Love Beyond Reason

Love Beyond Reason
Lima Puluh Satu


__ADS_3

Chelyn menghentikan motornya di depan sebuah rumah yang terletak agak jauh dari rumah-rumah yang lain.Di seberang rumah adalah sebuah jurang yang penuh dengan semak belukar.Chelyn memperhatikan rumah itu,seperti rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni.


"Bener kok ini alamatnya.Tapi kok kayak rumah kosong gitu yah?"Katanya membuka helm nya.Ia melihat rumah dan sekelilingnya,keadaan begitu sepi.Jalan itu juga sepertinya jarang dilintasi orang-orang.


Chelyn berjalan memasuki halaman rumah itu dengan langkah yang penuh waspada.


"Permisiiii."Katanya dengan suara sedikit gemetar karena ketakutan.


"Permisi pa,bu."Katanya lagi.Namun tidak ada yang menyahut.Ia melihat langit -langit rumah itu dipenuhi oleh sarang laba-laba,lantai terasnya begitu kotor,debu yang menempel di lantai juga membuat telapak sepatunya menjadi kotor.


Semakin lama berdiri disana membuat Chelyn semakin takut.Ia merasakan bulu kuduknya mulai berdiri.Ia menghela napas lalu cepat-cepat berlari menuju motornya.


Chelyn menaiki motornya dan menghidupkan mesin.Baru saja ia menjalankan motornya tiba-tiba sebuah mobil menabraknya dari belakang.Motor Chelyn tercampak cukup jauh.Sepertinya ini adalah kecelakaan yang direncanakan oleh seseorang yang tidak menyukai Chelyn.


"Aaaaaa... Teriak Chelyn sekencang-kencangnya sambil menutup matanya.Ia merasakan tubuhnya sedang melayang.Ia membuka mata,dilihatnya seseorang mirip Vincent sedang memangkunya.Chelyn menatap pria itu keheranan.Dilihatnya di punggung pria itu ada sayap lebar berwarna putih bersih yang sedang mengepak-kepak.Di telinganya terdapat bulu berwarna putih seperti yang berada di kepala burung Jalak Bali.Itu terlihat sangat indah.


"Apa ini?"Kata Chelyn dengan napas ngos-ngosan.Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat.Ia merasa bahwa ini seperti mimpi.


Chelyn melihat ke bawah,ternyata mereka jauh terbang di atas.


"Aku sudah mati?"Katanya dengan mata berkaca-kaca.Ia memandangi wajah pria mirip Vincent yang menggendongnya.Pria itu menggeleng.


"Aku baru saja kecelakaan dan lihat motorku terdampar jauh.Sekarang roh ku sedang dalam pangkuan seseorang,seperti malaikat."Kata Chelyn lagi.


Pria itu menggeleng sambil meneteskan air mata.


Chelyn memegang wajah pria itu sambil menatapnya dalam-dalam.


"Kamu Vincent?"Tanya Chelyn dengan mata melebar.


"Apa kamu Vincent?"Tanyanya lagi dengan air mata menetes di pipinya.Pria itu mengangguk.


"Mimpi apa ini."Kata Chelyn memejamkan matanya kuat-kuat sambil menggelengkan kepalanya berusaha untuk tersadar dari mimpi atau halu apa itu.


Ketika ia membuka mata,Keduanya sudah menginjakkan kaki di tanah.Vincent berdiri di hadapannya sambil menatapnya.


"Apa yang barusan terjadi?"Tanya Chelyn.


Vincent hanya terdiam menatap Chelyn yang kebingungan.

__ADS_1


"Aku baru saja berhalusinasi terbang tinggi bersama kamu .Dan aku berada dipangkuan kamu yang bersayap."


"Ini bukan halusinasi,ini bukan mimpi.Ini adalah kenyataan."Sahut Vincent meyakinkan Chelyn.


"Sayang!Kamu ada disini?


Aku kecarian sama kamu,aku ga mau kehilangan kamu."Kata Chelyn langsung memeluk Vincent sambil menangis.


"Aku juga."Kata Vincent menangis membelai Chelyn.


"Tunggu!"Chelyn melepaskan pelukannya.


"Apa yang barusan terjadi?Aku lihat kamu bersayap dan membawa aku terbang untuk menyelamatkan aku dari kecelakaan itu?Kamu menyelamatkan nyawaku lagi untuk yang keempat kalinya?"


Vincent hanya mengangguk.


"Siapa kamu sebenarnya?Ini aneh dan ga masuk akal."Kata Chelyn mundur perlahan menghindari Vincent.


"Ini alasan kenapa aku selalu meminta kamu menunggu waktu yang tepat untuk mengetahui siapa aku,dari mana asalku,siapa keluargaku."


"Aku ga ngerti dengan ini semua.


Vincent menggeleng dengan air mata masih mengalir di pipinya.


"Lalu kamu ini apa?Jangan bikin aku takut."


Vincent berjalan mendekati Chelyn.


"Jangan dekatin aku,jangannnn ...."Kata Chelyn menangis ketakutan.


"Sayang..."


"Jangan sebut kata itu.


Siapa kamu?"Chelyn terus saja mundur perlahan dengan kaki gemetaran hampir tidak tahan menumpu tubuhnya.Chelyn terjatuh tak berdaya,namun Vincent langsung menangkapnya.


"Aaaa...Lepasin akuuuu..lepasinn akuuu..Aku mohoonnn.."Kata Chelyn menangis semakin kencang.


