Love'S Mr. Arrogant

Love'S Mr. Arrogant
Ceroboh Sekali


__ADS_3

Dan tak lama kemudian, jlep ... anak panah yang sama, ikut tertancap di lengan Brayen. Membuat Brayen terkejut, membulatkan matanya, dan tak berapa lama Brayen pun ikut pingsan di samping Gerald.


***


Sementara itu, di kediaman Edzar. Sore itu Clara sedang  menyulam, membuat Syal untuk dirinya sendiri. Di tengah-tengah aktivitas menyulam itu, tanpa sengaja jarinya terluka terkena ujung jarum.


"Aw," pekiknya kesakitan. Clara secara refleks langsung berdiri dan lagi-lagi tanpa sengaja ia menjatuhkan perlengkapan menyulamnya itu, bahkan membuat benang wol dan beberapa jarum berjatuhan dan berserakan di atas lantai kamarnya.


Edzar yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia langsung  menghampiri Clara. Dan melihat beberapa benda berserakan tepat di bawah kaki Clara. Clara yang takut akan di marahi oleh Edzar. Ia pun dengan cepat berjongkok dan memunguti gulungan benang wol dan jarum-jarum yang berjatuhan itu.


Dan lagi-lagi, karena ceroboh, sebelah tangannya kembali terluka terkena jarum.


"Aw," lirih Clara pelan menahan sakit.


Edzar dengan cepat langsung menangkap tangan Clara. "Kenapa ceroboh sekali sih, sudah jangan dibereskan," ujar Edzar dengan ketus. Ia membawa Clara untuk duduk di tepi tempat tidur.


Lalu Edzar pun segera mengambil kotak P3K dari dalam laci. Ia pun kembali mendudukkan tubuhnya di samping Clara.

__ADS_1


Clara masih meringis merasakan sakit di jari-jari tangannya yang terluka itu.


"Kemarikan tanganmu," ucap Edzar. Clara yang merasa tidak enak hati, ia pun menolak pertolongan dari suaminya itu.


"Tidak apa-apa, aku bisa mengobatinya sendiri," ucap Clara malu.


"Banyak bicara sekali!" Tanpa pikir panjang, Edzar langsung menarik sebelah tangan Clara. Ia membersihkan terlebih dahulu luka itu dengan air alkohol,  lalu memberinya antiseptik dan lanjut membungkusnya dengan hansplast.


"Kenapa sampai dua-duanya? Kau ini, benar-benar ceroboh sekali," gerutu Edzar, ia kembali mengobati sebelah tangan Edzar yang terluka karena tusukan jarum itu.


Clara terdiam, memandangi wajah suaminya yang tengah fokus menunduk mengobati tangannya. Entah kenapa, tetapi akhir-akhi ini Clara merasakan ada hal aneh dari dalam diri Edzar. Edzar tampak tidak semenyeramkan dulu, dia terlihat lebih lembut dan peduli. Bahkan, sejak satu  minggu ini, sikap Edzar kepadanya benar-benar berubah, Edzar terasa lebih perhatian dan lebih lembut juga sikapnya. Bahkan saat ini pun Clara dapat melihat kecemasan di wajah Edzar.


"Cukup! Jangan berpikiran yang berlebihan Clara! Dia baik padamu hanya karena kasihan, bukan apa-apa," batin Clara menyangkal pikirannya.


"Sudah selesai," ucap Edzar, menjauhkan tangannya dari jari-jemari CLara. "Lain kali lebih berhati-hatilah, jangan ceroboh seperti ini lagi!" ucap Edzar sambil menutup kembali kotak P3K itu lalu menyimpannya kembali ke dalam laci.


"Hm, iya," jawab Clara pelan masih dengan pikirannya yang dipenuhi oleh rasa khawatirnya terhadap Gerald.

__ADS_1


Clara melamun, pikirannya kini jadi teringat akan sosok Gerald, yang sudah satu minggu tak ada kabar.


"Kenapa hatiku merasa tidak enak ya? Bagaimana kabar Kak Gerald dan Kak Brayen hari ini? Apa mereka sudah menemukan Nona Ralline? Aku berharap semoga kakakku baik-baik saja di sana, Tuhan," gumamnya dalam hati.


Sementara itu, di sisi lain, Edzar masih fokus memperhatikan istirnya itu. "Ada apa dengan dia? Kenapa ida terlihat melamun seperti itu? Apa dia memikirkan kabar kakaknya ya?" batin Edzar menduga-duga.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan votenya dong guys... hehe


 

__ADS_1


 


__ADS_2