
Pagi itu,gerimis yang sudah satu jam turun membasahi tanah,tumbuh-tumbuhan,atap rumah-rumah dan jalanan.Vincent berdiri di halaman gereja menatap ke langit.Wajahnya seperti orang yang sedang berbeban berat.
"Apa yang engkau lakukan? Kau membuat kesalahan yang sama tadi malam." Terdengar suara seseorang di belakangnya.Vincent terkejut dan menoleh,lalu berbalik badan menghadap pria berjubah putih di belakangnya.
Vincent langsung menunduk dan tersungkur .Air matanya mengalir deras seperti seseorang yang sudah melakukan kesalahan besar.
"Kau sudah mendapat hukuman atas perbuatanmu waktu itu.Dan sekarang kau melakukan kesalahan yang sama bahkan sebelum hukuman pertamamu berakhir.Mengapa engkau seperti ini?Mengapa kau menjadi bebal?"
"Ampuni aku tuan,aku salah."
"Mengapa engkau melakukan hal yang jelas-jelas kau tau itu salah?"
Vincent tidak menjawab,ia hanya menangis tersungkur.Ia juga tau perbuatannya itu fatal.
"Aku sangat kecewa dengan tindakanmu ini.Apakah kau menyadari bahwa engkau sudah mengecewakan aku?"
Vincent mengangguk.
"Kenapa menggagalkan kematian gadis itu?Kenapa kau menggagalkan kematian gadis itu untuk yang kedua kalinya?Kenapa kau tidak bertanggung jawab pada tugas yang sudah diembankan kepadamu?"
Vincent melihat ke atas menatap wajah pria itu,lalu kembali menunduk dan terus saja menangis.Ia tahu perbuatannya tidak akan diampuni.
"Kau sudah jatuh cinta pada manusia itu kan?"
Vincent terkejut mendengarnya.Ia berhenti menangis.
"Jawab aku.Kau mencintai wanita itu kan?"Tanya Pria itu lagi.Vincent mengangguk dan kembali menangis.
"Ya tuan."Jawabnya kemudian tidak bisa berbohong.
"Enyahlah engkau jika kau lebih mencintai ciptaannya daripada penciptanya."
Vincent menggeleng-gelengkan kepalanya.Seolah menjelaskan bahwa cintanya pada gadis itu tidak sebesar cintanya pada Tuhan.
"Kau telah mendukakan hati Tuhanmu."
"Ampuni aku tuan,ampuni aku."
"Atas kelalaian dan kecerobohanmu pada tugasmu ini,hukumanmu bertambah.Kau tidak boleh kembali ke tempat kediaman kita selama seratus tahun menurut hitungan waktu di bumi."
__ADS_1
Vincent terbelalak mendengar ucapan pria itu tentang hukumannya.
"Tuan!" Serunya.Namun pria itu sudah pergi meninggalkan dia yang tersungkur di tanah.
"Vincent!" Seru Chelyn turun dari mobil dengan memakai payungnya.Vincent menoleh.
"Chelyn?"Sahutnya berdiri.
"Kamu kenapa duduk di sini hujan-hujanan?Kamu abis nangis yah?Kamu ada masalah?"
"Em...Engga kok.Aku gapapa.Aku cuman suka aja main hujan."Jawabnya berbohong.Di depan Chelyn ia berpura-pura t
"Cowo suka main hujan-hujanan.Aneh bangat.Liat tuh kan baju kamu udah basah semua jadinya."
"Kamu ngapain pagi-pagi gini kesini? Kamu ga kuliah?"
"Vincent."Kata Chelyn menjatuhkan payungnya dan langsung memeluk Vincent.
"Kenapa Chelyn?Kamu jangan nangis."
"Makasih yah!" Kata Chelyn tetap saja menangis.
"Makasih karena kamu ngasih aku kesempatan hidup lagi.Kalau bukan karena kamu,hari ini aku hanya tinggal nama dan aku udah ga ada."
"Maksudnya?"Tanya Vincent pura-pura tidak tahu.
"Tadi malam Siska dan pacarnya kecelakaan mobil.Siska temen aku meninggal di tempat dan tadi malam pacarnya masih kritis.Trus pas bangun tadi pagi aku dapat kabar pacarnya juga udah meninggal."
"Ya ampun."Vincent pura-pura kaget menutup mulutnya dengan tangannya.
"Aku tau kamu udah baca itu sebelumnya.Kamu udah tau kalau akan terjadi kecelakaan .Makanya kamu larang aku pergi sama mereka,biar aku selamat.Makasih banyak yah Vincent."
"Aku ga tau apa-apa Chelyn.Perasaan aku cuman ga enak aja tadi malam."
"Kamu bohong.Mending sekarang kamu ngomong jujur sama aku kalau kamu sebenarnya punya kekuatan supranatural kan?"
Vincent tidak menjawab.
"Jawab aku!"Kata Chelyn melepaskan pelukannya.Ia memandangi Vincent.
__ADS_1
"Manusia ga punya kekuatan supranatural."
"Lalu kenapa kamu..."
"Udah,ga usah mikirin hal-hal mustahil kayak gitu."
"Tapi aku berharap kamu punya kekuatan itu,supaya kamu bisa terus lindungin aku."
"Hahaha...Kamu ini kayak anak kecil aja pikirannya."
"Abisnya kamu keren bangat loh.Kamu udah nyelamatin aku berkali-kali."
"Hadeh...Udah yah,lupain aja.Itu cuman kebetulan."
"Sekarang masih mau cerita atau gimana?"Tanya Vincent melarikan pembahasan.
"Aku udah ga punya cerita.Tapi..."
"Tapi apa Chelyn?"
"Tapi aku masih pengen di sini sama kamu.Aku mau dengarin cerita random kamu."
"Aduhh...Gimana yah? Ini baju kamu aja udah basah bangat.Sekarang kamu pulang aja yah.Kamu langsung mandi dan ganti pakaian kamu.Ntar kamu sakit loh."
"Kamu ngusir aku yah?"
"Ihhh..Bukan.Aku ga ngusir kamu.Cuman ga mau aja kamu kedinginan.Ntar malah masuk angin lagi karena pakai baju basah."
"Aku ga mau pulang.Aku masih pengen sama kamu."
"Dengarin aku,sekarang kamu pulang dan langsung mandi.Jangan lupa dandan yang cantik bangaaaaatttt,nanti aku ke rumah kamu pas udah mandi juga."
"Beneran yah?"Chelyn langsung bersemangat.
"He'em." Vincent mengangguk tersenyum.
"Kalau gitu sekarang aku mau pulang,bye Vincent!"Katanya menaiki mobilnya dan langsung pergi melaju.
"Chelyn..Chelyn..."Vincent tersenyum menggelengkan kepalanya.Ia mengambil payung Chelyn yang masih tergeletak di tanah.
__ADS_1