Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Tiga Puluh Delapan


__ADS_3

Minggu pagi,Chelyn dengan semangat menyapu rumah di lantai dua.Ada sebuah ruang keluarga di sana,ruang kerja papa,ruang musik,dua kamar tamu,dan kamar Chelyn.Chelyn menyapu dari satu ruangan ke ruangan yang lain dengan ceria sambil bernyanyi-nyanyi kecil.


Terdengar suara handphone nya berbunyi di kamarnya.Chelyn yang sedang menyapu ruang kerja papa langsung berlari mengambil hpnya.


Halo Tania!"Katanya tersenyum lebar mendapat telpon dari sahabat lamanya yang sekarang tinggal di Belanda.


"Halo Chelyn.Kangen bangat komunikasian sama kamu lagi.Gimana kabar kamu?"


"Aku sehat.Aku juga, Tania,udah dari lama aku nunggu-nunggu telpon dari kamu tapi ga pernah ada.


Baru sekarang kamu nelpon,aku senaaaang bangat.


Kamu gimana kabarnya Tania?Kamu baik-baik aja kan?Tante kamu ga pernah kasarin kamu kan? "Tanya Chelyn mengkhawatirkan keadaan Tania yang tinggal bersama tantenya yang galak.


"Aku baik-baik aja kok.Engga,tanteku ga pernah sampai main tangan.Cuman ya itu akunya harus kerja sepanjang hari di rumah,trus dibentak-bentak gitu."


"Syukurlah kalau kamu baik-baik aja.Kamu yang sabar yah ,aku yakin ke depannya hidup kamu akan lebih bahagia."


"Aminnn..


Oh yah,gimana kabarnya om Zay?Sehat kan?Aku juga kangen bangat sama om Zay.Om paling baik yang pernah aku temuin.Lemah lembut,penyayang,the best deh pokoknya om Zay." Kata Tania memuji papa Chelyn.


"Hem...papah sehat kok Tania."Sahut Chelyn dengan suara lemah.


"Suara kamu tiba-tiba kek gak semangat gitu?Oh iya kamu lagi ngapain nih?Sibuk ga?Ntar aku malah ganggu lagi."


"Engga kok Tania.Sama sekali ga ganggu.Aku malah senang bangat ditelpon sama kamu.


Aku lagi beberes rumah aja."


"Wahh...Rajin bangat.Bu Hana masih kerja di sana gak?"


"Masih Tania.Sekarang di rumah aku ada empat asisten rumah tangga."


"Wawww...Banyak juga.Udah makin jaya nih pasti om Zay nya."


"Engga sih Tania."


"Kamu kok jadi lemes gitu sih Chelyn?Kamu lagi ada masalah?Kalau ada masalah kamu cerita dong sama aku.Kita kan sahabat."


"Iyah,sebenarnya semenjak mama meninggal aku selalu dalam masalah."


"Humm...Kalau itu sih sama Chelyn.Aku juga."Kata Tania ikutan sedih.


"Tapi nasib kamu jauh lebih baik dari aku kan?Kamu masih tinggal sama papa kamu yang baiiikkkk bangat.Perhatian sama kamu,sayang bangat sama kamu,selalu manjain kamu.Nah aku?Tinggal sama tante yang galaknya minta ampun.Setiap ngomong tuh omongannya nyakitin hati mulu ."


"Semua udah berubah,Tan.Papaku yang sekarang bukan papa yang aku kenal dulu."Chelyn duduk di kursi belajarnya.


"Maksud kamu Chelyn?"Tanya Tania penasaran.


"Papa aku udah menikah dua bulan yang lalu.Dan semenjak itu aku kayak ngerasa rumah ini kayak neraka."


"Lohh..Kok bisa secepat itu om Zay nikah lagi.Dulu kan om Zay sayang bangat sama tante Chatryn,harmonis gitu,trus romantis juga walaupun udah punya anak gadis.Aku ga percaya loh,serius."

__ADS_1


"Iya tapi itu nyatanya,Tan.


Panjang bangat ceritanya.Takutnya kalau aku ceritain dari awal nanti tante kamu keburu datang.


Oh iya tante kamu lagi ga di rumah?"


"Tenang aja.Tante aku lagi ga di rumah kok.Tadi subuh dia berangkat sama calon suminya ke Prancis.Aku sekarang lagi sendiri di rumah.Jadi bebas.Paling juga pulang minggu depan.Lega juga sih aku bisa bebas selama seminggu."


