Love'S Mr. Arrogant

Love'S Mr. Arrogant
Terbangun Dalam Keterkejutan


__ADS_3

Di dalam mobil, Sky terlihat begitu fokus mengemudi, sedangkan Edzar, ia duduk di kursi belakang sambil sibuk memeriksa beberapa file di ipad-nya.


"Sky, apa kau sudah menyelesaikan semuanya?" tanya Edzar, yang masih fokus menunduk melihat layar ipad.


"Sudah Tuan, undangannya juga sudah disebar."


"Hm, baguslah. Apa dia sudah di beri tahu tentang peraturannya nanti?"


"Belum Tuan, besok pagi saya akan memberi tahunya."


Tiba-tiba, prak! Sebuah botol minum yang masih berisi air setengahnya, menimpuk bahun Sky. Membuat dirinya terkejut. Akan tetapi sebisa mungkin Sky tetap bersikap tenang, karena ia tahu. Kalau atasannya itu, terkadang suka seenaknya padanya.


“Sabar Sky, Tuanmu terlalu baik,” batinnya sedikit kesal.


"Haha, aku sudah tidak sabar bagaimana melihat wanita itu menangis-nangis dan memohon-mohon padaku." Edzar mengusap dagunya sambil tersenyum menyeringai.


Sky melirik pantulan wajah Edzar dari kaca spion mobil. "Silakan Tuan, terserah Anda. Anda mau mempermainkan wanita itu seperti apa pun asalkan Anda senang saya pun, akan ikut senang," batin Sky sambil melirik pantulan wajah Edzar lewat kaca spion.


Sesampainya di depan halaman rumah, seperti biasanya Sky dengan cepat membukakan pintu mobil, mempersilakan Tuannya untuk keluar.

__ADS_1


Dua penjaga di depan pintu rumah pun berdiri dengan begitu tegap, layaknya tentara Inggris yang sedang menjaga kerajaan.


Sky masih setia mengekori Edzar, dua meter di belakangnya. Sesampainya di lantai atas. Edzar tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh ke sebelah kanan, melihat pintu berwarna putih yang tak lain ialah kamar yang di tempat oleh Clara.


"Apa kau sudah memastikan dia juga Sky?" tanya Edzar, sedikit menolehke arah Sky.


"Sudah Tuan, menurut laporan dari pelayan yang menemaninya, Nona Clara sudah makan malam juga, kemungkinan sekarang dia sedang beristirahat di kamarnya."


Seringai senyuman sinis kembali muncul di wajah Edzar. Ia pun melemparkan jas yang sedari tadi ia gantungkan di lengan kekarnya itu kepada Sky, dan Sky pun dengan sigap menangkapnya.


Mereka berdua berjalan memasuki kamar tamu, yang sekarang ditempati oleh Clara. Setelah berhasil membuka pintu, Edzar begitu terkejut saat melihat gadis yang akan menjadi calon istrinya itu tidur di atas lantai tanpa beralaskan apa pun.


"Dasar wanita bodoh, kenapa gak sekalian tidur di luar saja!" Edzar bergumam penuh emosi.


Ia pun melangkahkan kakinya mendekati Clara. Gadis itu terlihat begitu lelap sekali dalam tidurnya. Edzar masih bisa melihat polesan makeup di wajah Clara. Ia pun sejenak memandang dress pendek berwarna peach yang tersingkap satu jengkal di atas lutut Clata. Sehingga menampilkan paha putih yang mulus dan molek, memanjakan mata.


 Edzar tak ingin kedua matanya melihat paha putih yang begitu mulus itu. "Kemarikan!" Edzar meminta jas miliknya yang sempat tadi ia lemparkan kepada Sky. Sky pun kembali memberikan jas hitam itu kepada Edzar.


Dan tanpa diduga, Edzar membalutkan jas miliknya itu untuk menutupi paha mulus milik Clara yang terlihat sedikit menarik perhatian.

__ADS_1


Sky masih diam terpaku, sambil terheran-heran dengan sikap majikannya itu.


"Adegan apa barusan? Seumur-umur aku baru melihat dia sepeduli itu terhadap wanita lain selain kepada adiknya," gumam Sky dalam hati.


"Siapa yang menjaga gadis ini! Beraninya sekali membiarkan dia melanggar peraturannya." Edzar berbalik dan kini menatap tajam ke arah Sky.


"Wah, sepertinya masalah baru akan segera muncul," batin Sky, masih diam terpaku di tempatnya, sambil lurus ke depan menatap tembok ruangan.


"Kau tahu bukan Sky, apa yang harus kau lakukan." Lagi-lagi perkataan penuh teka-teki itu terlontar kembali dari mulut Edzar. Sky yang sudah mengetahui semua kode Tuannya itu ia mengangguk mengiyakan. Lalu Sky pun segera berlalu meninggalkan kamar tersebut.


Sementara Edzar, kini ia berjongkok, dengan sebelah lututnya yang di tekuk ke lantai. Perlahan dan begitu dalam ia memandangi wajah cantik milik Clara. Lalu, perlahan seringai senyuman sisnis terukir diwajahnya.


"Penderitaanmu akan segera dimulai gadis malang," ucap Edzar pelan.


Lalu tanpa aba-aba, Edzar tiba-tiba memencet hidung Clara, hingga membuat Clara yang sedang tidur lelap harus mengambil nafas lewat mulut karena dadanya yang terasa sesak. Dan sontak itu membuat Clara terbangun dari tidurnya.


Dan, betapa terkejutnya Clara begitu mendapati Edzar yang kini sudah ada di dekatnya. Clara langsung bangun dan terduduk dengan nyawanya yang belum kumpul.


"K-kau ... mau apa kau di sini?" tanya Clara gelagapan.

__ADS_1


__ADS_2