
"Heh Sky, jangan berpikiran yang macam-macam ya, aku dan wanita ini tak melakukan apa-apa!" tegas Edzar, takut Sky mengira yang tidak-tidak padanya.
Sky hanya tersenyum kikuk, menahan suara tawanya.
"Iya Tuan, saya percaya kepada Anda," jawab Sky sambil cengengesan.
"Anda mau berbuat yang macam-macam pun itu bukan urusan saya," batin Sky.
Sky tersenyum lebar sambil membayangkan bagaimana ekspresi kaku Tuannya itu, jika menghadapi Clara, si cewek bar-bar yang terkadang menyebalkan itu. Kini Clara tak segan untuk melingkarkan tangannya di lengan Edzar, ia masih benar-benar kedinginan. Edzar pun dapat merasakannya, karena tangan Clara yang terlihat sedikit mengeriput dan juga terasa sangat dingin.
Suara getaran dari mulut Clara yang menggigil, masih terdengar di telinga Edzar. Membuat Edzar, mau tak mau harus memeluknya. Dan akhirnya Edzar pun menarik tubuh Clara ke dalam dekapannya. Ia memeluk Clara sambil menggosok-gosokkan sebelah tangannya dengan tangan Clara.
Namun, hal tak terduga pun kembali terjadi. Clara semakin menjadi, dengan tanpa sadar ia menarik tengkuk kepala Edzar, dan ... cup ... Clara langsung membenamkan bibirnya dengan bibir Edzar. Membuat Edzar seketika membulatkan kedua matanya. Sungguh, jantungnya langsung berdegup kencang tidak karuan. Ini adalah hal pertama bagi Edzar. Selama hidup 27 tahun, baru kali ini ada seorang wanita yang berani mencium bibirnya tanpa segan.
Perlahan Clara membuka bibirnya dan menghisap lembut bibir Edzar. Membuat jantung Edzar semakin jedag-jedug berdisko tak karuan.
__ADS_1
"Apa ini? Kenapa harus seperti ini dia merebut ciuman pertamaku," batin Edzar, masih dengan mata yang terbuka, dan berdiam membiarkan Clara beraksi sesuka hatinya.
Semakin lama, aliran darah di antara mereka seakan kian memanas, Edzar pun akhirnya ikut terhanyut dalam manisnya ciuman yang diberikan oleh Clara.
Dan memang benar, sepertinya Clara melakukan hal ini di luar kesadarannya, karena pengaruh dari wine yang diminumnya. Karena Edzar dapat merasakan sedikit bau pengar anggur dari mulut Clara.
Semakin lama, ciuman mereka pun semakin memanas dan tak terkendali. Edzar yang baru pertama kali merasakan ciuman, ia benar-benar masih merasa kaku. Begitu pundengan Clara. Ciuman di antara mereka berdua bisa di bilang masih buruk dan kaku, keduanya masih sama-sama pertama kali berciuman dan tidak berpengalaman. Mereka hanya melakukan gerakan saling membalas, menyesap dan ******* bibir mereka satu sama lain.
Dan tanpa di sadari, tindakan itu ternyata berhasil membuat tubuh Clara kembali merasakan kehangatan.
Suasana di dalam mobil terasa begitu sunyi, namun telinga Sky masih dapat mendengarkan suara yang sedikit aneh menurutnya.
"Suara itu ... hm, seperti suara kecupan orang yang sedang berciuman?" batinnya. Pikirannya pun travelling, ia membulatkan kedua matanya saat bayangan itu muncul di benaknya. "Apa jangan-jangan yang di belakang sedang saling memberi kehangatan dengan cara seperti itu?" pikir Sky.
"Sepertinya iya, karena yang di belakang begitu anteng tak ada suara apa pun, selain suara itu," gumamnya, sambil menggidikan bahunya.
__ADS_1
Perjalanan pun terus berlanjut. Sudah 20 menit Edzar dan Clara masih bertahan dengan ciuman mereka. Tapi, tiba-tiba.
"Hacis...." Terdengar suara bersin dari Sky, membuat Edzar begitu terkejut dan langsung melepaskan ciumannya dengan Clara.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1