
Sudah dua minggu operasi usus buntu Chelyn berlangsung.Sekarang keadaannya sudah benar-benar pulih.Hari ini ia sudah bisa ke kampus membawa mobil sendiri.Dengan kemeja putih dan midi skirt warna pastel dengan belt pita dan sepatu warna pastel Chelyn dengan langkah santai berjalan menuruni tangga.
Di ruang tamu,ia melihat bu Hana tengah membersihkan dan merapikan meja dan kursi sambil bernyanyi lagu-lagu nostalgia tahun 90-an.
"Selamat pagi bu Hana." Sapanya ramah dengan tersenyum.
"Pagi juga nak Chelyn.
Wah...Syukurlah kamu udah bisa kembali kuliah."Katanya dengan raut wajah bahagia.
"Iyah bu,syukur bangat.kalau gitu aku berangkat yah bu."
"Kok langsung berangkat sih nak.Kan belum sarapan."
"Ntar sarapan di luar aja bu."
"Ibu udah masak sop buat kamu loh.Kamunya ga bisa makan-makanan di luar sembarangan.Apalagi kamu baru menjalani operasi.Makan di rumah aja yah nak."
"Hummm...Yaudah deh bu kalau gitu."Sahut Chelyn tanpa rasa kesal sama sekali.Keduanya berjalan menuju ke dapur.
"Papah udah berangkat yah,bu?"
"Udah nak.Tadi berangkatnya cepet.Kata bapak ada meeting pagi ini."
"Oh gitu.Ibu juga sarapan aja sini sama Chelyn."
"Kamu duluan aja nak,nanti ibu sarapan kalo udah selesai bersih-bersih."
"Ih..Ibu ah.
Ibu duduk sini,kita makan bareng."Chelyn berdiri mengambil kursi makan untuk bu Hana.
"Ya ampun nak.Ga usah sampai repot-repot gini loh."Bu Hana sangat terharu.
"Ibu kayak lagi sama siapa aja deh.Kita kan keluarga bu.Ibu udah jagain Chelyn dari kecil,udah kayak ibu Chelyn sendiri."
"Kamu memang anak yang baik.Semoga kamu dapat jodoh yang baik juga yah nak.Pokoknya yang bisa bahagiain kamu."Kata bu Hana tersenyum.
"Amin bu aminn....Makasih doanya bu."Sahut Chelyn tersenyum membayangkan Vincent.
"Kayak Vincent kan bu?"Bisiknya dalam hati.
__ADS_1
Ia menaruh nasi dan lauk di piring bu Hana dengan muka yang masih senyam-senyum.
"Bahagia bangat kayaknya,nak."
"ehhm..." Chelyn salah tingkah.Pipinya mulai merona.
"Kalau ibu liat-liat kamunya pasti lagi jatuh cinta.Lagi mikirin siapa sih?" Goda bu Hana.
Chelyn kembali ke tempat duduknya.
"Bukan siapa-siapa bu.Chelyn cuman senang aja hari ini Chelyn udah bisa ngampus lagi."jawabnya berbohong.Ia malu mengakui kalau hatinya sedang berbunga-bunga pada Vincent.
"Chelyn juga senang bisa makan semeja bareng ibu.Mulai sekarang dan seterusnya kita makan bareng aja yah bu disini."
"Ehhh...Jangan nak.Ini aja ibu ngerasa ga pantas bangat duduk di sini.Makan sama kamu lagi."
"Gapapa loh bu,beneran.Gausa ngerasa ga enakan gitu.Kita ini keluarga loh."
"Semoga hidup kamu bahagia terus yah nak.Tercapai semua angan dan cita-citamu.Ibu ga bisa ngasih apa-apa buat balas kebaikan kamu,cuman bisa doain yang terbaik buat nak Chelyn."
"Amin ibu,makasih doanya.Itu udah lebih cukup buat Chelyn."
Keduanya tersenyum,lalu melanjutkan sarapan.
"Hai Chelyn!" Sapa seseorang ketika Chelyn membuka pintu.Rayhan sudah berdiri di teras rumahnya entah sudah berapa lama.
"Rayhan?"Katanya keheranan.Ia tidak menyangka Rayhan akan seberani itu datang ke rumahnya setelah melukai hatinya bertubi-tubi.
"Aku dengar kamu sakit dan baru menjalani operasi.Gimana keadaan kamu sekarang?"Katanya tanpa rasa sungkan sama sekali.
"Oh...Seperti yang kamu lihat.Aku baik-baik aja.Berkat doa orang-orang yang sayang sama aku."Katanya tersenyum sedikit menyindir Rayhan.
"Syukurlah kalau udah sehat."
"Udah tau kabar aku kan?Sekarang apa lagi,aku udah mau berangkat nih."