"Hmm..Gitu.Seneng aku dengernya."


"Iyah,em..Lanjut...Jadi gimana ceritanya papa kamu menikah lagi?"


"Jadi waktu ulang tahun papa yang keempat puluh delapan,acaranya kan lumayan meriah juga.Banyak tamu datang,mulai dari teman-teman papa yang pengusaha,karyawan kantor papa,sampai ke OB dan cleaning Service kantor papa di undang semua.Belum lagi teman-teman kampus aku.


Jadi waktu pertengahan acara ulang tahun papa,ada cewe ga jelas menghampiri papa di pesta trus minta pertanggungjawaban sama papa,katanya dia hamil anaknya papa.Gak taulah benar apa enggaknya.


Trus dia ancam papa akan bicara di depan umum tepatnya di acara ulang tahun papa mengenai masalah itu kalau papa ga mau tanda tangani surat yang ia bawa.Papa panik dong karena itu akan merusak reputasi papa dan nama baik keluarga Wijaya. Akhirnya dengan ga berpikir panjang papa menandatangani surat perjanjian itu yang bahkan papa sendiri belum baca apa isi perjanjian itu.Saat itu yang papa mau wanita iblis itu cepat pergi dan ga ngerusak hari bahagia papa dan aku ."


"Busettt.. Trus?"


"Setelah papa anda tangan suratnya, cewe itu langsung pergi deh ninggalin papa di taman samping rumah.Aku masih sempat liat papa lagi pucet gitu mukanya mungkin saking paniknya,nafasnya juga ngos-ngosan.Dan pas aku tanya katanya kebanyakan minum alkohol,jadi pusing dan hampir mabuk gitu.


Keesokan harinya pas aku dan papa abis makan malam,si wanita iblis itu datang ke rumah,bertamu malam-malam.Aku bingung dari dulu kek ga pernah liat mukanya.Eh..dia perkenalkan diri katanya dia mantan sekretaris papa.Singkatnya dia langsung bercerita tentang gimana dia sampai mengandung anak papa,itu waktu mereka ada *m*eeting di luar kota.Dan dia langsung minta pertanggung jawaban di depan papa,aku,dan bu Hana.


"Ya ampun..Aku sih ga yakin itu beneran hamil.Pernah di USG ga?"Sahut Tania.


"USG gimana coba? Waktu itu aku dan dia berantem di samping rumah,dan aku emang dorong dia tuh tapi pelan doang,itu juga karena aku kesal bangat sama kelakuannya seenaknya marah-marah sama bu Hana.Abis itu dia ngadu ke papa kalau dia keguguran gara-gara aku.


Awalnya juga aku udah ragu sih itu cuman bohongan.Tapi itulah cara dia menjebak keluarga aku agar bisa menjadi bagian dari keluarga Wijaya.Aku sempat nampar dia juga waktu itu sebelum akhirnya aku suruh security bawa dia keluar.Sebelum keluar dia jatuhin di lantai sebuah surat dan ternyata itu surat perjanjin yang udah papa tandatangani.Aku kaget bangat pas baca ternyata isinya papa harus menikahi dia dalam bulan itu.Atau kalau engga papa akan dipenjara seumur hidup.Mau ga mau aku bilang ke papa biar segera nikahin dia.


"Iyah,Tan.Ga pernah nyangka akan ada di posisi kayak gini."


"Mama tiri kamu berarti jahat yah?"


"Jahaaatt bangat.Aku ga pernah anggap dia sebagai mama tiri sekalipun.Buat aku dia cuman iblis yang menyelinap masuk ke keluarga aku."


"Aku ngerti bangat perasaan kamu Chelyn.Pasti ga enak bangat harus berbagi kasih sayang papa kamu sama wanita jahat itu.


Tapi sikap papa kamu masih sama kan ke kamu?Om Zay tetap baik kan sama kamu?"


"Awalnya sih gitu Tania.Tapi lama-lama papa dihasut juga sama wanita iblis itu.Sekarang papa kerjaannya marah-marahin aku mulu,bentak-bentak aku.Dia selalu belain si iblis itu.Apalagi setelah ia cerita kalau aku yang menyebabkan dia keguguran.makanya aku sedih bangat.Papa kayak udah ga sayang sama aku.Papa juga udah ga peduli sama aku."Kata Chelyn menangis.


