Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Delapan Belas


__ADS_3

Chelyn keluar dari rumah dengan penampilan glamour nya.Dengan long dress biru model shoulder off dengan taburan glitter hampir di seluruh bagian baju itu,begitupun dengan high heels yang ia beli bersama Vincent kemarin sore.


Ketika Chelyn membuka pintu,ia dikejutkan oleh Vincent yang sudah berdiri di depan pintu.Dengan kemeja putih dan rompi biru membuatnya semakin tampan.


"Eh,kok kamu di sini?Kenapa ga masuk?Udah lama nunggu aku?"Beberapa pertanyaan itu dipertanyakan sekaligus oleh Chelyn.


"Aku ga mau kamu berangkat sama temen kamu itu."


"Temen yang mana?"


"Yang kamu bilang bakal berangkat bareng dan jemput kamu ke sini."


"Kok kamu sih,kita."Kata Chelyn.


"Iyah kita."


"Maksud kamu Siska dan pacarnya yah?Kenapa emang?Mereka baik kok.Mereka ga akan ngomong ini itu sama kamu.Percaya sama aku yah.Kan kamu tau sendiri aku dan keluarga aku disegani orang-orang,termasuk orang yang dekat sama aku dan keluarga juga.Jadi mereka ga akan berani macam-macam sama kamu."


"Bukan soal itu."


"Ihh..Kamu kenapa sih?Kamu ga pede? Kenapa harus ga pede orang kamunya ganteng kok."


"Bukan itu juga.Pokoknya aku ga mau berangkat sama mereka."


"Jangan gitulah.Mereka udah di jalan mau ke sini loh.Aku ga enak dong kalau harus batalin berangkat bareng mereka."


"Aku ga mau tau,pokoknya aku ga mau."


"Tapi aku juga ga mau batalin.Apalagi alasan kamu ga jelas kayak gini."


"Chelyn aku minta kamu batalin sekarang."Nada bicara Vincent semakin tinggi.


"Kamu kenapa sih?Kasih tau aku alasan yang jelas supaya aku bisa batalin mereka.Kamu ini aneh bangat.Malah marah lagi sama aku."Katanya manyun.


"Aku minta maaf.Aku cuman pengen kamu nurut sama aku.Aku mau kita diantar sama pak Dito."


"Biar apasih?"


"Yaudalah kalo kamu memang tetap milih buat berangkat sama temen kamu.Mending aku ga usah ikut.Kamu pergi sendiri aja."


"Lah..Kok jadi gini sih?


Yaudah iya,kita berangkat sama pak Dito.Aku ngalah nih sama kamu.Di mana coba kamu nemuin cewe yang mau ngalah?Cuman aku di dunia ini."Celocos Chelyn sedikit kesal.


"Iya iya cuman kamu.Gitu kek dari tadi susah bangat."


"Tunggu di sini.Aku panggilin pak Dito dulu buat ngantarin kita."


...****************...


Suasana pesta begitu meriah.Orang-orang yang diundang disana juga tampaknya adalah anak-anak pengusaha dan pejabat tinggi.Mereka berdatangan dengan mobil-mobil yang mewah.


Chelyn tampak sangat bahagia di sana.Vincent senang melihat Chelyn menikmati pesta dengan ceria.


"Vincent,abis ini ada acara dansa.Pasti seru bangat.Aku pengen ikutan juga."

__ADS_1


"Yaudah ikut."Sahut Vincent tersenyum.


"Sama kamu."


"Aku ga mau ah.Aku di sini aja liatin kamu dansa."


"Lah,kamu liatin aku?Trus aku dansanya sama siapa?Sendiri gitu kayak orang gila?"


"Oh...Haha..Emang dansa itu apa?"Tanya Vincent polos.


"Hah?Kamu serius nanya dansa itu apa?"


"Seriuslah."


"Becanda kamu ga lucu tau gak."


"Emang yang becanda siapa?Orang aku nanya serius kok."


"Kamu ga usah sok polos gitu deh Vincent,udah dewasa juga.Emang kamu dari planet mana datang ke bumi makanya sepolos itu."


"Terserah kamulah mau bilang apa.Intinya aku ga tau apa arti dansa yang kamu maksud."


"Vincent,aku jadi curiga sama kamu.Dari awal ketemu juga emang kamu udah aneh.Apa jangan-jangan kamu itu amnesia yah?"


"Bukanlah,aku Vincent.Amnesia siapa coba?"


"Hahaha...Kamu tuh yah ga pernah bisa diajak ngomong serius."Chelyn tertawa mengakak.


"Beneran aku Vincent.Muka aku mirip amnesia kali yah."


Udalah....Pokoknya aku mau dansa nanti bareng kamu."


"Kasih tau dulu dansa itu apa.Aku ga mau yah nanti jadi berdosa."


"Ga dosa ih.Itu cuman nari doang sama pasangan.Ga aneh-aneh kok."Vincent terdiam.Wajahnya benar-benar menunjukkan orang yang kebingungan.


"Di tempatku ga ada dansa." Sahutnya kemudian.


"Tempat kamu dimana emang?"


"Ada deh.Belum waktunya kamu tau."


"Pasti kamu dari pelosok-pelosok pelosoknya kampung kampung kampung yah?"


