Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Tiga Puluh Empat


__ADS_3

"Hai tante!"Kata Chelyn menyalim tante Widya yang berada di halaman Cafe.Tampaknya tante sedang buru-buru hendak pergi.


"Eh Chelyn.Kamu datang nak.


Duh...Mana tante ada urusan penting lagi jadi ga bisa nemenin kamu ngobrol."


"Hemm...Gapapa kok tante."


"Beneran gapapa tante tinggal?Ini juga tante buru-buru sih."


"Iyah tante.Vincent nya ada kan tan?Soalnya tadi aku dari gereja dia ga ada disana."


"Vincent di rumah nak,lagi sakit."


"Vincent sakit?Boleh aku temuin dia ga tante?"Kata Chelyn khawatir dengan keadaan Vincent.


"Boleh nak.Kamu langsung ke atas aja yah.Ga usah sungkan."


"Iya tante."Chelyn langsung berlari memasuki cafe dan menaiki tangga menuju tempat tinggal keluarga Vincent.


"Sayang!"Kata Chelyn berlari menghampiri Vincent yang berbaring di sofa.Wajahnya babak belur dengan luka memar di dekat mata dan bibirnya.


"Kamu kok kayak gini yang?"Kata Chelyn memegang kedua lengan Vincent khawatir.


"Awww."Vincent meringis kesakitan.


"Sayang?"


"Jangan pegang disitu yang.Lengan kanan aku sakit bangat."


"Kamu kenapa sayang?Kamu kecelakaan apa gimana?"


"Sayang,ini rahasia kita yah.Kamu ga usah bilang sama mama aku.Aku bilang sama mama aku dirampok.Sebenarnya tadi malam anak buah papa kamu ngehajar aku di depan gereja."


"Apa?"


"Iyah sayang."


"Kenapa dihajar?Kamu ada salah sama pak Andre?"


"Kayaknya sih engga yang.Dia cuman disuruh sama papa kamu.Papa kamu aja cuman liatin kejadiannya dari mobil."


"Apa?Papa aku yang nyuruh?Bisa jadi sih karena memang papa marah dua hari yang lalu karena aku jalan sama kamu sampai malam.


Dan aku ga nyangka papa bisa sekejam itu.Wanita iblis itu benar-benar udah memperdaya papa aku.Aku ga bisa terima ini aku harus ngomong sama papa."


"Jangan sayang.Aku gapapa kok."


"Kayaknya aku juga harus hajar wanita iblis itu."


"Jangan sayang.Gimanapun dia mama tiri kamu sekarang.Kamu terima atau engga tapi itulah kenyataannya."


"Maafin papa aku yah sayang!"Kata Chelyn menangis.Vincent duduk dan memeluk Chelyn.


"Iya sayang.Ini ujian untuk hubungan kita."


"Aku takut papa akan ngelakuin hal yang sama lagi ke kamu kalau aku terus nemuin kamu."Chelyn terus menangis.


"Sstttt...Engga.Kamu tenang aja."

__ADS_1


"Yang,apa sementara ini kamu ga usah datang-datang dulu ke gereja yah?Kamu bakalan aman di sini dan papa aku ga akan tau keberadaan kamu.Jadi kalau aku mau nemuin kamu,aku datang ke sini aja."


"Apa pun yang bikin kamu nyamanda tenang,aku ikut aja mau kamu yang."


"Makasih yah sayang."Kata Chelyn tersenyum menghapus air matanya.


"Kamu udah makan yang?"Tanya Chelyn.


"Belum sih yang.Buat makan juga tangan aku sakit bangat .Kalau ga disuapin mama yah pakai tangan kiri.Tapi ga nyaman gitu makan pakai tangan kiri yang."


"Kalau gitu kamu makan sekarang yah yang.Aku suapin."


"Mau.Boleh ga aku makan masakan kamu."


Chelyn melongo lalu menggesek-gesekkan jari telunjuk di batang hidungnya.


"Kenapa yang?Kalau kamu malas gapapa kok yang."


"Bukannya males.Cuman kamu tau sendirikan aku ga bisa masak."


"Waktu itu kamu masak makanan enak bangat tau."


"Itu didampingin sama bu Hana.Kalau sendiri aku belum bisa yang."Katanya menunduk.


"Yaudah deh gapapa sayang.Anak manja."Kata Vincent menarik hidung Chelyn dengan tangan kirinya.


"Padahal kamu masakin aku telor ceplok aja aku suka loh."


"Kalau gitu aku buatin telor ceplok aja?"


"Boleh,Telornya tiga yah sayang."


Chelyn tersenyum dan berdiri.Berjalan menuju dapur sederhana keluarga Vincent.


