Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Dua


__ADS_3

Seperti biasa,untuk menghilangkan stresnya Chelyn akan berbelanja ke mall.Membeli apa saja yang bahkan ia tidak membutuhkannya.Tengah asyik memilih-milih baju,tiba-tiba matanya tertuju pada satu titik.Ia menyipitkan kedua matanya untuk memperjelas penglihatannya.


"Itukan...".Katanya tidak melanjutkan.Cherlyn langsung berlari menghampiri orang yang ia lihat itu.Dia adalah pria yang menggagalkan acara bunuh dirinya.


"Kebetulan ketemu kamu.Ehh..tunggu.Atau kamu lagi ngikutin aku yah?"


Pria itu hanya terdiam seolah tidak mendengarkan Chelyn berbicara.


"Kamu kalau ditanya jawab dong.Sombong bangat jadi orang.Mentang-mentang ganteng kamu ga ngehargain orang."Chelyn mulai kesal.


Pria itu hanya tersenyum melihat Chelyn mengomel.


"Gausah senyam-senyum.Jawab aja aku.Kamu ngapain kesini?"


"Ini tempat umumkan?Siapa aja berhak datang kesini."


"Ya iya sih.Tapikan..."Belum selesai Chelyn berbicara,pria itu sudah pergi meninggalkan Chelyn.


"Hei!" Chelyn berlari mengejarnya.


"Kenapa sih?"Sahut pria itu menghentikan langkahnya.


"Baru kali ini aku dicuekin sama orang.Baru kali ada yang berani cuekin aku.Jangan bikin aku penasaran.Kamu siapa sebenarnya?Artis Korea sampai-sampai cuekin aku?"


"Gajelas."


"Ei ngomong apa kamu?"Chalyn menjinjitkan kakinya agar bisa berdiri setara dengan pria itu,namun tetap saja tidak sampai.


"Udalah aku ga ada waktu ladenin kamu."


"Sombong bangat buset."


Pria itu tidak memperdulikannya.Ia pergi meninggalkan Chelyn.


...****************...


Sepulang berbelanja,Chelyn singgah di cafe tempat ia dan Tania sahabatnya biasa nongkrong.Tapi kali ini hanya ada dia sendiri disana.Tania mengambil cuti satu minggu untuk menemani mamanya berobat ke luar negeri.


Sambil menunggu pesanannya,ia asyik mengotak-atik handphone nya.


"Sini sayang!" Terdengar suara seseorang yang berasal dari meja sebelahnya.


"Rayhan?"Katanya.


Rayhan dan wanita yang sedang bersamanya menoleh kepada Chelyn.Langsung saja air mata membasahi pipi Chelyn.


"Secepat itu kamu lupain aku?Secepat itu kamu berpindah hati ke cewe lain?Atau emang karena dia kamu mutusin aku?Kamu ga tau seberapa sayang aku ke kamu."Chelyn terus saja menangis.


"Udah Chelyn! jangan bicara apa-apa lagi.Hubungan kita udah berakhir."


Rayhan,Sekarang kamu minta maaf sama aku dan kamu putusin dia.Aku bakal kasih kamu kesempatan buat balik sama aku."

__ADS_1


"Apa-apaan sih mbak!


Sayang aku gasuka yah kayak gini.Bikin malu aja.Kayak aku perebut laki orang jadinya."


"Iyah sabar sayang."Rayhan menggenggam tangan pacar barunya.


"Kamu masih ada rasa sama dia?"Tanya pacar Rayhan.Rayhan menatap Chelyn dengan mata berkaca-kaca.Sementara Chelyn menunggu jawaban Rayhan yang mengatakan bahwa ia masih menyayangi Chelyn.


"Enggak!"Sahut Rayhan setelah beberapa saat.


"Ray..."Panggil Chalyn dengan nada tak berdaya seperti tak sanggup bicara.


"Chelyn kamu jangan kayak gini."Seru Rayhan dengan menahan air matanya agar tidak jatuh.Terlihat dari tatapannya Rayhan masih sangat menyayangi Chelyn.


"Kamu kenapa jadi kayak gini?Kamu tiba-tiba berubah drastis.Kamu bukan Rayhan yang aku kenal dulu."


"Sayang,sekarang kamu pilih aku atau dia."Kata Viola pacar Rayhan menengahi perdebatan Rayhan dan Chelyn .


"Jelas aku milih kamu sayang!"


"Nah,udah dengerkan mbak pacar aku bilang apa?Udah yah,mbak gausah gangguin kita lagi.Kalau udah mantan ya mantan aja,ngapain masih dikejar.Kayak ga ada cowo lain aja.Gini deh mbak,mbak ini cantik,keliatan juga dari keluarga orang berada.Jadi gausah ngerendahin harga diri mbak dengan ngerusak hubungan orang.Masih banyak cowo yang mau sama mbak."Kata Viola pada Chelyn.


