama berjalan menuju meja telepon.


"Halo,antarkan minuman ke ruang tamu yah,segera.Ada tamu di sini."Kata mamanya Vincent.Sepertinya ia baru saja menelpon karyawannya.


"Hemm...Jadi Chelyn ini anaknya pak Zay Wijaya yah?"Tanya mama Vincent dengan suara lembut dan senyum yang sejak tadi tidak pudar di bibirnya.


"Iyah tante."Jawab Chelyn canggung sambil tersenyum.


"Cantik bangat kamu nak.Serius tante sampai adem gitu liat muka kamu."


"Tante bisa aja."Sahut Chelyn menunduk malu.


"Pantes Vincent sampai kebayang-bayang terus.Dikit-dikit ceritain kamu.Bentar-bentar bahas tentang kamu."


"Ga usah terlalu jujur bisa ga sih mah."Kata Vincent melirik mamanya.


"Hahahah...Dasar anak muda yah."


"Silakan..silakan."Jawab mama Vincent.


Pria itu meletakkan tiga gelas minuman untuk mama,Chelyn,dan Vincent.Setelah itu permisi keluar dan bergegas turun ke lantai bawah.


"Di minum nak.Biar seger.Siang ini panas bangat yah!"


"Emm..Iyah tante."


"Eh...Chelyn ga usah malu-malu gitu."


"Tau nih Chelyn,biasanya juga ga tau malu."ledek Vincent.Mama tertawa.


"Ayanggg..."Bisik Chelyn manja.


"Oh iya,nama tante Widya.Suami tante udah meninggal 4 tahun yang lalu."


"Oh Gitu tante."Kata Chelyn bingung harus bilang apa.


"Kalau boleh tau itu siapa tante?"Kata Chelyn menunjuk poto seorang pria tampan.


"Itu anak bontot tante.Namanya Nicho."


"Oh..Dia ga ada di rumah?"


"Humm...Sayangnya kalian ga bisa kenalan yah.Dia sekarang duduk di kelas 3 SMA,jadi emang sibuk gitu,banyak jadwal les privat.Belum lagi banyak kegiatan dari sekolah yang dia ikutin.Jadi,dia emang jarang di rumah.Paling nanti jam tujuh dia pulang."


"Waw...Kedengerannya keren juga."

__ADS_1


"Heheh..iyah nak.Kalau nak Chelyn sendiri putri tunggal kan di keluarga Wijaya?Benar-benar beruntung kamu terlahir di keluarga itu nak."


"Aku ngerasa gitu sih dulu tan.Waktu mama masih ada aku merasa beruntung,bahagiaaa bangat.Tapi semenjak mama meninggal semuanya berubah.Bahkan sekarang hidup Chelyn yah berantakan gitu."


"Kok bisa gitu nak?"


"Ya gitu deh tante.Apalagi semenjak papa menikah.Aku ngerasa rumah aku tuh kayak di neraka.Setiap hari selalu ada pertengkaran antara aku sama papa dan istri barunya itu.Awalnya papa tetap baik sama aku dan selalu perhatian.Tapi makin lama,istrinya itu berhasil mencuci otak papa sampai papah berubah drastis seratus delapan puluh derajat.Bahkan aku kayak ga kenal papa yang sekarang lagi.Semenjak ada istrinya itu,papa jadi suka bentak-bentak Chelyn."Chelyn menangis menceritakan tentang keluarganya pada tante Widya.


"Ya ampun nak.Kamu yang sabar yah.Kalau ada apa-apa kamu cerita aja sama tante."Tante mengelus bahu Chelyn.


"Iyah tante,makasih."


"Tapi benar yah awalnya pernikahan papa kamu itu atas jebakan si cewe?Eh maksud tante mama tiri kamu itu?"


"Iyah tante.Dia ngejebak keluarga aku.Aku ga pernah anggap dia mama tiri aku.Dia jahat,ga pantas disebut mama.Dia itu iblis tante."


"Iyah nak.Tante ngerti posisi kamu.Kamu yang sabar yah.Anggap aja keluarga tante ini adalah keluarga kamu."


Chelyn mengangguk.


"Chelyn udah makan siang belum?"


"Belum sih tan.Soalnya habis dari kampus Chelyn langsung ke tempat Vincent.Kemarin Vincent udah janji soalnya mau bawa Chelyn ketemu keluarganya."


"Emm..gitu.Laper dong berarti yah jam segini belum makan?"


"Eh,tungu deh mah."


"Kenapa Vin?"Mama melirik Vincent.


"Ternyata Chelyn ini sewaktu SMA pelanggan tetapnya Cafe kita.Chelyn dan teman-temanya dulu sepulang sekolah suka nongkrong di cafe."


"Oh yah?Beneran nak Chelyn?"


"Iyah tante."Chelyn tersenyum.


"Ya ampun.Tante ga tau soalnya,kan tante jarang juga di cafe.Paling cuman satu jam'an dalam sehari.Itu juga ga nentu.


Yauda,kita makan dulu yuk.Tenang hari ini tante kasih gratis buat pelanggan tetap tante."


"Hahaha...Tante bisa aja."


"Yauda ayok.Aku juga udah laper nih."Sahut Vincent.


"Habis makan temenin mama ke salon yah nak."Kata mama pada Vincent.


"Siap mah."


"Chelyn mau ikut juga?"


"Gausah tante."


"Ayolah,sesekali loh."


"Ayolah yang."Lanjut Vincent.


"Boleh deh tante."


"Kalau gitu cusss..kita makan siang."Tante Widya berdiri diikuti oleh Vincent dan Chelyn.Ketiga menuju cafe di lantai satu.

__ADS_1


__ADS_2