
Sepulang kuliah,Chelyn langsung merebahkan tubuhnya di sofa.Bu Hana,mbak Tiara,dan mbak Tasya pun sedang beristirahat di kamar mereka.
"Udah pulang kamu?"Selia membangunkan Chelyn yang baru saja memejamkan matanya.
"Udah."Jawabnya simpel.
"Trus kenapa langsung tidur?"
"Yaahhh..Aku capek pulang kuliah."Chelyn menutup telinganya dengan bantal sofa.
"Kamu tau kan kamu harus ngerjain pekerjaan rumah?"
"Iya tau.Tapi ibu sama mbak juga masih istirahat."Katanya dengan mata masih terpejam tidak tahan menahan ngantuk.
"Kamu sekarang ke kamar aku,Kamar lagi berantakan bangat.Udah lama juga ga dibersihin.Kalau saya nyuruh tiga pembantu itu rasanya ga nyaman.Ntar malah perhiasaan saya dicuri lagi."
"Iya bentar."
"Cepetan ih.Pemalas bangat jadi orang."Selia memukul-mukul paha Chelyn.
"Iiiiii...Apaan sih?Ga bisa liat orang tenang bentar aja.Dibilangin ntar juga.Nanti aku beresin abis tidur siang."
"Ga ada tidur-tidur siang.Bangun kamu."Selia menarik tangan Chelyn dengan kasar.
"Iyaaaaa "Teriak Chelyn dengan tatapan tajam pada Selia.Ia langsung beranjak menuju kamar papanya.
"Jadi istri ga guna bangat.Kamar aja udah sampai kayak kandang binatang.Barang-barang berselemak,berantakan bangat.Ini lagi jorok bangat.Emang tuh orang ngapain aja sih?Oh iya lupa.Dia kan bukan orang.Jangan-jangan emang dia siluman kali yah?Iya sih dipikir-pikir cocok juga dia jadi siluman babi."Gerutu Chelyn sambil merapikan tempat tidur yang berantakan.Dilanjut dengan lemari pakaian yang isinya seperti kapal pecah.
__ADS_1
Chelyn merapikan kamar sampai sore.Bahkan ketika papanya pulang,ia juga belum selesai membersihkannya.
"Chelyn,kamu ngapain?"Kata papa yang baru pulang kantor.
"Ngg'pel lantai pah.Kamar papa jorok bangat tadi,berantakan lagi semuanya.Semenjak siluman itu masuk ke kamar ini kayaknya kamar ini ga pernah dibersihin deh."
"Ya ampun.Ini bukan tugas kamu,nak.Biarin Mbak Tasya dan mbak Tiara aja harusnya yang lakuin ini."Kata papa.
"Katanya siluman itu ga nyaman kalo mbak atau ibu yang masuk ke kamar papa.Takut perhiasan atau barang-barang dicuri."
"Hmmphh...Papa sih udah percaya bangat sama bu Hana.
Trus muka kamu pucet gitu.Kamu baik-baik aja?"Kata papa perhatian pada Chelyn.
"Kenapa papa peduli?"
"Ya karna kamu putri papa.Papa liat juga kamu udah makin nurut.Ini nih putrinya papa yang dulu.Papa juga senang kalau kamu mau nurutin mama kamu."
"Masih aja kamu yah.
Yauda sana.Kamu mandi trus istirahat."
"Iyah pah."
"Kamu tadi siang makan kan?"Tanya papa lagi.
"Engga.Belum sempat makan siang udah disuruh kerja.Maklum Chelyn kan sekarang pembantu di sini."
__ADS_1
"Keterlaluan Selia.
Seliaaa!"Seru papa.
Tak berapa lama Selia muncul di kamar.
"Kamu jangan kayak gini dong sama Chelyn.Gimanapun dia anak aku.Masa belum juga makan siang kamu udah nyuruh dia kerja.Pantes dia pucet.Kamu harus jadi ibu yang berperasaan dikitlah.Biarpun dia cuman anak tiri kamu ga perlu sekejam itu.Aku gasuka."
Chelyn memandang papanya.Ia melihat sedikit perubahan pada papanya sore ini.
"Mas kok ngomong gitu sih?Jadi maksud mas aku ini ibu tiri jahat?kejam?"
"Udah,gak usah malah ngambek.Kamu emang salah."
"Nak,sekarang kamu mandi yah dan langsung makan duluan.Nanti kamu sakit."
"Iya pah."Kata Chelyn tersenyum meninggalkan kamar orang tuanya.
"Aku ga suka kamu bela-belain dia kayak gitu mas.Yang ada dia nanti ngelunjak sama kita."
"Selia,dia anak aku,anak kamu juga berarti.Ga pantas kamu kayak gitu sama dia."
"Tau ah ma,kesel."
...****************...
"Bu,hari ini papa agak berubah gitu jadi perhatian sama Chelyn.Chelyn senaaang bangat.Semoga deh papa bisa balik kayak dulu lagi."Kata Chelyn bercerita pada bu Hana sebelum tidur.
__ADS_1
"Wahh..Ibu senang dengarnya.Semoga deh nak papa kamu berubah jadi lebih baik lagi."
"Amin bu."Kata Chelyn lalu tidur memeluk bu Hana.