"Yang sabar kamu yah.Kita sama-sama ada dalam keadaan yang buruk,yang kita ga pernah sebelumnya sangka-sangka."


"Kamu tau?Sekarang aku jadi salah satu asisten rumah tangga di rumah papa aku sendiri.Haaaaaa."Chelyn tidak dapat menahan suara tangisnya.


"What? Chelyn..Aku ikut sedih bangat tau kek gitu keadaan kamu sekarang.Apa om Zay kena jampi-jampi atau pelet gitu yah?Makanya jadi berubah bangat kayak gitu.Yang kita tau om Zay itu ayah paling baik sedunia,orang paling lembut sedunia."


"Aku juga ga tau Tania."


"Berarti tadi kamu bilang punya empat asisten rumah tangga itu kamu salah satunya?"


"Ya gitu deh."

__ADS_1


"Nasib kita sebagai sahabat kok samaan gini yah?Aku malah jadi babu di rumah tante aku sendiri.Pokoknya kita harus selalu saling menguatkan dan saling mendoakan yah."


"Iyah Tania.Mobil aku yang dikasih papa waktu aku ulang tahun juga udah diambil lagi,dan diserahin ke istri barunya."


"Ya ampun...Tega bangat sih mereka.Om Zay pikirannya dimana yah tega sama anaknya sendiri.Lama-lama emosi juga aku."


"Ya gitu deh Tania.Akhir-akhir ini memang aku juga banyak menantang sama papa.Aku ga terima aja sama kelakuan mereka.Tapi makin ke sini aku mikirnya ya udahlah,mau gimana lagi,udah nasib aku kayaknya kek gini.Sekarang aku banyak diam aja.Yang penting masih ada bu Hana yang selalu ada buat aku."


"Baguslah Chelyn.Jangan putus asa yah."


"Kamu juga.Kita harus semangat.Semoga kita bisa secepatnya ketemu."


"Kayaknya doa kamu bakal terkabul deh Chelyn."


"Maksudnya?"


"Tadinya aku nelpon kamu mau sekalian ngasih kabar bagus juga."


"Oh yah?Apa itu?"Chelyn menghapus air matanya.


"Dalam waktu dekat aku bakal balik lagi ke Indonesia.Pacar aku Aldo bakal jemput aku ke sini.Dia udah dapat izin juga dari orang tuanya.Dia juga ga tega aku tersiksa di sini."


"Wahhh...Sennang bangaaaaattttt."Teriak Chelyn lompat-lompat kegirangan.


"Ada satu lagi kabar bahagianya."


"Wow. Apa tuh?"


"Aldo juga udah janji kalau dia bakal segera nikahin aku."


"Oh yah?Kayaknya ini deh bahagia dibalik penderitaan kamu selama tinggal sama tante kamu."


"Amin...Semoga deh Chelyn semuanya berjalan lancar.Aku dan Aldo akan menikah setelah ulang tahun papanya yang keenam puluh tahun.Karena perusahaannya akan diserahkan sama Aldo juga."


"Oh my Godness." Sahut Chelyn tak tahu lagi harus berkata apa mendengar berita bagus itu.


"Semoga semuanya lancar,amin."


"Amin Tania.Pokoknya yang terbaik lah buat sahabat aku yang paliiiing baik."Sahut Chelyn.


"Hahah...Makasih Chelyn."


"Oh iya,ngomong-omong..."


"Chelyn..."Seru Selia yang berjalan menaiki tangga memotong pembicaraan Tania.


"Hadeh,,si iblis udah datang."Kata Chelyn berbisik.


"Smackdown aja."Kata Tania.


"Hahaha...Nanti deh kalau aku udah latian smackdown.Kalau gitu aku tutup telponnya dulu yah.Lain waktu kita sambung.Bye Tania."Bisik Chelyn menutup telponnya.


"Belum beres juga kerjaannya?Oohhh...Gimana mau beres kalau kerja sambil main hp.Cepetan kerjanya."Kata Selia sok mengatur dan memperlakukan Chelyn benar-benar seperti pembantu.

__ADS_1


"Iyah nyonya iyaaa..."Kata Chelyn dengan senyum berseri yang membuat Selia keheranan.


__ADS_2