Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Empat Puluh Tiga


__ADS_3

Satu bulan sudah Chelyn bekerja di cafe,hari ini ia akan gajian.Sejak tadi wajahnya sudah berseri membayangkan ia akan membawa pulang uang hasil dari kerja kerasnya.Bahkan di bawah panasnya matahari ia tetap dengan semangat mengemudi sepeda motornya menghantarkan makanan pada pelanggan meski keringat sudah bercucuran di balik jaket yang ia kenakan.


"Chelyn..!"Panggil bu Gisel.Gisel sebagai General Manager Cafe di tempatnya bekerja.


"Iyah bu!"Chelyn yang baru saja memasuki cafe sehabis mengantar makanan langsung sedikit berlari menghampiri bu Gisel.


"Kamu antar satu pesanan lagi yah.Ini yang terakhir."Kata Bu Gisel ramah memberikan plastik berisi makanan pada Chelyn beserta kertas kecil berisi alamat tujuan makanan diantar.


"Baik bu."Sahutnya tersenyum mengambil plastik dan kertas itu dari tangan bu Gisel.Lalu bergegas keluar menuju tempat parkiran motornya.


Setelah menaiki motor,Chelyn membaca alamat tujuan pengantaran makanan.


"Apa?"Katanya dengan mata terbelalak lebar dan mulut melongo.Ia terkejut dengan alamat yang ada di tangannya.


"Rumah papa?Pasti ini pesanan iblis itu."Gumamnya sambil memperhatikan isi plastik.


"Gimana ini?Kenapa harus mengantar kesana sih?Dari pagi aku udah semangat menunggu sore hari tiba,tapi malah dapat alamat ini bikin badmood aja deh.Huhhffttt...Tapi aku harus profesional.Intinya aku disini bekerja sebagai tukang antar makanan."Katanya memasukkan kertas berisi alamat itu ke dalam kantong jaketnya.


...****************...


"Permisi,pesanan makanan datang."Katanya dari balik gerbang.Pak David beranjak dari dalam pos nya menuju gerbang.


"Nona Chelyn?"Katanya keheranan melihat penampilan Chelyn yang berubah drastis.


"Saya mau ngantarin makanan ini pak."


"Silakan non masuk."Sahut pak David dengan penuh rasa hormat pada Chelyn.

__ADS_1


"Permisi!Pesanan makanan!"Katanya mengetuk pintu rumah orangtuanya.Tak berapa lama mbak Tasya membukakan pintu.Sama halnya dengan pak David,Tasya terkejut melihat Chelyn disana.


"Non Chelyn?"


"Suruh dia masuk."Suara papa terdengar dari dalam rumah.


"Silakan masuk non.Bapak ada di ruang tamu."Kata mbak Tasya menunduk.


Chelyn membuka sepatunya yang kotor dan masuk ke rumah tanpa alas kaki.


"Ehemm...Gimana Chelyn?"Kata papa sambil membaca koran tanpa menoleh padanya.Selia hanya tersenyum sinis duduk di samping papa Chelyn.


"Saya ke sini nganterin makanan.Silakan tanda tangan disini."Kata Chelyn dengan wajah datar.


"Wihhh...Dari cara bicaranya kayaknya sudah profesional sekali sebagai tukang antar makanan."Kata papa meletakkan korannya dan mengalihkan pandangannya pada Chelyn.


"Hahahah....Chelyn..Chelyn..


Papa sengaja ngorder makanan disana cuman pengen tau kamu berani datang ke sini atau tidak.Bukan karena ingin makan makanan ini."Kata papa mengambil makanan dan membuangnya di lantai tepat di samping kakinya.Terlihat Selia tersenyum bahagia menyaksikan pertemuan ayah dan anak itu.Chelyn melihat makanan yang terbuang tanpa berkata apa-apa.


