
Chelyn berdiri menunggu angkutan di dekat gerbang,matanya melirik ke sebelah kanan arah datangnya angkot menuju cafe tempatnya bekerja.
"Chelyn,mau aku anterin?"Kata Kevin yang naik motor besar.
"Ga usah Kevin,makasih."
"Kalau gitu duluan yah,Chelyn."Katanya berlalu dari hadapan Chelyn.
Tak berselang waktu berapa lama,sebuah mobil berhenti di depan Chelyn.
"Ayo Chelyn."Kata Yogi teman sekelas Chelyn.
"Duluan aja Yogi."
"Ayolah,kan satu arah juga."
"Aku masih ada urusan."
"Yauda deh,aku duluan yah."Katanya tersenyum meninggalkan Chelyn.
"Chelyn!"Kembali terdengar suara memanggil nama Chelyn.Chelyn menoleh.
"Vincent?"Katanya dengan pandangan sinis.
__ADS_1
"Aku mau jelasin soal yang tadi malam."
"Oh iya.Coba jelasin kebohongan besar kamu itu."Kata Chelyn dengan wajah datar.Ia sangat kecewa pada Vincent yang tidak pernah terbuka tentang apapun padanya,termasuk tentang keluarganya.Vincent malah membuat keluarga palsu.
"Kamu jangan marah ya sayang."Katanya dengan wajah menunduk.
"Aku ga bisa janji kalau aku ga akan marah."
"Ya udah deh yang.Kalau kamu marah pun itu wajar."
"To the point aja langsung."Kata Chelyn jutek.
"Iyah,tante Widya itu bukan mama aku.Aku ketemu sama dia saat ngelakuin tugas aku di bumi satu tahun lalu."
"Iyah maksudnya satu tahun lalu aku ketemu tante Widya yang lagi dirampok pas pulang malam-malam naik mobil sendiri melintasi jalanan sepi.Aku nyelamatin dia dan juga barang-barang berharganya.Saat itu dia sangat berterimakasih sama aku.Dia ngasih aku uang,tapi aku tolak.Trus nawarin supaya aku kerja di tempatnya juga,tapi aku bilang untuk saat itu aku sedang punya pekerjaan penting.Trus,dia bawa aku ke rumahnya dan bilang kapanpun mau datang untuk makan di cafe itu bisa tanpa bayar,atau kalau butuh bantuan apa-apa aku bisa minta tolong sama tante Widya.
Dan...Waktu itu kamu ngebet bangat pengen ke rumah aku dan ketemu keluarga aku.Akhirnya aku minta tolong sama tante Widya buat pura-pura jadi mama aku.Dengan senang hati tante Widya mau bantuin aku dan sama sekali ga keberatan.Akhirnya setelah tante Widya setuju aku bawa kamu ke rumah tante Widya."
"Bodoh bangat aku yah?"Kata Chelyn dengan mata berkaca-kaca.
"Sayang aku minta maaf."
"Aku heran sama kamu.Apapun yang aku tanya tentang kamu,kamu ga pernah mau ngasih tau.Kamu selalu tertutup sama aku.Sementara aku,semua tentang kehidupan aku selalu aku ceritain sama kamu,karna aku nyaman sama kamu,aku ga nganggap kamu kayak orang lain.Itu ternyata bedanya orang yang benaran sayang sama yang pura-pura sayang."Kata Chelyn menahan air matanya agar tidak terjatuh.
__ADS_1
"Aku sayang bangat sama kamu."
"Kamu ga pernah sayang sama aku."Bantah Chelyn.
"Aku sayang bangat dan aku cinta bangat sama kamu yang.Kamu harus percaya sama aku.Belum waktunya kamu tau yang sebenarnya.Aku juga lagi nunggu waktu yang tepat untuk terus terang sama kamu."
"Bohong! Kalau kamu sayang sama aku kenapa kamu bohongin aku kayak gini.Semua hal tentang kamu,kamu rahasiain dari aku.Padahal aku udah bilang gimanapun latar belakang kamu,siapapun keluarga kamu,aku ga peduli.Aku akan tetap sayang dan nerima kamu apa adanya walaupun keadaan aku tidak dalam tepuruk kayak sekarang.
Cinta itu butuh pengorbanan dan bukti.Bukan cuman omongan doang."
"Suatu saat kamu akan mengerti bagaimana aku berkorban untuk kamu."
"Hahaha....Iyah,terimakasih untuk pengorbanannya.Kalau gitu saya pamit yah.Saya harus bekerja hari ini."
"Sayang maafin aku."
"Gausah temuin aku lagi,kamu pembohong.Aku ga mau ketemu kamu lagi."Katanya berjalan meninggalkan Vincent.
...****************...
Vincent duduk di teras gereja sambil memandangi bulan sabit di malam itu.Udara yang berhembus menembus sampai ke dalam kulit terdalamnya.
"Kau sekarang sama seperti manusia pada umumnya.Sangat sedih dan menyesal dikala mengecewakan sesamanya,namun bersikap biasa saja ketika mengecewakan Tuhannya."Kata seorang pria tinggi dengan mahkota perak di kepalanya serta sayap yang lebar di punggungnya.
__ADS_1
Vincent menoleh dan langsung menunduk tersungkur ketika melihat siapa yang berdiri di hadapannya.Namun tidak ada suara lagi.Vincent mengangkat kepalanya menoleh,tidak ada lagi pria itu disana.Ia kembali duduk dengan posisi sama seperti sebelum pria bersayap itu datang.