
"Tolong!!!!!." Teriak Chelyn sekeras-kerasnya.Matanya tiba-tiba terbuka dan melotot.Chelyn kemudian mendengus,jantungnya berdetak kencang.Ia melihat ke sekeliling kamarnya lalu duduk dan bersandar di tempat tidurnya.
"Haaaahhhfft...Mimpi buruk lagi."Katanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.Untuk yang kedua kalinya ia memimpikan hal yang sama seperti mimpinya dua bulan lalu.Dilihatnya jam menunjukkan pukul 12 malam.
"Nak Chelyn,ada apa di dalam?"Terdengar suara bu Hana yang ternyata masih belum tidur.Ia mengetuk pintu kamar Chelyn.
"Bu Hana..." Seru Chelyn sambil berlari membuka pintu kamarnya dan langsung memeluk Bu Hana sambil menangis ketakutan.
"Kenapa nak?"Tanya bu Hana sambil mengelus punggung Chelyn.
"Chelyn,kamu kenapa?"Tanya papa yang juga sudah tiba di depan kamar Chelyn.Pak Zay ternyata mendengar teriakan Chelyn yang sedang minta tolong.
"Papah,bu,Chelyn mimpi buruk lagi.Mimpi buruk sama persis kayak yang aku mimpiin waktu itu.Tapi di mimpi aku barusan ada mama juga di sana.Tapi makhluk-makhluk menyeramkan itu cuman mau menyerang aku,mama malah duduk tenang disana melihat aku minta tolong,mama sama sekali ga nolongin aku pah."Katanya menangis menceritakan mimpi buruknya,tubuhnya gemetaran.
"Tenang sayang,ini cuman mimpi.Di sini ada papa,bu Hana,pak Dito,security kita dan juga Body guard papa.Jadi kamu aman nak.Kita semua bakalan jagain kamu."Sahut papa menenangkan sambil mengelus rambut Chelyn.
Lalu mereka bertiga turun ke lantai bawah dan menuju ke ruang tamu.Sementara Chelyn dan papa mengobrol,bu Hana mengambil air putih untuk Chelyn.
"Diminum dulu nak."Katanya menyodorkan segelas air pada Chelyn.Chelyn langsung meminumnya.
"Pah,aku takut bangat."
"Ga usah takut nak,itu cuman mimpi.Ga usah dipikirin lagi yah!"
"Pah,papa tau ga kapan aku mimpi kayak gini?Itu dua bulan lalu,tiga hari sebelum mama meninggal.Ini yang bikin aku khawatir pah.Jangan-jangan..."
"Husshhh...Ga.Ga akan ada hal buruk yang terjadi sama keluarga kita nak.Kamu,papah,dan semua yang tinggal di rumah ini akan baik-baik saja.Kamu tenang aja."
"Aku mau papah batalin besok meeting ke luar kota itu."Pinta Chelyn.
"Lah,jangan dong nak.Ini punya pengaruh besar untuk perusahaan kita."
"Pah,Chelyn mohon bangat sama papa.Papa jangan pergi besok."
"Chelyn,percaya sama papah.Papa bakalan baik-baik aja.Papa bakalan pulang lagi ke sini dengan selamat."
"Papa..."Chelyn menangis memeluk papanya.
"Kamu berdoa aja yah biar perjalanan papa ga ada kendala,ga ada masalah,semua urusan papa disana lancar dan papa kembali dengan selamat."
"Aku ga mau kehilangan papa.Sampai sekarang aja aku belum bisa terima kepergian mama.Aku masih menganggap mama masih hidup dan lagi jalan-jalan ke luar negeri.Apalagi kalau sampai papa kenapa-napa,aku ga akan sanggup lagi jalanin hidup aku."
"Iyah nak,papa ngerti.Papa juga bakalan jaga diri baik-baik.Papa ga mau bikin putri cantik papa ini kecewa dan sedih."Sahut papa tersenyum mengusap air mata Chelyn.
"Sekarang kamu tidur lagi yah.Besok harus masuk kuliah kan?"
"Bu Hana,tolong temenin Chelyn tidur di kamarnya yah."Pinta pak Zay pada bu Hana.
"Baik pak."
"Ayo nak Chelyn!"
