Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Tiga Puluh


__ADS_3

Suasana di meja makan malam itu begitu hening.Semua asyik dengan makanannya masing-masing.Chelyn sendiri sudah malas berinteraksi dengan Papanya dan juga Selia,mama tirinya.Di rumah, ia kebanyakan diam.Hanya sesekali mengobrol dengan bu Hana.Kemudian berdiam dan mengurung diri kamar.Itulah yang ia lakukan akhir-akhir ini.Papa juga sudah tidak terlalu memperhatikannya.


Chelyn sudah menghabiskan makannanya.Ia beranjak dari kursi hendak menuju kamarnya.


"Chelyn!"Panggil papa tiba-tiba.Semua yang ada disana tersentak.


"Hem?"Katanya menoleh tanpa berbalik badan.


"Puas kamu merusak nama baik keluarga kita?"


"Apa maksud papa?"Kata Chelyn berbalik badan menghadap papanya.


"Kamu masih bertanya?"


"Chelyn ga ngerti pah.Chelyn ga ngerasa ngerusak nama baik keluarga kita."


"Dasar anak keras kepala.Tidak merasa bersalah dengan ulah yang dibuatnya."


"Apasih pah?"


"Kenapa kamu kerja di warteg sebagai pelayan?"


Chelyn terbelalak keheranan dari mana papanya bisa tau.


"Ohhh...Aku ga kerja di warteg pah,cuman makan aja."


"Lihat ini."Papa menunjukkan Video Chelyn yang sedang mencuci piring dengan Vincent dan poto sedang melayani pembeli.

__ADS_1


"Apa-apan sih.Siapa coba yang ngasih video dan poto itu sama papa."


"Kamu tau?Video dan poto ini sudah tersebar dan menciptakan berita buruk tentang keluarga kita.Kamu tau apa yang dikatakan orang-orang?Mereka bilang semenjak papa menikah hidup kamu udah ga papa urus lagi.Mereka mengira papa udah ga biayain hidup kamu sampai kamu harus bekerja di warteg."


"Itu cuman salah paham.Biar nanti aku yang meluruskan.Lagian kalaupun mereka berpikir semenjak papa menikah papa udah ga mengurus aku,bisa dikatakan ada benarnya juga kan?"


"Diam mulut kamu.Papa selalu mencukupi semua biaya kebutuhan kamu.Kamu tidak pernah kekurangan uang sama sekali."


"Mengurus anak bukan tentang ngasih uang aja pah.Tapi juga perhatian dan kasih sayang."


"Kamu udah dewasa,ga usah manja."


Chelyn langsung meninggalkan papanya.


"Dan satu lagi,kamu jangan bergaul lagi dengan Vincent.Dia yang membuat kamu jadi kayak gini."


Chelyn menghentikan langkahnya.


"Apa maksud papa?"


"Papa kenapa jadi kayak gini sih?"


"Dia itu emang anak ga jelas.Selama ini saya salah menilai dia.Asal-usul keluarganya aja ga jelas,ntah dia anak siapa kita ga tau.Bahkan rumahnya saja sampai sekarang masih jadi misteri.Atau jangan-jangan dia itu seorang buronan.Anak itu emang ga jelas.Bagaimana dia mau menghidupi anak orang lain,paling juga dia bisanya kerja buruh kasar di pasar."


"Papa kenapa jadi suka ngerendahin orang lain sih?Dulu papa ga kayak gini.Semenjak papa dekat sama dia wanita ga tau malu itu,papa berubah drastis.Lagian terserah aku mau berteman sama siapa.Mau itu buruh kasar,pengamen atau apapun terserah aku.Papa sendiri tadi yang bilang aku udah dewasa.Jadi aku udah bisa nentuin langkah aku."Katanya berlari meninggalkan papa dan yang lain di meja makan.


...****************...

__ADS_1


"Ma,Chelyn kangen bangat sama mama.Mama sekarang dimana?Mama liat ga gimana hancurnya kehidupan Chelyn semenjak kepergian mama.Chelyn menderita ma.Chelyn ga bahagia di sini.Chelyn pengen ketemu mama,peluk mama yang eraaaat bangat,pengen dimanja sama mama lagi.Chelyn kangen."Katanya seraya memandangi poto mamanya.


Chelyn terus saja menangis hingga akhirnya ia tertidur.


...****************...


Matahari bersinar cerah di pagi itu hingga menembus kamar Chelyn lewat jendela kaca.Suara kendaraan lalu-lalang di jalan sudah terdengar ramai.


Chelyn bangun dengan malas-malasan.Ia berangkat ke kampus tanpa polesan bedak ataupun lipstik.Hanya mengikat seluruh rambutnya ke belakang.Ia terlihat seperti orang yang berputus asa.


"Kamu udah mau berangkat nak?"Tanya bu Hana yang sedang membersihkan meja di ruang tamu.


"Iyah bu.Chelyn berangkat yah!"Katanya dengan nada suara yang lemas.


"Kamu sarapan dulu nak."Kata bu Hana prihatin melihat keadaan Chelyn sekarang.


"Ga usah bu.Chelyn ga laper."Katanya berjalan keluar rumah.


Sepanjang hari di kampus semua orang di kelasnya sibuk bertanya tentang bagaimana kehidupan keluarga mereka sekarang.


"Emang bener Chelyn kamu udah ga diurus sama papa kamu?"


"Emang bener kamu sekarang kerja di warteg dekat pantai?


"Ya ampun miris bangat nasib kamu Chelyn."


"Jadi papa kamu lebih peduli sama istri barunya dibanding ke kamu?"

__ADS_1


"Memang sih mama tiri itu mana ada yang baik."


Semua pertanyaan dan kalimat itu selalu saja terdengar di telinga Chelyn.Tapi ia sama sekali tidak merespon dan tidak mengeluarkan sepatah katapun.


__ADS_2