
Semua orang tampak bahagia malam itu menghadiri acara ulang tahun pak Zay Wijaya,papa Chelyn.Ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-48 tahun.Acaranya begitu meriah dan ramai tamu undangan.Zay mengundang semua karyawan kantor termasuk obey dan Clenaing service.Belum lagi temannya yang dari perusahaan lain,dan juga teman-teman Chelyn.
Chelyn dengan gaunnya model ball gown elegan dari kain tule dengan sentuhan payet pada bagian atas.Pada bagian dada baju model V-neck,dipadukan dengan high heels berwarna silver.Dengan rambut sedikit disanggul dan ditempel mahkota kecil di bagian atas,Chelyn tampil bak seorang princess.Semua orang tak henti-henti memuji kecantikan gadis itu.
Tampak papa tertawa lepas bersama teman-teman sambil menikmati minuman alkohol di sana.Sementara Chelyn asyik mengobrol bersama teman-temannya.Vincent sendiri hanya terdiam di samping Chelyn dan bergerak mengikuti ke mana Chelyn pergi.
"Aku mau ngomong."Kata seorang wanita berpenampilan seksi.Umurnya kira-kira 30 tahunan menghampiri papa.Dia adalah mantan sekretaris pak Zay Wijaya yang baru diberhentikan dua minggu lalu.
"Kamu ngapain di sini?"Tanya pak Zay pada wanita itu.
"Aku mau nuntut kamu."
Pak Zay menarik tangan wanita itu menjauh dari teman-temannya.
"Apa maksud kamu?"Tanya pak Zay tidak mengerti menuntut atas dasar apa wanita itu.
"Aku hamil anak kamu,kamu harus tanggung jawab."
"Apa?"Kata Zay terbelalak.
"Iyah.Ga mau tau kamu harus nikahin aku,mas."
"Ga mungkin.Itu ga mungkin."Kata papa mengelak karena merasa tidak pernah berhubungan intim dengan wanita itu.
"Kamu masih mau mengelak?"
__ADS_1
"Aku ga percaya,kamu pasti mau nipu saya."
"Aku ga nipu kamu mas.Kamu ingat waktu kita ada meeting di luar kota,aku dan kamu tidur sekamar di hotel.Sehabis meeting kamu minum alkohol sama teman-teman kamu sampai akhirnya kamu mabuk dan lakuin hal itu ke aku di kamar hotel."
"Aku ga tau sama sekali kejadian itu,aku beneran ga tau.Kamu pasti bohong.Kalau itu memang benar,kenapa kamu malah diam aja waktu itu dan malah bahas sekarang.Dan...Sama sekali saya ga merasa ngelakuin apa-apa sama kamu di hotel.Iya,saat itu kita memang sekamar,tapi saya tidur di sofa,dan kamu tidur di ranjang.Bahkan saat saya bangun pun posisi saya masih di sofa "
"Aku ga bohong.Saat itu memang kamu dalam keadaan mabuk.Awalnya aku ga mau bahas masalah ini.Tapi setelah tau kalau aku hamil,aku ga bisa diam aja.Kamu harus tanggung jawab mas."
"Ga,itu ga benar."
"Aku mau kamu nikahin aku secepatnya.Atau aku bakal sebarin berita ini yang merusak reputasi dan nama baik keluarga kamu."
"Tolong jangan lakuin itu.Kita bisa selesaikan baik-baik masalah ini.Kamu butuh berapa uang untuk tutup mulut dan menangani ini semua.Kamu bisa minta pria lain untuk menikahi kamu.Aku akan menanggung semua biaya pernikahan kalian."
"Jahat kamu mas.Kenapa kamu bisa setega itu sama aku."Wanita itu menangis.
"Aku mau kamu tanda tangani surat perjanjian ini."Katanya menyerahkan sebuah surat dengan materai.
"Surat perjanjian apa ini?"
"Perjanjian kalau kamu bakal nikahin aku dalam satu bulan ke depan."
"Apa-apaan ini Selia?Kamu mau menjebak saya?"
"Oke,kalau mas ga mau tanda tangani suratnya,aku bakal ngomong sekarang di depan tamu undangan."
__ADS_1
"Selia!"
"Tanda tangan sekarang mas.Atau kamu dan putri kesayanganmu itu akan menanggung malu karena ulah kamu."
"Licik kamu!"Kata papa menarik kertas itu dari tangannya dan menandatanganinya tanpa membacanya terlebih dahulu.
"Pergi kamu sekarang! Jangan merusak hari bahagiaku dan putriku."Kata papa mencampakkan surat itu.Wanita itu mengambilnya dengan senyum jahat di bibirnya.
"Selamat bersenang-senanglah calon suamiku."Katanya mengedipkan sebelah matanya.Pikiran Zay Wijaya benar-benar kacau setelah kedatangan wanita itu.Wajahnya berubah pucat.
"Eh..Papa di sini?Aku cariin loh dari tadi."Kata Chelyn yang tiba-tiba muncul di belakang papa.
"Eh,nak."Sahut papa dengan napas ngos-ngosan.
"Papa ngapain di sini?Kok ga gabung sama teman-teman papa? Muka papa juga berubah gitu.Trus papa kok ngos-ngosan gitu?Papa lagi sakit?"
"Engga nak.Papa baik-baik aja.Papa banyak minum alkohol,jadi kayak hampir mabuk gitu,agak pusing juga.Makanya papah ke sini dulu biar fresh."
"Ya ampun papa.Jangan kebanyakan minum.Tapi papa beneran gak kenapa-napa kan?"
"Beneran nak.Ayo kita balik ke pesta."Kata papa berpura-pura tegar.
Pesta masih belum berakhir,sementara pikiran papa semakin kacau.Pikirannya masih saja tertuju pada kata-kata wanita itu.Ia sama sekali tidak mengingat momen dimana ia berbuat yang tidak-tidak pada mantan sekretarisnya itu.Bahkan ketika terbangun pun pakaiannya masih terpasang sama seperti ketika ia masuk ke kamar hotel menggunakan setelan jas.Hanya dasinya sedikit berantakan.Namun ia juga tidak dapat pastikan pikirannya itu benar atau salah.Karena pada saat itu dia memang mabuk minuman.
Dilihatnya Chelyn begitu bahagia bersama Vincent dan teman-temannya.Air matanya menetes di pipinya.
__ADS_1
"Maafin papa nak.Maafin papa karena ngecewain kamu.Papa ga tau apakah papa masih bisa lihat ketawa dan bahagiamu ini setelah kamu tau kejadian buruk yang menimpa papa.Papa ga pernah membayangkan akan berada di posisi ini.Posisi yang benar-benar rumit dan serba salah." Katanya dalam hati.