Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Empat Puluh Enam


__ADS_3

Makan malam Chelyn dan bu Hana telah selesai.Setelah mencuci piring dan merapikan dapur,Chelyn membantu bu Hana membuat adonan kue untuk dijual besok.Inilah kegiatan rutin Chelyn sehari-hari semenjak tinggal berdua dengan bu Hana.Setelah membuat kue,baru ia akan belajar.


Suara ketokan pintu depan terdengar.Chelyn menghentikan aktivitasnya yang sedang mencampur adonan kue.Ia berlari ke depan membuka pintu.


"Eh..Tania?Kak Aldo?"Kata Chelyn gugup ketika Tania datang ke rumahnya bersama pacarnya.Saat itu penampilan Tania benar-benar acak-acakan.Rambutnya yang asal diikat ke atas lalu digulung,lengan baju kaos yang over size digulung sedikit, serta celana pendek yang tertutupi akibat kaos over size nya.


"Kok ga bilang-bilang sih Tania kalau kalian mau ke sini?"Katanya salah tingkah tidak sanggup bertatap muka dengan Tania dan Aldo.


"Sengaja,surprise!!!!.."Sahut Tania tertawa.Aldo pacarnya hanya tersenyum.


"Ya tapi ga enak bangat,aku malu keadaan aku lagi acak-acakan gini."Tania menyembunyikan tangannya yang penuh dengan tepung di belakang pinggangnya.


"Ga usah malu kali...Justru kita itu salut bangat sama Chelyn Biarpun orang tua Chelyn konglomerat,tapi Chelyn bisa mandiri,ngerjain ini itu biar ga bergantung sama orang tua.Salut bangat tauuuu...Iyakan sayang?"Kata Tania melirik Aldo.


"Iya dong."sahut Aldo yang masih tersenyum.


"Eumm...Masuk yok Tan,kak Aldo!"Ajak Chelyn sedikit menyingkir dari pintu.Tania dan Aldo masuk dan berjalan menuju kursi plastik.Mereka duduk berdampingan.


"Sebentar yah aku cuci tangan dulu,sekalian ambilin minum."Kata Chelyn salah tingkah.


"Ini,ibu udah bikinin teh."Kata bu Hana yang datang dari dapur.


"Eeeemmm...Makasih bu Hana."Kata Tania tersenyum lebar.Chelyn langsung berlari ke dapur dan mencuci tangannya di wastafel.Ia sedikit merapikan ikatan rambutnya,menurunkan gulungan lengan bajunya .Tak berapa lama,ia kembali ke depan dan duduk di sebelah bu Hana.


"Berarti sekarang Chelyn tinggal berdua dengan bu Hana disini?"Kata Aldo menatap Chelyn.


"Iyah ka."Jawab Chelyn menunduk tidak percaya diri.


"Eumm...Jujur salut bangat aku pas Tania cerita tentang Chelyn ke aku."


"Heemm...Iyah ka."Sahut Chelyn lagi tanpa basa-basi.


"Oh iya,Chelyn,bu.Aku dan Mas Aldo ke sini mau ngasih ini."Tania memberikan sebuah kertas.Chelyn dan bu Hana menerimanya dan membaca isi kertas itu.


"Undangan pernikahan kalian?"Kata Chelyn menaruh tangannya di mulut.


"He'em..Chelyn dan ibu datang yah.Pokoknya harus datang."Sahut Tania tersenyum bahagia.


"Ya ampunn..Aku ga nyangka bangat loh..Selamat yah Tania,kak Aldo.Semoga lancar sampai hari H nya."

__ADS_1


"Amin..Amin...Makasih Chelyn."Jawab Aldo tersenyum.


Lama berbincang-bincang,akhirnya Tania dan Aldo pamit pulang.Chelyn dan bu Hana mengantar mereka melewati gang sempit menuju jalan besar tempat Tania dan Aldo memarkirkan mobil.


...****************...


Seminggu telah berlalu,hari ini adalah hari pernikahan Chelyn.Biasanya,dalam acara istimewa seperti ini,Chelyn pasti akan membeli baju,sepatu dan tas baru.Beda hal nya dengan hari ini.Semenjak ia tidak tinggal bersama papanya,ia begitu hati-hati dalam memilih apa yang harus dibeli.Dia benar-benar mengerti apa itu susahnya mencari uang.