"Chelyn....Aku Vincent.Malaikat kematian yang udah jatuh cinta sama manusia.Aku jatuh cinta sama kamu."Teriak Vincent jatuh tersungkur.Chelyn pun ikut terjatuh.Keduanya duduk tersungkur di tanah.

__ADS_1


"Malaikat kematian?


Kamu malaikat?"Kata Chelyn dengan mata terbuka lebar.


"Iyah,aku malaikat kematian yang diutus turun ke bumi untuk mengiringi proses kematian kamu seharusnya,sejak 40 hari sebelum kamu mati aku sudah diutus mengikuti kemanapun kamu pergi,walaupun tidak setiap saat seutuhnya aku berada di hadapan kamu.Tapi aku lalai dalam menjalankan tugas kali ini.Aku malah jatuh cinta sama kamu dan beberapa kali menggagalkan kematian kamu dengan alasan aku ingin lebih lama hidup bersama kamu."


"Malaikat jatuh cinta pada Manusia?"Tanya Chelyn.Vincent mengangguk.


"Ini adalah kesalahan fatal.Ini pertama kalinya aku gagal menjalankan tugas semenjak bumi diciptakan."


"Kalau ini fatal,berarti ada hukuman berat yang harus kamu jalani bukan?"Kata Chelyn.


"Iyah,waktu aku menggagalkan kematian mu saat kamu hampir bunuh diri,itu tidak termasuk kesalahanku.Karena memang kamu belum ditakdirkan untuk mati.


Tiga kali sudah aku melawan takdir hidupmu.pertama,aku menggagalkan kematianmu yang harusnya terjadi saat keberangkatanmu bersama mamamu ke luar negeri untuk liburan.Aku berpura-pura sakit perut agar kamu menemani aku berobat dan akhirnya kamu ketinggalan pesawat.Saat itu aku sedang menggagalkan kematian mu yang pertama.Hukuman yang kuterima adalah aku akan tinggal di bumi selama satu tahun menurut waktu manusia di bumi.Ukuran waktu di bumi dengan di surga berbeda.


Yang kedua,aku menggagalkan kematianmu saat acara pesta ulang tahun temanmu.Aku bilang aku tidak mau pergi bersama temanmu yang membawa mobil bersama pacarnya.Aku sengaja tidak mau ikut dengan mereka karena aku tau kamu pun akan menolak untuk pergi bersama mereka.Itulah kedua kalinya aku menggagalkan kematianmu.Aku melakukan kesalahan bahkan sebelum hukuman untuk kesalahan pertamaku berakhir.Atas tindakanku itu,aku dijatuhi hukuman seratus tahun menurut waktu di bumi untuk tinggal di bumi.Aku tidak bisa pulang ke tempat dari mana aku diutus selama seratus tahun.


Dan ini ketiga kalinya aku menggagalkan kematianmu.Raja malaikat akan turun ke bumi dan memberi hukuman padaku.Aku tidak tahu hukuman apa yang akan Raja berikan padaku."Vincent menjelaskan sambil berusaha menahan air matanya.Namun tetap saja air mata membasahi pipinya.


"Sekarang aku mengerti apa arti pengorbanan yang kamu maksud waktu itu."Kata Chelyn memeluk Vincent.


"Malaikat dan manusia saling jatuh cinta adalah hal yang tidak masuk akal.Tapi aku sudah merasakannya."Kata Chelyn lagi.


"Pantas aja selama ini aku merasa beda bangat sama kamu.Kamu kayak tau bangat semua tentang apa yang Tuhan kehendaki,apa yang Tuhan senangi.kamu suka bercerita seolah kamu pernah bertemu dan dan berbicara dengan Tuhan.Pantas kamu sepertinya tau bangat tentang surga.


Dan sekarang aku benar-benar tenang,kamu akan selalu melindungi aku bukan?


Lalu?Hukumanmu?Apa setiap kali kamu menyelamatkan nyawaku kamu akan mendapat hukuman yang lebih berat dari hukuman sebelumnya?"


"Tentu."Sahut Vincent.


"Segitunya kamu berkorban untuk aku?Makasih bangat yah sayang.Kamu baik bangat sama aku.Lalu sampai kapan kita akan seperti ini?Kapan malapetaka akan datang lagi dan memburu nyawaku?"


"Sayang,aku minta maaf.Aku gak bisa lagi lindungin kamu.Ini yang terakhir.Kamu ditakdirkan meninggal dalam kecelakaan.Barusan,mama tirimulah yang berusaha membunuhmu dengan cara menabrak kamu yang sedang mengendarai motormu.Dia juga yang sengaja mengorder makanan dan memberikan alamat ini supaya bisa leluasa menjalankan rencananya. "Kata Vincent memegang wajah Chelyn.


"Sayang...Sekarang ga masalah lagi buat aku kapan pun waktunya aku mati.Aku ga mau kamu selalu mengorbankan diri untuk aku."


"Kamu jaga diri baik-baik.Aku sayang bangat sama kamu.Sampai bertemu di titik terbaik menurut takdir."Kata Vincent pada Chelyn.Tiba-tiba sayap yang begitu indah muncul di punggungnya serta bulu di telinganya.Ia terbang tinggi hingga tak terlihat dibalik awan meninggalkan Chelyn yang masih menangis.

__ADS_1


__ADS_2