Chelyn dan bu Hana berjalan menaiki tangga menuju kamar Chelyn.Keluarga Wijaya memang sudah sangat dekat dengan bu Hana.Bu Hana sudah bekerja 21 tahun di sana.Bahkan sudah menganggap Chelyn seperti anaknya sendiri.Bu Hana sudah berumur 60 tahun.Bu Hana dulu sudah menikah dan mempunyai satu anak laki-laki.Namun,baru lima belas menit melahirkan anak pertamanya,anak yang dilahirkannya itu meninggal.Ini membuat suaminya sangat kecewa dan kesal sampai-sampai menceraikan bu Hana saat itu juga.Lalu suaminya menikah dengan wanita lain.
Sampai di kamar,bu Hana membaringkan Chelyn,menyelimuti Chelyn,dan membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.Chelyn pun merasakan kenyamanan saat bersama bu Hana.
...****************...
Pagi-pagi sekali Chelyn bangun bahkan sebelum seisi rumah itu bangun,termasuk bu Hana.Ia langsung mandi dan berpakaian rapi seperti biasanya ia ke kampus.
"Kok cepat bangat nak?"Bu Hana terbangun dan melihat Chelyn sedang merias wajahnya.
"Aku harus anterin papa ke bandara bu.Sekalian dari bandara nanti aku berangkat kuliah.Aku ga balik lagi ke rumah."
"Oh gitu.Kalau gitu ibu buatkan sarapan yah."
"Ga usah bu.Aku ga lapar,ga selera juga makan sepagi ini.Biar ntar aku sarapan di kampus aja."
"Yaudah deh nak kalau gitu."
"Chelyn!"Panggil papa dari pintu kamar Chelyn.Ia sebenarnya ke sana ingin berpamitan pada Chelyn.
"Iya pah."
"Lah,kamu mau ke mana sepagi ini?"Tanya papa keheranan melihat Chelyn sudah berpakaian rapi.
"Aku mau ngantar papa ke bandara.."Jawabnya tersenyum sambil memakai bedak.
__ADS_1
"Ya ampun anak papa ini.Yaudah deh,tadi papa ke sini mau pamitan sama Chelyn.Chelyn udah siap kan?"
"Udah pah."
"kalau gitu ayo berangkat nak."
"Bu,selama saya di luar kota ,tolong jaga Chelyn yah! Kalau ada apa-apa kabarin saya."Pesan papa pada bu Hana.
"Baik pak."
"Kalau gitu kami berangkat yah bu."
"Iyah pak,hati-hati."
...****************...
Sepulang dari kampus,Chelyn langsung mampir di gereja.Dilihatnya tidak ada siapa-siapa di sana.Wajahnya berubah menjadi muram.Karena biasanya setiap kali dia berkunjung ke sana pasti ada Vincent disana.Namun tidak dengan hari ini.
"Vincent,kamu dimana?"Gumamnya.
Ia turun dari mobil dan duduk di teras gereja tanpa alas.
Chelyn menunggu Vincent di sana sambil memainkan handphone nya,sesekali diliriknya kesana kemari berharap Vincent muncul.
Tiga jam menunggu disana,namun Vincent tak kunjung datang.Chelyn memutuskan untuk pulang dengan rasa kecewa.
Sampai di rumah ,Chelyn langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa.Ia menyalakan televisi dan menonton,namun pikirannya melayang entah kemana.
*Drrrrrtttt....Drrrrtttt....Drrrrrtttt....
Handphone* Chelyn bergetar di meja.
"Halo pah."Katanya menjawab telpon.
"Halo nak.Kamu dimana?"
"Aku di rumah pah,lagi nonton tv."
"Oh gitu nak.Jangan lupa makan yah."Kata papa penuh perhatian.
"Iya pah.Papah juga yah,jaga kesehatan di sana."
"Baguslah pah.Papah makan yang banyak."
"Hehehe...iya nak.Kalau ada apa-apa kasih tau papa yah.Kalau uang kamu kurang minta sama papa,nanti langsung papa transfer."
"Uang aku masih cukup kok pah."
"Sama satu lagi nak.Nanti minta bu Hana nemanin kamu tidur di kamar.Atau papa aja yang bilang langsung yah?"
"Ga usah pah.Biar nanti aku yang bilang sama bu Hana."
"Oke deh kalau gitu.Papa tutup telponnya yah nak."
"Iya pah,bye-bye!"
Setelah menutup telepon dari papanya, Chelyn lanjut menonton sampai akhirnya ketiduran.
"Nak Chelyn."Bu Hana membangunkan Chelyn.
"Iya bu."Jawabnya dengan suara berat karena mengantuk.Matanya masih tertutup.
"Ada nak Vincent di depan lagi nungguin kamu,nak."
"Oh yah?"Chelyn mengucek-ucek matanya.Ia mengambil cermin dari dalam tasnya dan berkaca,lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.Chelyn lalu keluar menemui Vincent.
