Love'S Mr. Arrogant

Love'S Mr. Arrogant
Membawa Pergi Ke Pesta


__ADS_3

Sementara itu di kediaman rumah Edzar. Hari ini Clara di ajak oleh Edzar untuk ikut pergi bersamanya ke sebuah pesta perayaan pembukaan perusahaan baru milik rekan bisnisnya.


Clara terlihat sangat anggun sekali dengan gaun putih yang bertaburkan diamond di bagian dadanya, hingga membuat penampilannya begitu glamour, bergemerlap bagaikan bintang.


"Kau sudah siap?" tanya Edzar sambil memasang jam tangan Rolex di pergelangan tangannya.


"Hm... sudah," jawabnya.


Edzar pun mengajak Clara untuk segera turun ke bawah menemui Sky yang sudah menunggunya dari atu jam yang lalu di ruang tamu.


Lagi-lagi, Amel merasa cemburu melihat Clara dan Edzar yang semakin hari semakin terlihat dekat. Ia begitu tak terima, saat melihat Edzar jalan beriringan dengan Clara.


"Menyebalkan sekali! Wanita itu semakin hari semakin melunjak saja! Kalau seperti ini terus setiap hari, lama-lama aku bisa stres tinggal di sini," gumamnya pelan. Namun, penuh amarah.


"Kalian mau ke mana lagi?" tanya Dora, mencegat di depan pintu keluar.


"Pergi lah," jawab Edzar santai.


"Iya maksud Bibi itu, kalian mau pergi ke acara apa? Beda banget tampilannya," ujar Dora sedikit mencebikkan bibirnya, merasa tidak suka melihat penampilan Clara yang terlihat sangat cantik itu.


"Pesta," jawab Edzar begitu dingin, sambil melewati Dora begitu saja.


Sky pun dengan cepat membukakan pintu mobil untuk Edzar dan Moura, mempersilakan Tuan dan Nyonya itu untuk masuk ke dalam mobil. Setelah itu, Sky pun ikut masuk dan segera melajukan mobilnya menuju tempat yang dituju.


"Dasar menyebalkan! Di tanya seperti itu saja, jawabannya selalu saja singkat! Apa perkataannya itu begitu mahal? Sampai bicara pun harus seirit itu," gerutu Dora sambil menatap mobil hitam yang sudah menjauh dari pandangannya.

__ADS_1


Sesampainya di acara pesta, Edzar, Sky dan Clara segera memasuki ball room hotel. Suasana hotelnya sangatlah mewah dan indah. Dekorasinya pun begitu glamor yang bernuansa gaya Eropa.


"Clara, pegang tanganku," ucap Edzar pelan, saat mereka berjalan menginjakkan karpet merah di sana. Clara pun tanpa segan melingkarkan tangannya itu di lengan Edzar. Mereka pun berjalan bergandengan,  layaknya pasangan suami istri yang begitu tampak sangat serasi.


"Wah... ternyata Tuan Edzar dan Nona Muda sekarang sudah mulai terang-terangan ya," gumam Sky yang berjalan dua meter di belakang mereka. Ia berjalan sendirian tanpa mempunyai gandengan, sungguh memprihatinkan menjadi  Sky.


Pesta pun berlangsung dengan meriah, orang-orang yang hadir di sana hanyalah orang-orang petinggi dari kalangan atas semua.


Karena Edzar yang sibuk mengobrol bersama rekan-rekan bisnisnya, hal itu membuat Clara merasa jenuh, dan ia pun memilih untuk pamit, pergi ke luar, mengambil minuman dan camilan yang tersedia di dekat kolam renang, karena pesta ini selain di dalam ruangan, tersedia juga di luar ruangannya.


"Huft... pesta orang-orang kaya benar-benar membosankan," gumamnya, musiknya hanya musik jaz, berbicara pun pada kaku, dan otakku tak sampai dengan apa yang mereka bicarakan.


Clara sebenarnya kurang menyukai pesta ini, meskipun ia tadi sempat di ajak berkumpul dan mengobrol bersama wanita-wanita sosialita lainnya, tapi tetap saja, ia merasa tak nyaman, terlebih obrolan mereka semua tak jauh hanya dari perihal kemewahan dan ajang untuk berpamer ria.


Clara meneguk air berwarna merah yang tersedia di atas meja itu. Tapi, tiba-tiba kepalanya merasa begitu pusing sesaat setelah meminum, minuman itu.


"Apa ini wine?" gumamnya pelan. Ia pun mencoba untuk berdiri tegap, tapi tak bisa, karena kepalanya yang semakin terasa pusing dan keleyengan.


Dari meja yang lain, terlihat ada dua orang wanita yang sedari tadi memperhatikan Clara.


"Bukankah itu, wanita yang menikah dengan Tuan Edzar yang super tajir itu?"


"Iya benar, itu istrinya."


"Aku sangat menyayangkan sekali, Tuan Edzar mendapatkan wanita yang terlihat seperti kaum rendahan seperti itu."

__ADS_1


"Iya benar, dia sepertinya bukan dari kalangan orang kaya. Lihat saja dia, baru minum seteguk wine saja dia seperti kehilangan kendali."


"Ha ha benar sekali."


"Lihatlah, dia berjalan ke arah sini."


Clara mencoba berjalan untuk kembali masuk ke dalam. Ia berjalan sedikit sempoyongan, bahkan ia sedikit kesulitan menahan keseimbangan tubuh karena kakinya yang memakai hells tinggi.


"Aw... kepalaku benar-benar sakit," gumamnya, sambil memegangi kepalanya yang terasa begitu pusing.


Sementara itu, Sky baru saja keluar dari dalam gedung, ia ingin memantu Clara, karena ia masih merasa waswas, kalau Nona Mudanya itu akan membuat kekacauan di sana.


Baru saja Sky menemukan keberadaan Clara. Tapi tiba-tiba ....


.


.


.


Bersambung...


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2