
"Kamu dimana sih Vincent?Aku nungguin kamu dari pagi disini."Kata Chelyn duduk di teras gereja.Benar-benar ia sudah tidak tahu dimana Vincent sekarang.Belum lagi ia sangat menyesal karena sudah bersikap cuek dan tidak mau tau soal Vincent akhir-akhir ini.
"Kamu bilang kamu bakalan ada kapan pun aku nyari kamu.Tapi kenapa sekarang kamu ga ada?Aku udah nunggu kamu setengah hari di sini sampai ga masuk kuliah.
Sayangg....Kamu dimana?Kamu datang dong ke sini.Aku udah maafin kamu.
Apa jangan-jangan dia udah pergi yah ke tempat asalnya dia yang aku ga tau dimana itu.Apa karna tadi malam aku bersikap dingin ke dia makanya dia pergi?Dia ngerasa percuma terus-terusan disini karena tetap aja aku ga akan maafin dia?
Ya ampunnn...Trus gimana kalau dia ga akan balik lagi?Aku bakalan kehilangan dia selamanya?"Kata Chelyn menangis menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kok nangis?"Terdengar suara seseorang.
"Vincent!"Kata Chelyn melepaskan tangan dari wajahnya dan menoleh kegirangan.
"Mbak kenapa?"Kata seorang pria yang sedang membawa ember berisi air di tangan kanannya,dan di tangan kirinya sebuah tongkat pel.
"Aku ke sini nyariin Vincent."
"Oh,ka Vincent yang suka datang ke sini?"
"Iyah,dia dimana?"
"Aku ga tau juga kak.Udah lama sih dia ga pernah ke sini lagi.Dulu kak Vincentnya suka bantu-bantu aku bersihin gereja.Tapi ga tau deh dia sekarang dimana."
"Oh gitu.Makasih yah de.Kalau gitu saya pamit."Kata Chelyn pergi meninggalkan pria dengan wajah keheranan itu.
"Apa jangan-jangan ka Vincent udah ngerusak cewe itu,trus kabur ga mau tanggung jawab.Kayak nya sih gitu.Sampe cewenya nangis-nangis di sini.Kasian bangat.
Tapi..Masa sih kak Vincent kayak gitu?Keliatan bangat kok kak Vincent orang baik.
Ahh...udalah..Ngapain juga aku ngurusin hidup orang yang ga ada hubungannya sama aku.Aku harus mulai kebersihan sekarang."Gumam pria itu memandangi kepergian Chelyn.
__ADS_1
...****************...
Sepulang kerja,Chelyn melihat Tania sudah ada di rumah bersama Aldo,suaminya mengobrol dengan bu Hana.
"Hai semua."Kata Chelyn memasuki rumah.Ia membuka jaketnya dan duduk di samping bu Hana.
"Gimana Chelyn kerjanya?Lancar?"Kata Tania tersenyum.
"Humm...Gitulah Tania.Capek bangat.
Ngomong-ngomong Tania dan kak Aldo tumben ke sini.Ada apa yah?"
"Kasih tau yang."Kata Aldo melirik Tania.
"Jadi gini Chelyn,aku dan mas Aldo kan tinggal di rumah mama mertua aku.Jadi,rumah aku kan jadinya kosong.Gimana kalau kamu dan bu Hana tinggal di sana aja?"Tania menawari Chelyn.
"Makasih bangat sebelumnya Tania.Tapi biar aku dan bu Hana tinggal di sini aja.Aku udah nyaman kok tinggal di sini."
"Jujur aku prihatin bangat liat keadaan kamu kayak gini.Aku ga bisa bantu apa-apa,cuman bisa ngelakuin ini aja.Kamu mau yah tinggal disana sama bu Hana! Disana kan fasilitasnya udah jauh lebih bagus,lebih nyaman,lebih bersih,yahh...Walapun ga sebesar rumah orang tua kamu.
"Duh gimana yah Tania?Aku ga enak sama kamu."
"Kok jadi gini sih Chelyn?Kita kan sahabat.Kita harus saling membantu dan saling menguatkan.
Pleaseee...Jangan ditolak.Ini permintaan ibu hamil loh.Ga boleh ditolak."
"Hah?Kamu hamil?"Kata Chelyn terbelalak.
"He'em."Jawab Tania tersenyum lalu memandang suaminya.Suaminya tersenyum merangkul Tania.
"Duhhh...Selamat yah Tania.Senang bangat aku dengarnya.Semoga kamu dan dede bayinya sehat-sehat terus yah.Sampai nanti dede bayinya lahir dan aku yang bakal jagain dia."Kata Chelyn memegang tangan Tania.
__ADS_1
"Hahahah..."Tania,Aldo,dan bu Hana tertawa mendengar Chelyn berbicara seperti itu.
"Aku suka bangat sama anak bayi.Ga sabar deh pengen cepat-cepat gendong bayi kamu.Nanti cuman aku kasih ke kamu buat nyusu aja.Sisanya aku yang urus."
"Hahaha...Makacihh Aunty Chelyn yang tantik."Kata Tania memegang perutnya menirukan suara bayi layaknya bayi dalam kandungannya sedang berbicara.
"Makanya cepat-cepat nyusul."Kata Tania.
"Ahh..kamu."Kata Chelyn malu.
"Trus gimana nih soal yang kita bicarakan tadi?"Lanjut Tania lagi.
"Kalo menurut bu Hana gimana?"Tanya Aldo lemah lembut.
"kalo ibu sih terserah nak Chelyn aja."Bu Hana menatap Chelyn.
"Kalo Chelyn?"Aldo beralih bertanya pada Chelyn.
"Kalau Chelyn terserah bumil aja deh."
"Hahahah...Kalau gitu kamu mau?"Kata Tania tertawa.Aldo dan bu Hana juga tertawa.
"Iya mau Tania.Makasih banyak yah."
"Iyah sama-sama.Besok sopir kita bakal bantu bawa barang-barangnya ya kan mas?"Tania menatap Aldo.
"Iya sayang.
Biar besok pokoknya Chelyn dan bu Hana tinggal berangkat aja.Untuk yang lainnya biar saya yang urus."Lanjut Aldo.
"Makasih banyak yah kak."Sahut Chelyn.
__ADS_1
"Makasih banyak loh nak Aldo,nak Tania.Semoga rezeky kalian dilancarkan,sehat ibu dan bayi di kandungannya."
"Aminn..Makasih ibu."Jawab Tania dan Aldo bersamaan.