Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Empat Puluh Satu


__ADS_3

Dengan berlari kecil Chelyn menelusuri gang menuju kontrakannya.Wajahnya memerah.Keringat yang bercucuran di wajahnya dan tubuhnya akibat panas matahari siang itu membasahi pakaiannya.


"Buuuu..."Serunya ketika sudah sampai di halaman rumah.Dibukanya pintu rumah dan langsung berlari ke kamar bu Hana,namun tidak ada bu Hana disana.


"Bu Hana!"Katanya mencari ke dapur,ke kamar mandi,bahkan ke belakang rumah,namun tidak menemukan bu Hana disana.


"Ibu kemana?"Katanya panik.


"Ibuuuuu....!"Serunya dari teras rumah.Tidak ada sahutan dari bu Hana.Suasana begitu sepi.Chelyn menutup pintu dan bergegas pergi menacari bu Hana sambil menangis.


"Mau ke mana nak?"Bu Hana datang dengan membawa dua plastik besar berisi kain.


"Ibu dari mana?"Kata Chelyn memeluk bu Hana.


"Ibu habis nyari baju cucian,lumayan buat uang masuk kita."jawabnya tersenyum.


"Ibu buruh cuci gitu?"


"He'em"Bu Hana mengangguk tersenyum.


"Ya ampun bu.Gara-gara Chelyn hidup ibu jadi susah."Chelyn menunduk.


"Ehh..Siapa bilang hidup ibu jadi susah gara-gara Chelyn?


Ibu senang nak ngelakuin ini.Lagian di rumah bapak juga ibu nyuci dan ngelakuin pekerjaan rumah kan?"


"Tapi beda bu.Kalau di rumah kan nyucinya pakai mesin cuci.Ini cuci pakai tangan kan?"


"Heheheh...Sama aja nak.


Udah yok,ibu harus nyuci sekarang biar cepat kering."


"Sini Chelyn bawain bu."Chelyn meminta kedua plastik berisi kain itu.


"Eh...Biar ibu aja nak."


"Chelyn aja bu.Chelyn masih muda dan lebih kuat dari ibu."


"Tua-tua gini ibu juga kuat loh."


"Hahaha...Ibu belum tua.Umurnya aja yang udah tinggi,tapi kalau muka...behhh...kayak aktris Korea."


"Hahaha...Bisa aja kamu nak.Yauda kita bawa satu-satu yah.Ini kamu yang bawa."Ibu memberikan satu plastik pada Chelyn.Keduanya berjalan memasuki halaman rumah.


...****************...


"Sekarang Chelyn makan yah nak.Ibu rendam kain ini dulu."


"Nanti Chelyn ikut nyuci yah bu.?"


"Ga usah nak.Kena detergen nanti tangan kamu panas atau gatal."


"Engga bu. Kalau ibu bisa kenapa Chelyn engga bisa?"


"Ibu ga tega juga liat kamu harus hidup susah kayak gini nak.Ibu ga tega kalau kamu harus ikut kerjain kerjaan kayak gini.Tapi ibu juga gabisa lakuin apa-apa buat kamu."


"Engga bu.Aku senang tinggal berdua sama ibu.Aku nyaman kok."

__ADS_1


"Kamu ga ada niatan untuk pulang ke rumah papa kamu nak?"


"Engga bu.Aku ga mau.Aku menderita batin disana.Aku mau hidup berdua sama ibu aja."


"Baiklah nak.Kamu makan sekarang yah!"


"Iyah bu.Ibu udah makan?"


"Ibu belum lapar nak."


"Aaaa ibu.Nanti ibu sakit.Ibu harus makan yah!"


"Kamu duluan aja nak."


"Hum..Ibu.Kalau gitu aku suapin ibu yah?Kita makan berdua."


"Nak?"


"Hem?"Kata Chelyn sambil mengambil nasi ke piringnya.


"Kamu ga jijik sepiring sama ibu?"


"Kok jijik sih? Ya enggaklah bu.Ibu jijik sepiring sama Chelyn?"


"Engga nak.Ibu ini kan cuman pembantu.Masa kamu sepiring sama ibu?"


"Ibuuuu...Aku ga suka ibu bilang kayak gitu.Chelyn udah anggap ibu seperti mama Chelyn.Sekarang kita makan yah!"


Setelah mendoakan makanannya,Chelyn memberikan suapan pertama pada bu Hana,setelah itu suapan pertama untuknya.


Air mata bu Hana menetes.Ia menunduk sambil perlahan menguyah makanannya.


"Ternyata kayak gini rasanya punya anak.Gini rasanya hidup tinggal bersama anak.Gini rasanya punya keluarga."Kata bu Hana yang memang hidup sebatang kara.


