
Minggu pagi,dengan berpakaian dan berpenampilan rapi Vincent mendatangi rumah Chelyn.Keadaan di rumah itu masih sangat berduka.Suasana begitu hening,tidak ada suara orang atau suara televisi atau suara musik.Selama seminggu lebih Chalyn dan papanya tidak pernah keluar rumah.Keduanya menyendiri di kamar mereka masing-masing.
"Nak Chelyn,buka pintunya.Di depan ada nak Vincent." Seru bu Hana mengetuk pintu kamar Chelyn.Chelyn membuka pintu.Keadaan kamarnya begitu berantakan.Begitupun dengan keadaan Chelyn,rambutnya benar-benar acak-acakan,terurai tidak teratur.
"Ada Vincent?"Tanyanya.
"Iyah nak."Sahut Bu Hana tersenyum.
Chelyn langsung turun dari kamarnya yang berada di lantai dua menuju ruang tamu.Dilihatnya Vincent di sana berpakaian rapi.
"Hai Chelyn." Sapa Vincent.
"Halo,Vin."Jawabnya sambil berjalan menuju sofa dan duduk di kursi sebelah Vincent.
"Gimana kabarnya?"
"Gitulah.Seperti yang kamu liat."
"Eum...Ga beribadah ke gereja hari ini?"
Chelyn terdiam.
"Ikut aku ibadah yuk.Biar pikirannya jadi tenang.Mau yah!"
"Lain kali deh Vincent."
"Loh...Kok gitu sih? Ayolah.Aku jamin nih pas pulang gereja nanti kamu bakal bersukacita.Tuhan bakal kasih kamu penghiburan."
"Hemm...Yaudah deh.Aku siap-siap dulu yah."
"Ajak om juga yah!"
"Iyah,ini aku mau ajak papah juga."
Tiga puluh menit menunggu,Chelyn dan Zay Wijaya,papanya sudah siap.Chelyn terlihat tampil sangat sederhana.Dengan gaun biru dan rambut diikat tanpa make up,bedak,dan lipstik.Ini pertama kalinya ia berpenampilan sepolos itu saat keluar rumah.Namun biarpun begitu ia tetap terlihat sangat cantik dan anggun.
__ADS_1
Ketiganya pun berangkat ke gereja diantar oleh pak Dito,sopir mereka.
...****************...
Setelah acara ibadah selesai,Vincent dan Chelyn tidak langsung pulang.Chelyn meminta agar papah pulang terlebih dahulu dengan pak Dito.Sementara ia masih duduk tenang di kursi gereja bersama Vincent.
"Kenapa belum mau pulang?"Tanya Vincent pada Chelyn.
"Gapapa sih.Aku kayak ngerasa damai gitu disini.Pikiran aku jadi tenang." Kata Chelyn tersenyum
"Nah gitu dong senyum.Cantik bangat tau kalau senyum kayak gini."Kata Vincent mencoba menggoda Chelyn.
"Ah,bisa aja kamu."
"Chelyn pernah dengar tentang surga ga?"
"Pernah."
"Tau kan orang yang akan masuk surga itu yang seperti apa?"
"Iyah tau "
"Iyah Vin.."
"Oh iya kamu tau ga bagaimana surga itu?"
"Ga tau,soalnya belum pernah kesana."
"Hehehe...Jadi surga itu indah bangat.Sampai manusia ga bisa bayangkan keindahannya.Keindahan surga itu tidak pernah timbul di dalam hati dan pikiran manusia.Surga itu tempat yang kudus.Disana tidak ada ratapan tangis,tidak ada kesusahan,tidak ada kematian,tidak ada kelelahan,tidak ada yang cacat,tidak ada yang sakit,tidak ada kelaparan.Semua yang ada disana akan selalu bersukacita,tidak berkekurangan sesuatu apapun."
"Oh yah?"
"Iya dong."
"Kenapa kamu tau bangat tentang surga itu?"
__ADS_1
"Kan aku udah bilang,aku dekat dengan Tuhan.Tuhan bisikin tentang surga itu ke aku."
"Masa sih?"
"Hehehe...Aku suka belajar Alkitab."
"Eum..gitu yah.Pasti bahagia bangat yah kalau kita dekat dengan Tuhan?"
"Pasti dong.Hati kita akan selalu damai." Kata Vincent tersenyum.
"Vincent!"
"Iya?"
"Aku nyaman bangat dekat sama kamu.Kamu selalu bisa bikin aku tenang.Kamu baik bangat.Kayaknya kamu orang baik yang Tuhan kirim untuk aku."
"Hehehe...Kan udah kewajiban kita sebagai sesama manusia untuk saling mengasihi dan saling menguatkan."
"Apa kamu juga sebaik ini sama cewe lain?Apa cewe lain juga senyaman ini kalau lagi sama kamu?"
"Hei,kamu ngomong apa?"
"Kamu pasti dekat sama banyak cewe kan?"
"Gak kok."
"Siapapun kelak wanita yang akan ditakdirkan berjodoh sama kamu,pasti wanita itu adalah wanita paling beruntung.Pasti dia akan sangat bahagia dalam hidupnya."
"Maksudnya apa sih?"Vincent pura-pura tidak mengerti.
"Hemm..."Chelyn menunduk.
"Yaudah,sekarang kita pulang yah.Kamu harus makan dan istirahat.Aku ga mau kamu sakit.Jangan nangis-nangis lagi yah."
"Jangan terlalu baik,nanti aku salah paham."
__ADS_1
Vincent terdiam menatap wajah cantik Chelyn.Chelyn hanya menunduk tidak sanggup menatap Vincent balik.
"Chelyn,andai aku bisa,aku ingin jadikan kamu wanita paling beruntung dan paling bahagia itu."Bisik Vincent dalam hati.