"Rahasia." Bisik Vincent di telinga Chelyn.


"Ih...Terserah kamulah.Pokoknya aku malam ini mau dansa sama kamu.Kalau kamu ga tau caranya nanti aku ajarin.Hehehe..."


...****************...


Sepulang dari pesta,Chelyn langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur.Lalu teringat dengan poto-potonya selama di pesta bersama teman-temannya.


Chelyn mengganti posisi menjadi tengkurap.Ia membuka galeri di handphone nya dan melihat poto demi poto.


Tiba-tiba muncul potonya bersama Vincent.Chelyn tersenyum lebar memandangi poto mereka berdua.Vincent terlihat sangat tegang saat berpose berdua dengannya.

__ADS_1


"Dasar sok polos!"Bisik Chelyn pada poto Vincent.Ia terus saja memandangi poto itu.Tiba-tiba hatinya merindukan Vincent lagi padahal baru saja bertemu.


"Aku unggah ke media sosial bisa kali yah.Kira-kira Vincent bakalan marah ga yah?Sepanjang ini aku ga pernah liat dia megang hp.Apa dia ga punya hp yah? Gila sih cowo sekeren dan setampan itu ga punya hp.Trus media sosialnya?Dia punya ga yah?Emang dia asli dari mana sih sampai polos bangat gitu.Gila...gilaaa..gilaaaa...Muka tampan kayak oppa Korea gitu ga punya media sosial.Sayang bangat ga sih?"Chelyn berbicara sendiri.


"Ahhh...Biarin deh.Aku posting aja di akun instagram aku.Sayang bangat poto berdua sama oppa tapi ga dipublikasikan."


Chelyn membuka akun instagramnya dan mengunggah poto itu di akunnya dengan Caption 'ideal man'.


Baru dua menit setelah diunggah,postingannya itu langsung dibanjiri komentar dari para followers instagramnya.Sebagian besar adalah mahasiswa di kampusnya.Apalagi Chelyn termasuk Famous karena kekayaan papanya dan juga primadona di kampusnya.Chelyn juga dikenal sebagai wanita yang rendah hati dan ramah sehingga banyak yang menyukainya baik pria maupun wanita.


Chelyn tidak dapat membalas komentar satu persatu.Ia akhirnya mandi dan mengganti pakaiannya lalu tidur.


Jam 2 malam,hp Chelyn bergetar.Chelyn mengambil hpnya dan melihat ada panggilan dari Kevin,teman sekelasnya.


"Halo Kevin?Kenapa?Kok nelpon jam segini?"


"Chelyn,kamu dimana?"Tanya Kevin dengan suara panik dan gemetaran.


"Aku di rumah,udah tidur tadi.Kenapa emang?"


"Chelyn ada berita duka."


"Hah?Apa itu?"Chelyn mulai merinding.


"Mobil Siska dan pacarnya kecelakaan tadi waktu pulang dari pesta."


"Apa?"Chelyn gemetaran tidak percaya.Memegang hp nya saja tangannya sudah tidak berdaya.


"Siska dan pacarnya kecelakaan."Kata Kevin sekali lagi.


"Trus gimana keadaan mereka sekarang,Kevin?"


"Siska meninggal di tempat,sementara pacarnya sedang kritis di rumah sakit.Kemungkinannya untuk selamat juga sangat tipis."


"Ya ampun,kenapa jadi gini?"Chelyn menangis meletakkan hpnya di tempat tidur.Air matanya begitu deras mengalir membasahi pipinya.


"Siska..."teriaknya menangis.Ia cukup akrab dengan Siska.


"Kenapa nak?"Bu Hana menghampirinya ke kamar.


"Bu..."Chelyn memeluk bu Hana.


"Teman Chelyn kecelakaan dan meninggal sepulang dari pesta ulang tahun."


"Astaga!"Sahut bu Hana memegang dadanya kaget.


"Sabar yah nak.Umur emang ga ada yang tau.Ga ada yang tau kapan kita akan dipanggil.Intinya kita harus tetap mendekatkan diri kepada Tuhan dan menyerahkan hidup kita ke dalam tanganNya."


"Apa ini tadi alasan Vincent larang aku ke pesta dan pulang bareng Siska? Dia udah tau kalau akan terjadi kecelakaan dan dia ga mau aku kenapa-napa.Kalau tadi aku ikut dengan Siska dan pacarnya pasti aku juga akan bernasib sama dengan mereka.Vincent beneran nyelamatin nyawa aku lagi.Tiga kali dia nyelamatin hidup aku.Pertama,saat aku mau bunuh diri,dia menggagalkannya.Kedua,dia juga gagalin aku pergi bareng mama ke luar negeri.Dan ini yang ketiga,dia larang aku ke pesta bareng Siska dan pacarnya.Dia benar-benar bisa baca kehidupan seseorang?"Gumamnya.


"Nak,kamu kok bengong?Lagi mikirin apa?"Tanya bu Hana yang sejak tadi memperhatikan Chelyn sedang melamun.


"Ga kok bu.


Bu,boleh ga ibu temanin aku tidur malam ini?Aku takut bu."

__ADS_1


"Boleh nak.Ibu temanin yah."


__ADS_2