
"Akhirnya kita jadi refreshing juga hari ini pah."Kata Chelyn berjalan sambil memoles bedak di wajahnya.
"Iya nak.Hari ini kita akan habiskan waktu dengan bersenang-senang sama Vincent juga."Sahut papa.
"Mas mau ke mana?"Selia berdiri di pintu rumah mereka.Sementara Chelyn,papa dan pak Andre menunggu pak Dito mengeluarkan mobil dari garasi.
"Hadehh..Jangan bilang iblis itu mau ikut juga."Kata Chelyn mulai kesal.
"Ga kemana-mana.Cuman nemenin Chelyn belanja ke mall.Udah lama juga dia ga saya bawa belanja."
"Belanja ke mall?
Mas kok ga bilang-bilang sih.Kenapa ga ngajak aku juga.Aku kan juga pengen.Sekalian kita belanja popok buat anak kita."
"Hellowww...Belanja popok apaan?
Ga ada. Ga ada ikut-ikut,gada popok-popok.Aku pengen pergi sama papa tanpa kamu." Sahut Chelyn.
"Masss..."Katanya manja.
"Dih iblis ini."Gumam Chelyn kesal.
"Yauda,kamu mandi dulu sana.Pakai baju yang rapi.Jangan malu-maluin aku dan Chelyn nanti."
"Mas gitu bangat ngomongnya.Yauda,aku mandi dulu yah.Ga lama kok."Katanya masuk ke rumah.
"Papa apa-apaan sih.Aku udah ga sabar nunggu hari ini.Jalan bareng papa dan Vincent ngabisin waktu happy-happy, papah malah mau bawa wanita iblis itu ikut juga."Chelyn protes.
Pak Dito memberhentikan mobil di depan mereka.
__ADS_1
"Naik!"Kata papa pada Chelyn.
"Aku gasuka kayak gini.Aku pengen refreshing,nenangin diri aku setelah beberapa hari berhadapan dan bertarung dengan iblis itu.Ehh..malah diajak ikutan jalan."Katanya sambil menaiki mobil.Papa dan pak Andre pun ikut naik.
"Jalan pak Dito menuju tempat Vincent."Perintah papa.
"Lohh...pah...Si iblisnya?"Kata Chelyn melihat wanita itu belum berada di mobil.
"Hem!"Papa hanya tersenyum jahat.Pak Dito pun menjalankan mobil.
"Papah?"Kata Chelyn tersenyum mengerti maksud papanya.
"Hahaha...Rasain lu iblis.Ditinggalin kan lu."Kata Chelyn tertawa puas.
"Cara papa ngerjain si iblis itu keren juga."
"Humm...Kalau ga dengan cara itu ya kita ga bakal jadi berangkat nak."
"Iya nak gapapa,papa ngerti kok.Lagian papa ga mau bikin tuan putri ini kecewa."Kata papa merangkul Chelyn.
...****************...
"Chelyn,om?"Vincent keheranan Om Zay dan Chelyn menemuinya sepagi itu.
"Hai Vincent."Sapa Zay.
"Iya om."Vincent menyalim tangan om Zay.
"Pagi-pagi gini nemuin aku ada apa yah om?"
__ADS_1
"Mau minta segera nikahin putri saya."Kata papa dengan wajah datar.
"Apa?"Kata Chelyn dan Vincent keheranan.Mereka memandang papa dengan wajah melongo.
"Maksud om?"Tanya Vincent.
"Papa nih ngomong apa?"Bisik Chelyn.
"Hahaha...Canda-canda."Papa tertawa terbahak-bahak.Chelyn dan Vincent ikut tertawa bercampur salah tingkah.
"Trus ada yang bisa saya bantu om?"
"Em...Ga sih Vincent.Om dan Chelyn ke sini mau ngajak kamu jalan-jalan bareng kita.Jarang-jarang juga om ada waktu luang kayak gini buat nemenin Chelyn jalan-jalan.Chelyn tuh suntuk terus kalau di rumah semenjak ada Selia,mama tirinya.Makanya hari ini om mau bawa Chelyn jalan-jalan.Kayaknya Chelyn bakalan lebih bahagia lagi kalau Vincentnya ikut."
"iiiii...papaaaa"Kata Chelyn manja menyenggol pelan papanya.
"Hahaha...Tapi beneran kan nak?Orang pas papa bilang ajak Vincent ikutan juga mata kamu langsung berubah jadi love gitu."
"Ih mana ada!"Bantah Chelyn dengan wajahnya yang sudah memerah bak tomat siap panen.
"Hahaha."Papa dan Vincent tertawa.
"Gimana nak Vincent,kamu ada waktu ga hari ini buat nemanin om dan Chelyn?Atau kamu lagi sibuk?"
"Aku ga sibuk sih om.Boleh deh."
"Yey!!!"Seru Chelyn tidak sadar.
"Tuh kan..."Kata papa.
__ADS_1
"Aaaaa....Ayo berangkat ah."Katanya malu dan langsung masuk ke mobil.