Perkataan Viola ada benarnya juga,tapi Rayhan benar-benar udah mencuri hati Chelyn hingga tidak bisa membuka hati untuk pria lain.Dan entah apa yang sudah merasuki pikiran Rayhan.Tapi tatapan Rayhan dan cara berbicara Rayhan tidak bisa berbohong kalau dia masih menyayangi Chelyn.Chelyn pun bisa merasakan itu.


"Ayo sayang.Aku udah ga mood disini."Viola menarik tangan Rayhan.Rayhan hanya menurut tanpa penolakam sama sekali.


"Rayhan!" Seru Chelyn.Rayhan tidak menoleh.Mata orang-orang di tempat itu mengarah pada mereka.


Chelyn kembali duduk di kursinya.Chelyn kaget ketika melihat pria aneh itu sudah duduk di kursi yang berada di hadapannya.


"sedih lagi?Nangis lagi?Karna pria itu lagi?"Kata pria itu.


"Hah?Apaan sih.Suka-suka akulah."


"Oh yah?"


"Iyalah.Hidup-hidup aku kok.sewot bangat."


"Kamu salah.Nyawa kamu itu milik sang pencipta.Nyawa kamu sekarang bukan karena hebat kamu,bukan karena cantik kamu,bukan karna pintar kamu dan bukan karena kekayaan kamu.Tapi karena kebaikan yang Maha Kuasa dan kesempatan yang masih Dia berikan untuk kamu."


"Kamu lagi ceramahin aku?Kalau mau ceramah sana di tempat ibadah."


"Dasar manusia keras kepala."


"Apa kamu bilang?"


Pria itu tidak menjawab,ia terdiam memandangi Chelyn.


Chelyn kembali menangis mengingat Rayhan sudah bersama perempuan lain.


"Kenapa kemarin ngelakuin hal bodoh itu?"

__ADS_1


"Apa sih! Berani ngatain aku bodoh?"Sahut Chelyn sinis.


"Kenapa ngelakuin hal itu?Kenapa mau ngakhirin hidup kamu?"


"Dan kenapa kamu gagalin semuanya!"Jawab Chelyn.


"Jawab aku dulu."


"Kamu aja setiap aku tanya ga pernah mau jawab.Jadi untuk pertanyaan kamu ini aku juga ga mau jawab."


"Dasar keras kepala."


"Ih apaan sih.Lagian ngapain sekepo itu.Kita juga ga saling kenal.Kenapa kamu ikut campur urusan aku.Kalau kamu penggemar aku bilang dong.Kenalin diri kamu ke aku.Aku bakalan ngertiin kenapa kamu segitunya ngikutin aku terus.Aku juga tau banyak orang-orang diluar sana yang diam-diam mengidolakan aku."


"Dasar sombong!"


"Hehehe...canda.Aku ga sombong kok."Kata Chelyn cengengesan.Sebenarnya Chelyn memang tidak pernah sombong dengan apa yang dia miliki.Orang-orang pun mengenalnya dan keluarganya sebagai keluarga yang rendah hati dan rajin beribadah.


"Sia-sia ibadah kamu kalau kamu tinggi hati."


"Iya.Engga kok.Aku ga kayak gitu beneran.Kalau ga percaya tanya Tuhan."


"Nanti aku tanya."Kata pria itu dengan wajah datar tidak ada mimik bercanda sama sekali.


"Tuhan benci kesombongan."


"Iya deh,iya."


"Tuhan juga sangat benci tindakan kamu yang mau bunuh diri itu.Jangan pernah lakuin itu lagi."


"Iya,maaf!"Chelyn menunduk.


"Minta ampun sama Tuhan.Udah dikasih kesempatan hidup malah disia-siain.Apalagi alasannya karena diputusin pacar.Sangat bodoh!"


"Aku khilaf saat itu."


"Semua manusia akan mati.Manusia hanya menunggu kapan waktunya Tuhan memanggil."


"Kamu pendeta?"


"Bukan!"


"Trus?"


"Rahasia.Yang pasti aku disini untuk kamu."


Chelyn cukup tercengang mendengar kata-kata pria itu.Wajahnya memerah.


"Makasih yah.Kamu baik!"


"Jangan salah paham."

__ADS_1


"Maksudnya?" Tanya Chelyn tidak mengerti.


Pria itu tidak menjawab.Ia malah pergi keluar.Kali ini Chelyn tidak mengejarnya.Chelyn malah duduk santai menikmati makanan dan minuman yang sudah ia pesan tadi.


__ADS_2