Ia mengeluarkan gaun yang ia pakai saat ulang tahun papanya.Ia mencoba memasangkannya di tubuhnya.Gaun itu masih pas di tubuhnya.Namun baju itu mengingatkan tentang kenangan pahit awal mula kehidupannya berantakan,yaitu saat pesta ulang tahun papanya wanita iblis itu datang dan menghancurkan keluarga Chelyn.


Ia meletakkan kembali gaun itu,melipatnya dan membiarkannya tergeletak di kasur.Chelyn kembali mengambil gaun dari dalam kopernya.Ia mengambil gaun yang ia pakai saat pesta ulang tahun temannya.Namun kembali kenangan pahit terlintas di pikirannya.Sepulang dari pesta ulang tahun itu,temannya siska dan pacarnya meninggal akibat kecelakaan mobil.


Chelyn kembali melipat gaun itu dan meletakkannya di kasur.Ia membuka kembali kopernya.Dilihatnya gaun yang ia pakai sewaktu pernikahan Rayhan.Sebenarnya ditinggal menikah oleh seseorang yang sangat ia sayangi juga merupakan kenangan pahit baginya.Namun luka itu sudah terobati dengan hadirnya Vincent di hidupnya.


Tania mengambil gaun itu dan mencocokkannya di tubuhnya.Ia berdiri di depan cermin sambil tersenyum.


"Aku pakai lagi kamu ke pesta pernikahan.Kalau kemarin aku pakai ke pesta pernikahan mantan aku,hari ini aku pakai ke pesta pernikahan sahabat aku."Katanya tersenyum memandang gaun itu.


Ia lalu mulai merias sendiri wajahnya di kamarnya,karena jika ke salon akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit.Sehingga ia memilih berdandan sendiri.


Setelah memakai bedak,make up,celak dan lipstik,Chelyn mulai menata rambutnya.Ia sedikit menyanggulnya dengan setengahnya ia biarkan terurai setelah disosis.


Setelah selesai berdandan,Tania memakai gaunnya.Ia berdiri di depan cermin dengan memutar badannya dari kanan ke kiri lalu belakang.Ia tersenyum puas lalu keluar dari kamar.Bu Hana sudah menunggu sejak satu jam yang lalu di kursi plastik.


"Sudah siap nak?"Tanya bu Hana.


"Ibu nunggu lama yah?"


"Bangat."Kata bu Hana tersenyum.


"Aaaa.ibuuu...Aku jadi malu."


"Gapapa nak.Namanya juga anak gadis,emang dandannya lama kan?"


"Hehehe...Iya sih bu."


"Tapi kamu tetap terlihat cantik bangat loh nak.Biarpun dandan sendiri di rumah."


"Makasih ibu.Oh iya, ibu mau Chelyn dandanin?"

__ADS_1


"Ah,ga usah nak."


"Ayolah bu,sedikiiit aja."Kata Chelyn membujuk bu Hana .


"Yauda deh.Tapi tipis-tipis aja yah?"


"Siap bu!"Kata Chelyn.


Setelah mendandani bu Hana,Chelyn dan bu Hana berjalan keluar rumah.Chelyn kaget melihat Vincent berdiri di depan pintu.


"Sayang,kamu disini?"Kata Chelyn.


"Iyalah di sini.Katanya kan mau ke kondangan."


"Udah nunggu lama disini?"


"Lama bangat."


"Ih sayang.Kenapa ga ngetuk pintu dan bilang kamu udah di depan?"


"Karena aku tau,mau di dalam atau di luar tetap bakalan nunggu lama.Namanya juga nungguin cewe."


"Aaaa...Sayang..!"Kata Chelyn memukul lengan Vincent.


"Kalau udah siap kita berangkat."Kata bu Hana mulai melangkah pergi dari rumah.


"Sayang,kamu cantik bangat."Kata Vincent setengah berbisik.


"Masa sih?"


"Iya beneran.Aku sampai ga bosen-bosen liatin kamu."


"Kamu juga ganteng bangat sayang."Bisik Chelyn.


"Muacchh.." Vincent mencium bibir Chelyn lalu langsung berlari meninggalkan Chelyn.


"Bu Hana...Tungguuuuu..."Seru Vincent memanggil bu Hana yang sudah cukup jauh berjalan.


"Ayo cepat!"Sahut bu Hana menoleh sedikit.

__ADS_1


Chelyn tersenyum,lalu melangkah menyusul Vincent dan bu Hana sambil memegangi bibirnya.


__ADS_2