"Kenapa Vin?"Tanyanya setelah sampai di teras.Dilihatnya Vincent tengah duduk di kursi teras.
"Eh Chelyn abis ngapain tadi tumben keluarnya lama."
"Tadi aku nonton tv,eh akunya malah ketiduran.Trus bu Hana bangunin aku bilang kamu ada di sini."
"Yahhh...Aku ganggu tidur kamu dong yah."
"Ga kok.Ga ganggu sama sekali.
Emm...Kalau boleh tau ada apa yah tumben kamu datang malam-malam gini."Tanya Chelyn duduk di sebelah Vincent.
__ADS_1
"Kamu nyariin aku tadi siang?"
"Kok kamu bisa tau?"
"Ada deh.Kenapa nyariin aku?Kangen?"
"Bangat...
Eh...."Chelyn menutup mulutnya yang keceplosan.
"Kan udah ketebak."Vincent tertawa.
"Aaaaa..."Kata Chelyn manja.
"Udah,jujur aja gapapa kok.Bohong dosa tau."
"Iya aku kangen."Jawab Chelyn jujur dengan kepala menunduk.
"Nah,gini kan enak."
"Hihihi...Oh iya aku mau cerita,Vin."
"Tentang?"
"Mimpi aku tadi malam."
"Kamu mimpi apa?"Tanya Vincent serius.Ia menggeser kursinya lebih dekat lagi pada Chelyn.
"Aku mimpi buruk kayak waktu itu lagi Vin.Mimpi buruk yang sama persis kayak yang aku mimpiin waktu itu.Bedanya di sana ada aku dan mama.Dan anehnya makhluk menyeramkan itu cuman ngedekatin aku dan gangguin aku.Aku minta tolong,mama aku malah diam aja liatin aku.Dia ga nolongin aku sama sekali."
Vincent terdiam.Seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
"Vincent,aku takut!"Chelyn menatap Vincent.
"Itu cuman mimpi,ga usah takut."
"Dulu aku mimpi gitu,tiga hari kemudian mama aku meninggal.Aku takut ada hal buruk yang terjadi setelah ini sama papa aku.Makanya aku larang papa pergi meeting ke luar kota.Tapi papa tetap pergi.Aku ga mau papah aku kenapa-napa.Aku bahkan belum siap menerima kepergian mama ,gimana kalau..."
"Sstttt....Jangan mikir aneh-aneh.Papa kamu akan baik-baik aja."
"Atau aku?"
"Husshhh....Kamu juga akan baik-baik aja.Jangan khawatir yah."Vincent menenangkan Chelyn yang sebenarnya ia memang tahu hal buruk yang paling Chelyn takutkan akan menimpa dia.
"Boleh aku peluk?"Tanya Chelyn dengan ragu.Vincent mengangguk tersenyum.Chelyn langsung memeluk Vincent dengan erat.Vincent pun membalas pelukan itu.
"Aku ngerasa nyaman kalau ada kamu.Jangan pernah berubah yah! Jangan tinggalin aku,aku ga mau.Kamu juga jangan tutupi apa-apa dari aku.Aku pengen kita saling terbuka.Sama kayak aku yang cerita semua ke kamu,aku mau kamu juga cerita tentang kamu ke aku." Chelyn melepaskan pelukannya.
"Iyah Chelyn.
Em...Kamu udah makan malam?"
"Belum."Jawab Chelyn menggeleng.
"Gimana kalo kita makan di luar?"
"Makan di luar?"Mata Chelyn berbinar.
"Iyah.Kamu mau ga? Kali ini aku yang bayarin.Tapi di tempat biasa aja yah.Soalnya kalau di tempat makan kamu biasa mahal,aku ga sanggup bayar ntar."
"Di manapun itu asalkan sama kamu aku suka dan aku seneng bangat."
"Eh..."Chelyn menutup mulutnya lagi.
"Jujur itu bagus."Vincent tersenyum melihat tingkah lucu Chelyn.Ia terlihat menggemaskan.
"Iya deh Vin."
"Beneran nih mau makan dimanapun itu kamu suka asal sama aku?"
"He'em."Chelyn mengangguk dengan memejamkan matanya.Tidak sanggup melihat Vincent.
"Kalau aku ajak makan di tempat jualan pinggir jalan?"
"No problem! Aku tetap suka."
"Hahaha...Kalau gitu let's go!" Kata Vincent Semangat.
__ADS_1
"Go!"Sahut Chelyn kegirangan.