"Ya ampun bu.Ibu yang sabar yah.Pokoknya ibu anggap aja Chelyn anak kandung ibu.Chelyn senang kok."


"Iyah nak.Makasih yah nak ngasih kebahagiaan buat ibu."


"Eummm...Justru ibu yang bikin Chelyn bahagia,bikin Chelyn selalu semangat."Chelyn manyun.


"Heheh...Udah.Kita lanjut makannya!"Kata bu Hana menghapus air matanya.


...****************...


Setelah makan siang,Chelyn dan bu Hana beristirahat sebentar.Setelah itu mereka langsung menuju belakang rumah,disana ada tempat untuk mencuci kain.


"Chelyn bisa?"Tanya bu Hana.


"Bisa dong bu."Kata Chelyn mengambil brush dan mencoba melakukan seperti yang dilakukan oleh bu Hana.Seringkali tangannya terpeleset sehingga tergores ke lantai pencucian.Tapi ia berusaha untuk terlihat baik-bik saja walaupun sebebarnya ia sudah merasakan perih pada tangannya yang luka akibat tergores ke lantai.


Mencuci selama kurang lebih satu jam,akhirnya cucian beres juga.Kini tinggal menjemur.Kebetulan setiap sore panas matahari mengenai bagian belakang rumah itu.


"Duhh...Panas bangat!"Kata Chelyn mengosok-gosok tangannya sambil menjemur pakaian.


"Udah nak.Ini tinggal menjemur biar ibu aja."


"Gapapa bu.Chelyn bantu aja biar cepet."

__ADS_1


"Udah,kamu masuk aja.Ibu sedih kalau kamu sampai segitunya bantuin ibu.


"Hemm..Ibu malah ngancem.


Yaudah deh bu,Chelyn masuk duluan yah."Katanya langsung berlari memasuki rumah.


Sampai di kamar ia langsung merebahkan tubuhnya,rasanya lelah sekali.Ia memijat-mijat lengannya yang sangat pegal akibat mencuci pakaian dengan tangan.


Setelah tangannya sudah lebih baik,ia duduk bersandar di tembok kamarnya.Chelyn meniup-niup tangan kanannya yang perih akibat luka mencuci tadi.


"Tangan kamu perih yah nak?"Ibu muncul di kamarnya.


"Engga kok bu."


"Kamu ga usah bohong.Pasti tangan kamu perih dan panas gitu.Sini ibu olesin minyak dulu biar adem tuh tangannya.


"Hehehhe...perih dikit kok bu."


"Heleh...Luka karna kegores ke lantai pas lagi nyuci itu emang perih bangat nak.Makanya lain kali biar ibu aja.Tugas kamu hanya belajar."


"Oh iya,aku hampir lupa bu."


"Soal?"


"Aku keterima kerja paruh waktu di cafe bu."


"Oh yah?"


"Iyah bu,tapi bagian delivery bu."


"Ngantar pesanan makanan?"


"Iyah bu.Itu sih posisi yang lagi dibutuhin.Kebetulan Chelyn kan juga bisa bawa motor.Jadi ga masalah juga.Dikasih motor kok dari cafe."


"perasaan ibu antara senang dan khawatir.Ibu senang kalau kamu senang dengan pekerjaan ini,tapi ibu juga khawatir sama kamu nak."


"Pokoknya ibu doain Chelyn aja terus biar bisa mengerjakannya dengan baik."


"Iya nak.Kamu juga harus selalu hati-hati yah!"


"Pasti dong bu.


Chelyn kan kerjanya mulai besok sepulang kuliah.Jadi,pulang dari kampus Chelyn langsung ke tempat kerja Chelyn aja bu.Lumayan ngirit ongkos juga kan?Jadi ibu ga usah nungguin Chelyn."


"Iya,gimana baiknya menurut kamu aja deh nak."


"Makasih yah bu,ibu selalu dukung Chelyn."


"Sama-sama nak."


"Oh iya,bisa ga bu kalau ibu berenti aja jadi buruh cuci.Chelyn kasian sama ibu.Biar Chelyn aja yang nyari uang bu."


"Ga dong nak.Masa iya kamu yang kerja."


"Tapi aku ga tega ibu jadi buruh cuci gitu.Gimana kalau ibu buat kue aja,nanti kita titipin di warung-warung.Kue buatan ibu kan enak.Yah bu?Biar ibu juga ga kecapean."


"Humm..Boleh juga nak.Kalau gitu besok habis nganterin kain cucian tadi,ibu mau langsung belanja bahan-bahannya.Lusa kuenya udah bisa kita titipin."

__ADS_1


"Iyah bu."Chelyn tersenyum.


__ADS_2