...****************...


"Wahh.."Kata Vincent bersemangat.


"Yakin yang makan pakai ini doang?Atau mau aku beliin sayur buat tambahannya?"


"Gausah yang,Gini aja.Aku cuman mau makan masakan kamu."


Setelah berdoa Chelyn memberikan sesuap nasi diiringi dengan potongan telor ceplok.


"Hmm...Enak!"Kata Vincent.


"Nanti sore aku antarin makanan buat kamu yah.Nanti aku minta bu Hana dampingin aku masak lagi."


"Nanti kamu ngantarnya gimana sayang?Ntar kamu malah kena marah papa kamu lagi.Mending jangan yah."


"Aku bisa atasin itu yang.Kamu tenang aja."


"Iya deh."


"Nih makan lagi."Kata Chelyn memberi suapan kedua.


"Sebenarnya makan cuman kayak gini aku ga masalah.Yang penting disuapin sama kamu makanannya jadi enak.aku suka bangat yang."


"Kamu tuh yahh,lagi sakit aja masih bisa gombal."

__ADS_1


"Beneran kok."


Setelah memberi Vincent makan Dan mengompres luka memarnya,Chelyn meninggalkan Vincent dalam keadaan tidur.


...****************...


"Bu Hana,bantuin Chelyn masak lagi dong."Kata Chelyn menghampiri bu Hana yang sedang mengangkat jemuran di belakang.


"Masak nak?"


"Iyah,sini deh bu kita duduk dulu."Chelyn mengajak bu Hana duduk di kursi belakang rumah.Bu Hana menghampiri Chelyn dan ikut duduk.


"Aku mau cerita bu."Katanya berbisik.


"Cerita apa nak?"


"Papah jahat bangat bu.Papah nyuruh pak Andre ngehajar Vincent di gereja tadi malam,sampai Vincent babak belur gitu mukanya.Memar di dekat mata dan mulutnya.Lengan kanannya juga sakit sampai ga bisa makan sendiri.Kasian bangat bu."Bisik Chelyn menangis.


"Ya ampun.Bapak kok jadi tegaan gitu yah nak.Ibu sampai ga nyangka gitu."


"Chelyn juga ga nyangka bu.Ini semua gara-gara wanita iblis itu yang udah memperdaya papah."


"Hmm...Trus gimana nak?Apa kamu bakalan berenti berhubungan dengan Vincent?"


"Bu,aku gabisa.Ibu dan Vincent adalah penyemangat aku.Aku ga bisa jauh dari ibu dan juga Vincent.


"Iya juga sih nak.Kalau gitu kamu harus hati-hati kalau nemuin nak Vincent,nak.Jangan sampai papa kamu tau.Takutnya mereka nyakitin Vincent lagi bahkan lebih dari kayak tadi malam."


"Aku juga mikirnya gitu bu.Makanya aku udah minta sama Vincent untuk saat ini diam di rumahnya aja dulu."


"Bener itu nak."


"Kalau gitu kita masak yuk bu.Nanti sore aku mau ngantarin makanan buat Vincent.Katanya dia pengen bangat makan masakan aku.Tadi aja lahap bangat makannya.Padahal aku cuman buat telor ceplok."


"Hahaha..Gitulah kalo lagi jatuh cinta."


"Ah ibu."Kata Chelyn tertawa.


Ketika sedang asyik memasak,Selia menghampiri bu Hana dan Chelyn di dapur.


"Lagi ngapain kalian?Sibuk bangat!"


"Bukan urusan kamu.Urus aja diri kamu sendiri."


"Ini anak kurang ajar.


Ohh..Lagi belajar masak?Bagus deh biar ada faedahnya juga kamu tinggal di rumah ini.Bisa bantu-bantu kerjaan rumah."Kata Selia memandangi masakan Chelyn.


"Bisa pergi dulu gak?Aku muak liat muka kamu."


"Aku juga muak kali liat kamu.Kapan yaaaahhh...Kamu pergi dari rumah ini?"


"Ga akan pernah.Yang ada kamu yang harusnya pergi,wanita rendahan."


"Jaga mulut kamu,yah "Tangan Selia hampir mendarat di pipi Chelyn,namun Chelyn langsung menahannya.


"Patahin ga yah biar cacat sekalian."Kata Chelyn tersenyum jahat.


"Udah nak,udah."Bu Hana menengahi perkelahian Chelyn dan Selia.

__ADS_1


"Wanita rendahan!"Chelyn menghempaskan tangan Selia.


"Awas kamu yah."Kata Selia menggertakkan gigi dan pergi dari dapur.


__ADS_2