"Ehm...Bukan.Bukan hanya itu aja.Aku ke sini mau ngasih ini buat kamu."Rayhan menyodorkan selembar kertas yang dihias dengan rapi.
"Apa ini?"Tanya Chelyn mengambil kertas dari tangan Rayhan.
"Undangan pernikahan aku dan Viola.Minggu depan kami akan menikah."
__ADS_1
"Ohhh...Undangan pernikahan kalian yah.Semoga lancar sampai hari H nya,aku seneng dengernya.Itu artinya kamu ga main-main sama dia kayak yang kamu lakuin dulu ke aku."Chelyn menyindir Rayhan lagi.Perasaan cintanya pada Rayhan memang perlahan sudah pudar.Apalagi setelah Chelyn dekat dengan Vincent.Vincent banyak mengubah hidupnya.
"Soal itu aku bisa jelasin."
"Ga perlu Ray.Aku juga udah ga mau tau alasan kamu ngelakuin itu ke aku.Dulu aku minta penjelasan kamu,kamu ga mau ngomong apa-apakan?"
"Tapi ini kamu harus tau.Selama ini perasaan aku ga enak karena nyembunyiin ini dari kamu.Terserah kalau kamu ga bisa maafin aku.Aku cuman pengen kamu tau kebenarannya."Kata Vincent dengan wajah serius dan perasaan bersalah.
Mendengar Rayhan berkata seperti itu membuat Chelyn penasaran apa alasan Rayhan sebenarnya memutuskan dia sementara hubungan mereka sedang baik-baik saja.
"Cerita! Aku ga punya banyak waktu."Kata Chelyn kemudian.
"Sebenarnya aku sayang dan masih sayang bangat sama kamu."
"Please yah,kalau untuk bahas kayak ginian mending ga usah.Lagian sebentar lagi kamu akan menikah kan?Jangan merusaknya lagi."
"Iya maaf,dengerin aku.
Waktu itu mama aku sakit parah pada bagian empedunya dan harus dioperasi.Kamu tau kan semenjak ayah aku pergi ninggalin aku dan keluarga,aku jadi satu-satunya tulang punggung di keluargaku.Aku yang harus biayain kebutuhan keluarga aku,aku juga harus biayain sekolah adik aku,belum lagi uang kuliah aku.Aku udah berusaha banting tulang buat dapatin uang untuk biaya pengobatan dan operasi mama,tapi aku ga sanggup.Belum lagi waktunya benar-benar kepepet.Saat itu aku udah bingung bangat,aku takut bangat kalau sampai mama aku kenapa-napa,keadaan mama udah semakin buruk.Jadi aku cerita sama Viola tentang masalah aku ini.Dia kan sahabat aku,dia bilang keluarganya akan menanggung biaya operasi dan pengobatan mama,asal aku mau jadi pacarnya.Selama bersahabat dengannya,ternyata dia udah mendam perasaan cinta sama aku.Dan singkatnya mau ga mau aku terima aja tawarannya.Aku iyain syarat dari dia.Dan sekarang keluarganya minta aku menikahi Viola." Rayhan bercerita panjang lebar pada Chelyn.
"Ya ampun...Trus kenapa kamu ga cerita sama aku juga?Aku kan pacar kamu.Kenapa malah diam aja dan tiba-tiba putusin aku tanpa alasan.Kalau aku tau gitu keadaan mama kamu,aku dan keluarga juga bakal bantu biaya untuk mama kamu.Papah aku bisa tangani semua itu."Kata Chelyn sedih bercampur kesal.
"Aku segan sama kamu.Aku ga enak sama kamu dan keluarga kamu.Aku takut kalau kamu mengira kalau aku cuman mau manfaatin kamu.Apalagi biaya untuk itu ga sedikit.Sementara aku dan Viola juga keluarganya udah lama dekat."Rayhan menjelaskan dengan kesedihan yang tidak dapat ia sembunyikan.
"Humm...Kamu salah kalau punya pikiran kayak gitu.Tapi yaudalah,nasi udah jadi bubur.Sekarang kamu udah sama Viola,dan syukurlah mama kamu udah sembuh.Aku lega sekarang udah tau kebenarannya.Semoga kamu bahagia sama Viola."
"Maafin aku yah Chelyn."
"Aku maafin."
"Aku harap kita tetap bisa jadi teman."
"Tenang,kita akan tetap jadi temenan kok."
"Makasih Chelyn,Kamu bener-bener wanita baik.Aku yakin suatu saat kamu akan dipertemukan dengan laki-laki yang baik juga."
"Hmmm...."Chelyn tersenyum dengan mata berbinar.
"Aku udah nemuin orangnya."Katanya tersenyum membayangkan wajah Vincent.
"Oh yah?"
__ADS_1
"Iyah,emm...Kamu tenang aja.Aku pasti datang ke acara pernikahan kalian." Kata Chelyn berlari kecil dengan ceria menuju mobilnya.