"Ternyata kamu berani juga yah,ehh...Salahh...Itu bukan Kata yang tepat.Kata yang cocok buat kamu adalah ternyata kamu ga punya malu juga yah?Datang ke hadapan papa kamu dengan penampilan dekil seperti ini.Mau ditaruh kemana muka saya?Seorang putri dari keluarga Wijaya bekerja sebagai jasa antar makanan."Kata papa menginjak-injak makanan itu.


"Aku ga peduli.Terserah papa mau bilang apa.Aku justru bangga sama diri aku sendiri.Ternyata aku bisa hidup tanpa papa,tanpa kasih sayang papa,tanpa perhatian papa,tanpa uang dari papa.Hebat bukan?"Kata Chelyn tersenyum.


"Chelyn!"Papa menggertakkan gigi menahan amarahnya.


"Sekarang papa tandatangani tanda terima makanannya.Aku buru-buru.Ga punya banyak waktu di sini."

__ADS_1


"Sombong bangat kamu biadap."Sahut Selia.


"Diam mulut kamu.Wanita murahan kayak kamu ga akan bisa ngerti arti pentingnya waktu.Bisanya manfaatin pria kaya untuk biayain hidup kamu aja,istilahnya numpang hidup."Kata Chelyn menatap tajam Selia.Selia berdiri dan langsung menampar Chelyn.


"Anak kurang ajar! Anak kayak kamu ga pantas hidup di dunia."


"Kamu yang kurang ajar."Teriak Chelyn menangis dan balik menampar Selia.


"Selia,Chelyn! Udah..."Bentak papa berdiri menengahi pertengkaran mereka.


"Mas dengar sendirikan dia menghina aku .Dia selalu menghina aku.Bilang aku ini wanita murahan,ga punya harga diri.Hati aku sakit mas...Anak tiri aku selalu ngomong gitu ke aku."Selia menangis.Papa memeluk Selia.


"Pergi kamu Chelyn.Ternyata kamu belum berubah juga.Papa pikir setelah kamu pergi dari rumah dan merasakan susahnya hidup kamu bakalan datang memohon maaf sama papa dan mama kamu.Papa pikir kamu akan berusaha menjadi anak baik supaya diterima kembali di rumah ini.Ternyata papa salah,kamu itu anak bebal."


"Aku ke sini cuman mau laksanain tugas aku.Aku ga mau berdebat atau berantem sama kalian.


Daaan....Ada aku atau tidak di rumah ini,kenapa aku selalu salah di mata papa?Aku kangen papa yang dulu...Aku udah kehilangan papa aku.Papa aku dulu sayang bangat sama aku,papa perhatian sama aku.Sekarang???Bahkan saat aku pergi dari rumahpun papa ga mencegah,papa ga larang aku pergi.Papa juga ga pernah kecarian selama aku pergi.Papa ga pernah nanyain kabar aku."Chelyn menangis tersedu-sedu.


"Kamu salah.Kalau papa ga peduli sama kamu,papa ga akan tau dimana kamu kerja,papa ga akan tau apa kegiatan sehari-hari kamu,menjual kue?Papa tau semua tentang kamu.Papa selalu meminta pak Dito mengikuti kamu,kadang juga papa datang ke cafe demi melihat kamu.Papa ga tega liat kamu kayak gitu,tapi kamu bebal nak.Kamu selalu aja ingin menang sendiri.Papa selalu nungguin kamu pulang ke rumah ini."


"Harusnya papa pilih aja aku atau dia."


"Papa ga bisa memilih nak."


"Kalau gitu biar aku yang mengalah.Aku ga akan pernah balik dan tinggal lagi di rumah ini."


"Tapi papa akan selalu nungguin kamu disini."

__ADS_1


"Dari dulu Chelyn ga pernah berani bilang ini ke papa.Tapi hari ini Chelyn mau bilang kalau Chelyn benci sama papa."Chelyn menangis pergi meninggalkan papanya.


__ADS_2